Home / Bisnis

Senin, 2 Maret 2026 10:12- WIB

Studi Populix: Takjil Bukan Sekadar Self-Reward

Ilustrasi pedagang takjil.

Ilustrasi pedagang takjil.

JAKARTA, Merata.Net – Kata ‘takjil’ berakar dari kata ‘ajila’ yang dalam bahasa Arab berarti menyegerakan untuk berbuka puasa. Namun, di Indonesia kata takjil sendiri telah mengalami pergeseran makna menjadi panganan dan minuman untuk berbuka puasa.

Riset terbaru Populix menemukan pergeseran lain soal aktivitas berburu takjil, yang dulu hanya dianggap sebagai aktivitas menjelang berbuka, kini telah berakulturasi menjadi tradisi yang tidak dapat dipisahkan dari bulan Ramadan.

Susan Adi Putra, Research Director Populix, menjelaskan bahwa saat ini fenomena berburu takjil menjadi aktivitas ngabuburit yang paling populer di kalangan Gen Z dan milenial. Bahkan jauh terpaut dengan aktivitas lain seperti scroll media sosial maupun memasak untuk keperluan berbuka.

“Tak hanya itu, 41% anak muda menganggap kegiatan berburu takjil bukan sekadar self-reward setelah seharian berpuasa, melainkan menjadi sebuah tradisi khas bulan Ramadan yang tidak tergantikan,” jelas Putra.

Baca Juga  Jusuf Kalla: Tarif Impor Trump 32 Persen Tak Akan Berefek Besar Bagi Indonesia

Temuan ini dipertegas oleh frekuensi berburu takjil yang kini menjadi rutinitas selama bulan puasa. Hal ini dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan, di mana lebih dari setengahnya mengaku membeli takjil hampir setiap hari. Hanya 5% responden yang mengaku akan membeli takjil kurang dari seminggu sekali atau tidak sama sekali.

Ketika ditanya jenis kudapan apa yang paling dicari, minuman manis, seperti es teh, es buah, es campur, masih menjadi pilihan utama, khususnya bagi Gen Z. Sedangkan bagi perempuan dan milenial ada kecenderungan untuk lebih menyukai kue tradisional. Selain itu, menu favorit lainnya adalah gorengan, buah kurma, dessert kekinian, lalu makanan berat seperti nasi, lontong, dan lain sebagainya.

Infografis Takjil Populix

“Meskipun mayoritas cenderung membeli takjil secara langsung dari pedagang kaki lima, penjualan secara online juga membuka peluang untuk meraup omzet lebih tinggi. Pasalnya, sekitar sepertiga responden, khususnya perempuan, mengaku membeli takjil melalui aplikasi pesan makanan online maupun via media sosial atau aplikasi pesan instan,” tambah Putra.

Baca Juga  Populix Ungkap Hanya 2 dari 5 Orang Indonesia yang Paham Kebijakan Wajib Asuransi TPL Kendaraan Bermotor

Survei tentang “Berburu Takjil Menurut Gen Z dan Milenial” dilakukan pada 18-19 Februari 2025 melalui platform PopSurvey. Penelitian ini dilakukan kepada 1.000 orang milenial dan Gen Z, dengan perbandingan responden laki-laki dan perempuan yang seimbang. 93% responden beragama Islam dan berasal dari tingkat ekonomi menengah ke atas. (**)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Mudik Aman, Lebaran Nyaman, Kalla Toyota Siapkan Bengkel Siaga Mudik di 23 Titik Sulawesi

Bisnis

Sebagai Konsultan Keuangan, Abdul Razak Baru 3 Bulan Kerja Sudah Bisa Beli Mobil

Bisnis

Toys Kingdom dan Angkasa Pura II Hadirkan Play-Experience di Bandara Soetta

Bisnis

Tingkatkan Kompetensi Tenaga Surveyor, Bumi Karsa Laksanakan Pelatihan Real Time Kinematic

Bisnis

FOTO: Antrian Mengular di Pembukaan Store H&M Nipah Park

Bisnis

Indosat Ooredoo Hutchison Raih Stevie® Awards for Great Employer 2025

Bisnis

Sepanjang tahun 2022, Yayasan Hadji Kalla Lebarkan Sayap Menjangkau Seluruh Sulawesi

Bisnis

F&B ID Luncurkan Chatime Coffee Milk Tea, Padukan Dua Minuman Favorit dalam Satu Cup of Joy