MAKASSAR, MERATA.NET- Dg Ngila (32) salah seorang nelayan di Pelabuhan Paotere Makasaar mengatakan ia dan rekannya nekat melaut meski cuaca saat ini sedang buruk.
“Kalau cuaca buruk pasti kita singgah di pulau terdekat, kalau cuaca bagus lagi baru kita lanjut,” ucapnya saat ditemui disela-sela memuat es balok ke perahu yang akan digunakan mencari ikan, Minggu (28/11/2021).
Dia mengaku pihak BMKG sering memberikan informasi soal cuaca, namun demi kebutuhan anak dan istri dan kompor di dapur tetap ngebul. Peringatan itupun kadang tak hiraukannya.
“Biasaji diinformasikan peringatan soal cuaca buruk tapi kalau kapal sudah di isi es pasti kita keluar melaut,” ujarnya.
Dg Ngila bersama 8 rekannya biasa mencari ikan di Pulau Sabaru Kecamatan Liukang Kalmas (Kalukuang Masalima), Kabupaten Pangkajene. Bahkan hingga ke laut Sulawesi Barat.
Mereka biasanya 20 hari di laut bahkan sebulan. Tergantung cuaca atau berdasarkan ketersediaan bekal makanan ataupun jika es yang dibawa sudah habis, maka mereka segera kembali ke Makassar.
Ikan yang ia dapat pun biasanya tergantung cuaca kalau cuacanya bagus biasanya banyak yang mereka dapat, namun kalau cuacanya buruk kadang mereka berteduh dulu di pulau.
“Kalau begini cuaca (buruk) kadang kita 1 bulan di laut, biasa itu kita dapat 5 pikul. tapi kalau cuaca normal kita biasa dapat 8 pikul sampai 1 ton ikan,” tuturnya.
Dia juga bilang sekali race atau pergi melaut membutuhkan biaya sekitar Rp20 hingga Rp30 juta.
“Kalau 5 pikul ikan itu biasa harganya Rp25 juta kalau 1 ton Rp50 juta. Tapi kalau kita mines yah kita rugi tenaga,” pungkasnya.
Sementara, nelayan lainnya, Jimmy (25) mengaku tak pernah mendapatkan informasi atau peringatan dari BMKG mengenai cuaca buruk. Namun jika cuaca buruk ia mengatakan tidak melaut dan memilih tinggal di pelabuhan paotere sampai cuaca bagus.
“Tidak ada (Informasi dari BMKG) jadi kalau cuaca buruk kita tinggal disini dulu (pelabuhan paotere),” katanya
Dia mengungkapkan ia dan rekannya biasanya mencari ikan di wilayah wilayah Gossea yang terletak 17 mil dari Pulau Kodingareng.
“4 jam perjalan sudah sampai dan kita 6 hari di laut,” bebernya.
Ia pun mengaku jika cuaca buruk seperti ini hasil yang mereka perlu tak menentu. “Tergantung cuaca dan rejeki kalau banyak ikan yah penuh juga peti (tempat penyimpanan ikan,” tandasnya. (Dar/Rik)