MAKASSAR, Merata.Net — Layanan pendidikan anak usia dini di Sekolah Islam Athirah menjadi salah satu rujukan pembelajaran bagi Pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara, dalam penguatan program PAUD Holistik Integratif (PAUD HI).
Hal itu terlihat saat Bunda PAUD sekaligus Ketua TP PKK Kota Tarakan, Sitti Rujiah Khairul, bersama rombongan berkunjung ke TK Islam Athirah Makassar. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran praktik PAUD HI di Kota Makassar yang ditetapkan sebagai final project.
Tidak sekadar melihat proses pembelajaran di kelas, rombongan mengamati langsung aktivitas siswa dan berinteraksi dengan guru. Salah satu fasilitas yang menarik perhatian adalah Baby House, layanan pengasuhan anak yang belum tersedia di Kota Tarakan.
Sitti Rujiah mengatakan, keberadaan Baby House di Athirah memberikan perspektif baru bagi pihaknya dalam melihat pengembangan layanan anak usia dini secara lebih menyeluruh.
“Kami dari Kota Tarakan menuju ke sini. Salah satu sekolah yang kami datangi adalah Yayasan Athirah. Di TK Islam Athirah Makassar ini cukup banyak pelajaran yang bisa kami ambil. Tidak hanya dari TK, ternyata di sini juga ada Baby House yang memang kami di Tarakan belum punya,” ujarnya.
Menurutnya, Baby House di Athirah memiliki beberapa tingkatan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak yang dititipkan orang tua. Model tersebut menjadi salah satu praktik yang dipelajari rombongan untuk melihat kemungkinan pengembangan layanan serupa di Tarakan.
“Alhamdulillah, di sini kami bisa mempelajari apa itu Baby House yang memang punya beberapa tingkatan untuk perawatan anak-anak yang dititipkan oleh orang tua. Jadi ini luar biasa,” katanya.
Ia mengapresiasi keterbukaan Athirah dalam membagikan praktik pengelolaan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini kepada rombongan dari Tarakan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Athirah yang telah menerima kami. Kami bisa mempelajari banyak praktik baik dari Sekolah Athirah,” tuturnya.
Kunjungan ini memperlihatkan bahwa penguatan PAUD HI tidak hanya berbicara tentang pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga bagaimana satuan pendidikan menghadirkan layanan yang terintegrasi dengan kebutuhan tumbuh kembang dan pengasuhan anak.
Bagi Athirah, pertukaran praktik seperti ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperluas jejaring pengembangan pendidikan anak usia dini lintas daerah.(*)










