Bone, Merata.Net – Anggota DPRD Kabupaten Bone, Andi Ryad Baso Padjalangi menyoroti defisit APBD TA 2023 yang mencapai Rp108,3 Miliar.
Ia mengatakan Pemkab Bone mengalami defisit APBD terparah pada tahun ini daripada tahun sebelumnya.
“Kemarin defisit tidak sampai 2 persen. Ini paling parah, sejarah ini,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (21/11/2023).
Ketua Fraksi Golkar DPRD Bone ini pun menilai ada masalah antara perencanaan dan belanja APBD 2023. Sehingga, defisit yang besar tidak terelakkan.
“Ini yang bikin masalah, sepertinya ada perencanaan yang tidak sesuai dengan pembelanjaan jadinya tidak match,” tambah Ryad Baso.
Ia meminta Pemkab Bone untuk lebih mendalam dalam membahas program yang ada dalam APBD.
“Jadi untuk antisipasi kedepan agar lebih diperketat lagi proses pembahasan dan pengawasan program yang ada, Terkhusus dari belanja modal agar dapat terukur penggunaannya,” katanya.
“Oleh karena itu kami berharap kepada teman-teman dari fraksi yang lain untuk tidak terfokus pada tanggal pembahasan anggaran di akhir November nanti dengan tujuan APBD 2024 Lebih Berkualitas,” tukas Ryad Baso.
Sebelumnya, di salah satu media, dilaporkan selisih antara Pendapatan dan Belanja dalam APBD Perubahan Tahun 2023 Kabupaten Bone melebihi nilai ambang batas defisit.
Pemkab Bone dengan status Kemampuan Keuangan Daerah (KKD) kategori tinggi mengestimasi pendapatan dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2023 sebesar Rp2.565.278.854.400 dengan estimasi belanja sebesar Rp2.673.612.714.122 sehingga selisih defisitnya sebesar Rp108,3 Milyar atau 4,2 Persen.
Jumlah itu melebihi ambang batas ketentuan Permendagri Nomor 194 Tahun 2022 untuk daerah dengan KKD kategori tinggi sebesar 2,8 Persen dari jumlah estimasi pendapatan.
Kepala Bidang Anggaran BKAD saat dihubungi reporter Merata belum ada tanggapan. (*)










