Home / Pemerintahan

Kamis, 14 April 2022 12:09- WIB

Pemkot Makassar Gunakan Teknologi Black Soldier Fly Kelola Sampah Organik

Makassar, Merata.Net – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar lirik pengelolaan sampah organik menggunakan teknologi Maggot atau Black Soldier fFy (BSF)

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Entomo Korea yang berpengalaman dalam teknologi ini, dikediaman pribadi Walikota,  Jalan Amirullah. Rabu (13/4/2022).

“Sampah organik itu terkhusus untuk mengolah sampah-sampah makanan dengan menggunakan teknologi Maggot atau BSF,” ujar Danny

Kata Danny hal ini juga selaras dengan arahan KPK kemarin pada saat pertemuan bahas pengelolaan sampah.

“Jadi saya akan masukkan ini dalam teknologi pengolahan sampah. Saya bilang sampah itu tidak dibakar, jadi dengan menggunakan teknologi ini,” ucap Danny.

Baca Juga  Tax Award Bapenda 2024, Danny Pomanto Sebut Pendapatan The Real Prestasi Pemerintahan

Sebelumnya Pemkot Makassar telah bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam  mengembangkan teknologi Biodigister.

“Kita punya kerja sama dengan ITB, biodigister. Setelah biodigister masuk ke sini. Saya tanya ke mereka bisa nda masuk ke sini, ternyata bisa. Sehingga harus kita bikin skema, seperti arahan KPK kemarin, kita olah semua sampah kita,” jelas Danny.

Menurut Danny teknologi Maggot ini sangat menarik, karena dapat menjadi sebuah industri kosmetik dan Makassar menjadi salah satu percontohan di Indonesia.

“Bisa buat kosmetik yang bikin glowing. Artinya ini sebuah hal yang baru dan green, jadi pro lingkungan. Saya perintahkan DLH itu untuk merespon ini. Alat sudah di pasang. Jumat saya pergi lihat. Dia memang kasih karena dianggap kita serius, jadi contoh di sini di Makassar, jadi promosi,” ungkapnya.

Baca Juga  Danny Pomanto Dukung Program Strategis Nasional Pembangunan Rel Kereta Api

Danny kemudian mencontohkan sampah makanan di Makassar ada sebesar 53%, kalau bicara 1000 ton per hari, berarti ada 530 ton sampah makanan per hari.

“Sekarang, skala mesin itu hanya 3 ton per hari. Bayangkan berapa besar kita harus kelola sampah makanan. Kan orang Makassar itu suka makan. Dan handling makanan ini berbeda, jadi kita siapkan ember di rumah, terus kita kasihkan mobil tangki, dikasih masuk, diblender, diambil gasnya, sisa dari gasnya itu dipakai untuk maggot,” terangnya. (*).

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Priska Adnan Berharap Pemberdayaan Nasabah BTPN Syariah Bisa Pacu PAD Gowa

Pemerintahan

Pemkot Makassar Realisasi Program Prioritas Bidang Pendidikan, Seragam Gratis SD dan SMP Dibagikan

Pemerintahan

Munafri Sambut Kunjungan Kedubes Inggris dan Klub Sepak Bola Tranmere Rovers

Indonesiaku

Kadis Perumahan Makassar: Tagihan Listrik Rusunawa Menunggak Harus Bayar di Kantor

Pemerintahan

Pada 17 Ramadan, 10 Ribu Lebih Warga di Bone akan Bukber Akbar

Pemerintahan

Gubernur Sulsel Serahkan 136 SK PNS dan CPNS Lulusan IPDN

Pemerintahan

Di Natal ASN, Pemkot Makassar Rajut Persaudaraan dalam Keberagaman

Pemerintahan

Mantan Bupati Pinrang, Andi Aslam Patonangi Pj Sekda Sulsel