Home / Bisnis / Ekonomi

Sabtu, 23 Juli 2022 17:56- WIB

FOTO: Bank Tabungan Negara Kembali Akad Massal KPR Bersubsidi di Maros

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR RI, Herry Trisaputra Zuna (kanan) saat meninjau ruma contoh perumahan BSS Bukit Indah Kapuk, Tanralili, Maros. Foto/Erick Didu

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR RI, Herry Trisaputra Zuna (kanan) saat meninjau ruma contoh perumahan BSS Bukit Indah Kapuk, Tanralili, Maros. Foto/Erick Didu

Maros, Merata.Net – Bank Tabungan Negara (BTN) kembali menyelenggarakan akad massal KPR Bersubsidi serentak. Untuk wilayah Sulsel, lokasinya berada di perumahan BSS Bukit Indah Kapuk, Tanralili, Maros, Sabtu (23/7/2022).

Hadir dalam seremoni tersebut yakni Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementrian PUPR, Herry Tri Saputra Suna bersama Direktur Consumer PT Bank Tabungan Negara Hirwandi Gaffar.

Baca Juga  Luxury Wedding Vaganza 2022 Siap Digelar di Claro Makassar, Berbagai Promo Menarik Ditawarkan
Akad Massal Serentak KPR Bersubsidi BTN di BSS Bukit Indah Kapuk, Tanralili, Maros. Foto/Erick Didu

Akad massal KPR Subsidi yang diikuti oleh lebih dari 10.000 debitur di seluruh Indonesia ini, merupakan strategi Bank BTN untuk mempercepat penyaluran KPR Subsidi, yang ditargetkan menembus 200.000 unit pada tahun 2022. (*)

Share :

Baca Juga

Bisnis

11 Tahun J&T Express: Memperkuat Layanan, Mendekatkan Pelanggan, dan Menciptakan Dampak

Bisnis

Rayakan Anniversary Pertama, Otoxpert Hadirkan Promo Terbaik

Bisnis

HUT Pupuk Kaltim ke-47: Tegaskan Komitmen untuk Pemberdayaan SDM dan Inovasi Berkelanjutan

Bisnis

Kalla Toyota Hadirkan Program Amayzing Service 

Bisnis

SUV Listrik BYD Sealion 7 Jadi Sorotan Global, Dinilai Efisien dan Inovatif

Bisnis

Bank Indonesia Sulsel Temukan Uang Palsu saat Edukasi Pedagang Pasar Gowa

Bisnis

Siap-Siap Beli Pembalut Lebih Mahal di 2025! Bakal kena PPN 12%

Bisnis

Bank DBS Indonesia Tingkatkan Pendanaan Channeling  ke Kredivo Menjadi Rp 3 Triliun