SEPANG, Merata.Net – Max Verstappen keluar sebagai juara Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu (4/10/2026).
Verstappen tampil sebagai pemenang setelah melewati balapan dramatis yang sempat tertunda akibat hujan deras. Pembalap Red Bull Racing itu finis terdepan setelah menyelesaikan 55 lap dengan waktu 1 jam 47 menit 14,808 detik.
Kimi Antonelli dari Mercedes finis di posisi kedua dengan selisih 2,307 detik, sedangkan Lewis Hamilton melengkapi podium untuk Ferrari dengan jarak 4,919 detik dari Verstappen.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan pertama Verstappen dan Red Bull pada musim F1 2026. Bagi Red Bull Ford Powertrains, hasil ini juga menjadi kemenangan perdana sejak memasuki era mesin baru F1.
Hujan Tunda Start Lebih dari 90 Menit
GP Bahrain 2026 di Sepang langsung menghadirkan drama sebelum balapan dimulai. Hujan deras mengguyur Sirkuit Sepang sehingga kondisi lintasan dinilai terlalu berbahaya untuk digunakan. Start balapan akhirnya ditunda lebih dari 90 menit.
Situasi tersebut membuat tim harus melakukan perubahan strategi. Para pembalap menghadapi lintasan basah yang kemudian perlahan mengering, sehingga pemilihan ban menjadi salah satu faktor paling menentukan.
Verstappen sebenarnya memulai balapan dari pole position. Namun selepas start, posisi terdepan sempat berubah.
Kimi Antonelli dan George Russell memberikan tekanan kepada Verstappen. Mercedes bahkan sempat memiliki peluang besar menguasai balapan melalui strategi ban yang berbeda.
Namun Verstappen mampu kembali mengambil kendali setelah periode Safety Car dan perubahan kondisi lintasan.
Verstappen Kembali ke Puncak
Setelah balapan memasuki fase normal, Verstappen mulai menemukan ritme terbaiknya. Pembalap asal Belanda tersebut berhasil mempertahankan posisi terdepan dan membangun jarak dari Antonelli.
Situasi semakin menguntungkan Verstappen setelah Russell yang sempat berada di kelompok depan mengalami masalah pada mobil Mercedes-nya.
Russell akhirnya harus mengakhiri balapan ketika mobilnya berhenti di lintasan pada lap ke-49 dari total 55 lap. Kegagalan tersebut menjadi pukulan besar bagi perjuangannya di klasemen pembalap.
Antonelli kemudian finis kedua dan mendapatkan tambahan 18 poin. Hasil tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin klasemen F1 2026.
Hamilton Bangkit dari Posisi 18 ke Podium
Salah satu cerita terbesar dalam balapan kali ini adalah penampilan Lewis Hamilton. Pembalap Ferrari itu memulai balapan dari posisi kedua. Namun keputusan menggunakan ban slick terlalu dini ketika lintasan belum sepenuhnya kering membuat Hamilton terpuruk hingga posisi ke-18.
Hamilton kemudian melakukan comeback luar biasa. Seiring lintasan semakin membaik, strategi Ferrari mulai membuahkan hasil. Hamilton perlahan menyalip para pembalap di depannya dan terus merangkak naik.
Pada fase akhir balapan, Hamilton berhasil melewati Isack Hadjar untuk mengamankan posisi ketiga.
Hamilton akhirnya finis hanya 4,919 detik di belakang Verstappen dan mengamankan podium yang sangat penting setelah sebelumnya sempat terlempar ke posisi 18.
Charles Leclerc Finis Keempat
Ferrari juga mendapatkan hasil positif lainnya melalui Charles Leclerc. Leclerc finis di posisi keempat dengan selisih 7,258 detik dari Verstappen.
Isack Hadjar membawa Red Bull lainnya finis kelima, diikuti Oscar Piastri, Liam Lawson, Fernando Alonso, Lando Norris dan Arvid Lindblad yang melengkapi 10 besar.
Verstappen Menang, Antonelli Makin Dekat dengan Gelar
Kemenangan Max Verstappen memberikan warna baru dalam persaingan F1 2026. Namun, fokus utama klasemen masih berada pada pertarungan dua pembalap Mercedes.
Kimi Antonelli kini mengoleksi 320 poin, unggul 84 poin atas George Russell.
Dengan beberapa seri masih tersisa, Antonelli berada dalam posisi sangat kuat untuk mengejar gelar juara dunia. Namun, performa Verstappen di Sepang menunjukkan Red Bull belum menyerah dan siap mengganggu persaingan di papan atas.
Sementara itu, Ferrari juga membawa pulang hasil penting melalui podium Lewis Hamilton dan posisi keempat Charles Leclerc.
Balapan di Sepang membuktikan bahwa hujan, strategi ban dan Safety Car dapat mengubah jalannya sebuah Grand Prix secara drastis. (*)










