MAKASSAR, Merata.Net – Atlit putri cabang olahraga sepak bola dan futsal akhirnya bernapas lega setelah dipastikan kembali bisa mengikuti ajang Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) 2026 di Bone-Wajo.
Kepastian keikutsertaan dua cabor yang sempat dicoret tersebut lahir dari hasil rapat dengar pendapat antara KONI Sulsel, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulsel serta perwakilan atlet di Ruang Rapat Komisi E DPRD Sulsel, Kamis (24/9/2026).
Sebelumnya, kedua cabang olahraga tersebut sempat dicoret dari daftar pertandingan Porprov Sulsel 2026 dengan alasan efisiensi anggaran. Namun, setelah persoalan tersebut dibahas bersama Komisi E DPRD Sulsel, sepak bola putri dan futsal putri kembali dimasukkan dalam agenda pertandingan.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Andi Nirawati, mengatakan persoalan utama yang dihadapi bukan semata-mata terkait anggaran, melainkan kendala teknis. Menurutnya, jumlah peserta yang cukup banyak harus disesuaikan dengan ketersediaan venue serta waktu pelaksanaan pertandingan.
“Sebenarnya ini kendala teknis, karena situasi lapangan serta jadwal pertandingan sepak bola dan futsal sangat padat, sementara waktu penggunaannya hanya seminggu,” ujar Andi Nirawati.
Anir menambahkan, masalah penggunaan lapangan kini sudah menemukan solusi.
”Karena pesertanya banyak, waktu pertandingannya akan dimaksimalkan dari pagi hingga sore hari. Dengan begitu, kategori putra maupun putri sudah bisa sama-sama dipertandingkan,” jelasnya.
Ia pun berharap seluruh cabang olahraga yang diminati oleh kaum perempuan dapat menjadi prioritas dan terus mendapat dukungan dari pemerintah, sehingga atlet perempuan memiliki ruang untuk berkompetisi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Adapun pembagian grup cabor sepak bola putri telah dilaksanakan dan akan diikuti 8 kabupaten. Grup A akan diisi tim dari Kabupaten Bone, Jeneponto, Pangkep dan Parepare sementara grup B diikuti oleh Bulukumba, Luwu Utara, Barru dan Kota Makassar. (*)










