Home / Bisnis / Ekonomi

Sabtu, 13 Mei 2023 07:14- WIB

Lebih Mudah dan Aman, Transaksi Selama Traveling di Luar Negeri Cukup Dengan Smartphone

Jakarta, Merata.Net – Hadirnya berbagai layanan berplatform digital saat ini telah memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi mulai dari kebutuhan sehari-hari, tiket perjalanan, hingga bisnis baik di dalam negeri maupun luar negeri dengan lebih cepat dan mudah.

Namun begitu, masyarakat masih perlu berhati-hati akan adanya ancaman kejahatan siber ketika memilih dan menggunakan platform digital mulai dari layanan keuangan hingga agen perjalanan online khususnya yang bersifat lintas batas atau antar negara (cross border).

Berkaitan dengan hal tersebut, teknologi digital identity hadir sebagai kunci masyarakat dalam melakukan transaksi berbelanja dan perjalanan antar negara yang aman dan nyaman, sehingga memberikan pengalaman pengguna layanan digital yang maksimal. 

Guna menghadirkan alternatif sistem pembayaran cross-border, beberapa negara sudah menerapkan sistem baru selain dari sistem lama yang sudah berjalan seperti penggunaan kartu kredit, debit, dan sejenisnya, dengan menerapkan sistem pembayaran digital berbasis QR.

Kerja sama pembayaran cross-border ini juga telah dilakukan oleh Bank Sentral dari empat negara ASEAN, yaitu Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), dan Bank of Thailand (BOT), dalam mewujudkan sistem pembayaran yang lebih cepat, murah, transparan, dan inklusif.

Melalui kerjasama ini, masyarakat dari keempat negara dapat melakukan transaksi lebih mudah dengan cashless dan contactless ketika sedang berwisata ke luar negeri dan tidak perlu lagi mengandalkan penukaran uang tunai dengan mata uang tiap negara yang dikunjunginya.   

Baca Juga  Memasuki Ramadan, ASTON Makassar Tawarkan Paket Spesial

Dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2023 (FEKDI 2023) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, seorang travel blogger dengan akun instagram @_febrian, Febrian menyebutkan bagi traveler mancanegara integrasi sistem pembayaran antar negara dengan cakupan yang luas merupakan salah satu yang dinantikan untuk memberikan pengalaman bertransaksi yang mudah.

Dengan terintegrasinya sistem pembayaran ini, traveler tidak perlu khawatir kehilangan uang tunai atau tertipu rate penukaran mata uang saat berada di luar negeri dan cukup mengandalkan smartphone nya sehingga perjalanan dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.

“Selain bertransaksi di luar negeri, integrasi sistem pembayaran ini juga tentunya akan memudahkan wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia untuk melakukan lebih banyak transaksi dan mendorong ekonomi di Indonesia” ucapnya

Kemudahan transaksi antar negara melalui platform pembayaran digital tidak terlepas dari berbagai ancaman kejahatan siber seperti identity fraud dan identity theft yang dapat merugikan para penggunanya.

Berkaitan dengan hal ini, penyedia layanan digital perlu mengimplementasikan berbagai solusi teknologi yang mampu mendukung keamanan tanpa mengurangi kenyamanan penggunanya. Hal ini dapat diwujudkan salah satunya dengan mengintegrasikan sistem layanan digital dengan teknologi digital identity. 

Ahmad Taufik, Head of Product VIDA menyatakan kemudahan dalam penggunaan sistem layanan maupun pembayaran digital cross-border perlu diimbangi dengan kepatuhan penyedia layanan pembayaran terhadap regulasi termasuk didalamnya adalah customer due diligence, hal tersebut menjadikan kebutuhan akan layanan digital identity yang dapat digunakan kapan saja dan dimana saja menjadi sangat krusial.

Baca Juga  Pendekatan Desain LEPAS Dukung Water Wading Depth Hingga 600 mm

“Tentunya hal ini dapat menjadi elemen proteksi baik bagi penyedia layanan keuangan maupun penggunaannya dari berbagai kejahatan siber, sehingga ekosistem digital di Indonesia dapat terbentuk dengan sistem keamanan terbaik”

Dalam penerapannya, teknologi digital identity pada berbagai platform layanan digital mulai dari keuangan hingga layanan perjalanan atau travel berperan sebagai kunci masuk penggunanya ke dalam platform tersebut melalui proses verifikasi dan otentikasi identitas.

Dengan integrasi digital identity ini, transaksi yang dilakukan dalam platform dapat dipastikan berlangsung sesuai persetujuan pemilik akun sehingga transaksi dapat dilakukan dengan lebih aman.

Selain itu, teknologi digital identity yang mudah dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan ini juga turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital antar negara yang inklusif. 

“Implementasi teknologi digital identity dapat mendorong efisiensi dan inklusivitas dari cross-border transactions, yakni dengan memungkinkan berbagai kalangan, baik masyarakat dalam negeri maupun pendatang dari luar negeri, untuk masuk ke dalam ekosistem digital Indonesia serta memfasilitasinya dalam melakukan transaksi antar negara secara mudah dan aman. Dengan begitu, ekosistem digital dapat tumbuh menjadi lebih inklusif serta membuka berbagai potensi baru dalam konteks perdagangan, investasi, hingga pertumbuhan ekonomi” tutup Taufik. (*)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Rapat Bersama Komisi C DPRD Sulsel, Vale Indonesia Paparkan Berbagai Kontribusi untuk Pemerintah

Bisnis

Libur Ramadan dan Lebaran 2024, XL Axiata Catat Kenaikan Trafik Tertinggi di Sulampua Capai 144%

Bisnis

New CB150X Mengaspal di Makassar, Harga Dibanderol Mulai Rp33 Juta

Ekonomi

Arus Mudik 2026, Pelindo Regional 4 Tumbuh 8,25%, Balikpapan dan Makassar Dominasi Pergerakan Penumpang

Ekonomi

Calon Ketua REI Sulsel Abdul Malik Ibrahim Ingin Penuhi Kepentingan Pengusaha Properti

Bisnis

Bagikan Dividen, Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Penciptaan Nilai Jangka Panjang

Bisnis

Awal Peluncuran, PT SJAM Siapkan 300 Unit All New Yamaha R15 di Sulselbar

Bisnis

MaRI Raih Sertifikat Laik Fungsi dan GREENSHIP Gold