Home / Otomotif

Minggu, 16 Agustus 2026 11:57- WIB

Fabio Quartararo Beberkan Alasannya Tinggalkan Yamaha dan Pilih Honda

Fabio Quartararo

Fabio Quartararo

MERATA.NET – Pembalap Fabio Quartararo akhirnya mengungkap alasan sebenarnya di balik keputusannya meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Honda mulai MotoGP 2027.

Dalam wawancara eksklusif dengan Crash.net di sela-sela MotoGP Inggris 2026 lalu, Quartararo mengakui bahwa dirinya sudah tidak menikmati balapan bersama Yamaha. Lebih mengejutkan lagi, keputusan untuk mengakhiri hubungan dengan Yamaha ternyata sudah dibuat sejak tes Valencia 2025.

Quartararo akan meninggalkan Yamaha setelah delapan musim di kelas premier dan bergabung dengan Honda untuk menghadapi era baru MotoGP pada 2027, ketika regulasi mesin berubah menjadi 850 cc dan penggunaan ban Pirelli mulai berlaku.

Quartararo Sudah Memutuskan Pergi Sejak Valencia 2025

Keputusan Quartararo untuk meninggalkan Yamaha ternyata bukan sesuatu yang dibuat secara mendadak.

Juara dunia MotoGP 2021 itu mengungkapkan bahwa dirinya sudah merasa membutuhkan perubahan ketika menjalani tes Valencia pada akhir musim 2025.

“Pada tes Valencia tahun lalu, saya merasa membutuhkan sesuatu yang baru. Dan saat itu kami memutuskan untuk menjauh dari Yamaha.”

Ketika keputusan tersebut dibuat, Quartararo bahkan belum menentukan akan bergabung dengan tim mana. Yang sudah pasti saat itu hanyalah keinginannya untuk meninggalkan Yamaha dan mencari lingkungan baru.

“Saya belum tahu persis akan pergi ke tim mana, tetapi saya tahu saya ingin berganti tim dan saya pikir itu adalah momen yang tepat,” kata Quartararo.

Artinya, keputusan bergabung dengan Honda merupakan bagian dari proses yang sudah berlangsung cukup lama, bukan reaksi spontan terhadap hasil buruk Yamaha pada musim 2026.

Bukan Sekadar Masalah Kecepatan Motor

Salah satu alasan terbesar Quartararo meninggalkan Yamaha adalah hilangnya kesenangan ketika mengendarai motor.

“Saya harus jujur, saya sebenarnya tidak terlalu bersenang-senang,” ujar Quartararo kepada Crash.net.

Sebagai pembalap yang sangat kompetitif, Quartararo mengaku frustrasi ketika hanya bisa melihat pembalap lain melewatinya tanpa mampu memberikan respons. Ia bahkan menyoroti kesulitan melakukan overtaking pada musim 2026.

“Saya tidak menikmati melihat orang-orang melewati saya. Saya tidak bisa menyalip, padahal saya tahu dalam satu lap saya bisa lebih cepat,” tuturnya.

Situasi tersebut membuat pengalaman Quartararo bersama Yamaha terasa sangat berbeda dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Pada 2025, meski tidak mampu meraih kemenangan, Quartararo masih merasa bisa bertarung di posisi depan dan memberikan tekanan kepada pembalap di depannya.

Namun pada 2026, ia merasa kehilangan kemampuan untuk bertarung secara langsung.

“Bahkan tahun lalu kami tidak banyak melakukan overtaking, tetapi tahun ini saya belum melakukan overtaking yang benar-benar membuat saya bisa mempertahankan posisi. Itu sebabnya saya tidak menikmatinya sekarang,” kata Quartararo.

Proyek V4 Yamaha Tak Berkembang Sesuai Harapan

Faktor berikutnya adalah perkembangan motor Yamaha.

Yamaha memulai proyek besar dengan beralih dari mesin inline-four ke V4 pada 2026. Perubahan tersebut diharapkan menjadi jalan bagi Yamaha untuk mengejar ketertinggalan dari para rival Eropa.

Namun, Quartararo menilai perkembangan proyek tersebut tidak berlangsung secepat yang diharapkannya. Ia mengaku berharap perubahan besar terjadi setelah motor V4 pertama kali diuji di Barcelona pada September 2025.

Baca Juga  Penjualan Melesat Hingga Juli 2026, Kalla Toyota Rayakan Kinerja Positif Lewat Event Kemerdekaan di TSM

Masalahnya, menurut Quartararo, perkembangan besar yang ditunggu justru tidak kunjung datang.

“Saya berharap kondisinya jauh lebih baik dibandingkan sekarang, terutama melihat bagaimana kami melakukan tes pertama di Barcelona,” ujar Quartararo.

Menurutnya, setelah tes pertama tersebut, Yamaha tidak membuat langkah besar pada September, Oktober, dan November.

“Ketika memulai sebuah proyek baru, biasanya langkah awalnya besar, kemudian menjadi sulit untuk menemukan sepersepuluh detik terakhir. Tetapi kami tidak pernah benar-benar membuat langkah besar dari motor baru menjadi motor yang hampir satu tahun lebih tua,” jelasnya.

Bahkan Quartararo menyebut motor yang digunakannya masih sangat mirip dengan motor pertama yang diuji.

“Kami masih memiliki paket yang sangat, sangat mirip dengan motor pertama yang kami kendarai,” katanya.

Quartararo Menilai Yamaha Terlalu Lambat Mengambil Risiko

Inilah salah satu kritik paling tajam Quartararo terhadap Yamaha. Menurutnya, kesenjangan antara pabrikan Jepang dan pabrikan Eropa dalam beberapa tahun terakhir bukan hanya masalah teknologi, tetapi juga soal keberanian mengambil keputusan.

Quartararo menilai Ducati, Aprilia, dan KTM lebih cepat dalam mengambil keputusan dan berani mengambil risiko untuk mengembangkan motor.

“Sejak 2020 hingga sekarang, pabrikan Eropa sangat cepat dalam mengambil keputusan dan dalam jumlah risiko yang mereka ambil,” ujar Quartararo.

Sebaliknya, ia merasa Yamaha terlalu berhati-hati.

“Menurut saya, Yamaha dan Honda, setidaknya dari apa yang saya tahu di Yamaha, tidak mengambil cukup banyak risiko dalam pengembangan motor. Kami selalu terlalu lambat.”

Menurut Quartararo, pola tersebut menjadi salah satu alasan utama pabrikan Eropa mampu membuat jarak yang besar di MotoGP.

Lalu Mengapa Honda?

Pertanyaan terbesar kemudian muncul: mengapa Quartararo memilih Honda?

Jika alasan meninggalkan Yamaha adalah karena motor Jepang tersebut dinilai kurang berkembang, keputusan pindah ke Honda terlihat cukup berisiko.

Honda sendiri belum kembali menjadi kekuatan dominan MotoGP seperti era sebelumnya. Namun Quartararo mengatakan bahwa dirinya melihat sesuatu yang berbeda di Honda. Menurutnya, Honda kini bergerak lebih cepat dalam mengembangkan proyeknya.

“Saya melihat beberapa perubahan di Honda. Mereka mendapatkan berbagai hal jauh lebih cepat, dan saya pikir sekarang mereka tahu apa yang mereka butuhkan untuk bertarung dengan pabrikan lain,” kata Quartararo.

Bagi Quartararo, perubahan tersebut menjadi alasan penting untuk mempercayai proyek Honda 2027.

Honda Memiliki Jawaban yang Meyakinkan Quartararo

Quartararo juga mengungkapkan bahwa dirinya melakukan pembicaraan dengan beberapa pabrikan sebelum menentukan masa depannya.

Honda akhirnya menjadi pilihan setelah mampu memberikan jawaban yang ia cari.

“Kami melakukan banyak pertemuan dengan tim-tim berbeda. Dengan Honda, pertanyaan-pertanyaan saya benar-benar dijawab dengan baik dan itulah yang membuat saya ingin bergabung,” kata Quartararo.

Karena itu, Quartararo tidak menganggap kepindahannya ke Honda sebagai perjudian tanpa perhitungan.

Ia memang mengakui bahwa MotoGP 2027 akan menghadirkan banyak ketidakpastian karena regulasi baru, motor baru, serta ban baru.

Namun, menurutnya, ada cukup banyak informasi yang membuatnya yakin dengan proyek Honda.

Baca Juga  Dapat Sentuhan Baru, Honda Monkey Makin Ikonik dan Bikin Gemes

“Saya pikir ini adalah sebuah perjudian, tetapi saya telah melihat banyak hal,” ujarnya.

Era 850 cc Jadi Faktor Penting

Pergantian regulasi MotoGP pada 2027 juga menjadi salah satu alasan Quartararo berani mengambil keputusan besar.

MotoGP akan menggunakan mesin berkapasitas 850 cc dan regulasi teknis baru, sehingga peta persaingan berpotensi berubah.

Menurut Quartararo, motor yang kompetitif pada 2026 belum tentu menjadi motor terbaik pada 2027.

“Motor yang bekerja sekarang, dengan semua perubahan dan terutama ban, mungkin tidak akan bekerja tahun depan. Jadi tentu saja ini sebuah perjudian,” kata Quartararo.

Kondisi tersebut membuat Honda memiliki kesempatan untuk membangun kembali kekuatannya sejak awal era baru. Bagi Quartararo, kesempatan tersebut jauh lebih menarik dibandingkan terus menunggu perkembangan Yamaha.

Quartararo Pernah Berbicara dengan Suzuki dan Pabrikan Lain

Keputusan meninggalkan Yamaha juga bukan pertama kalinya Quartararo mempertimbangkan pindah pabrikan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah melakukan pembicaraan serius dengan Suzuki pada 2022.

Selain itu, sekitar dua tahun lalu ia juga berbicara dengan pabrikan lain yang tidak disebutkan namanya. Namun, pada saat itu Quartararo masih memilih bertahan bersama Yamaha.

Kini, setelah bertahun-tahun bersama Yamaha, ia merasa waktunya memang sudah tiba untuk memulai babak baru.

Tetap Berterima Kasih kepada Yamaha

Meski mengkritik perkembangan Yamaha, Quartararo tidak menutup kisahnya dengan kebencian. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa dirinya tetap berterima kasih kepada Yamaha.

Quartararo menghabiskan seluruh karier MotoGP-nya bersama Yamaha sejak debut pada 2019. Bersama pabrikan asal Jepang tersebut, ia meraih 11 kemenangan, 32 podium, dan satu gelar juara dunia pada 2021.

“Sejak 2019 hingga pertengahan 2022, periode yang saya jalani bersama Yamaha luar biasa,” kata Quartararo.

Namun, setelah melewati periode tersebut, ia merasa perubahan diperlukan.

“Saya merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjauh, mencari sesuatu yang baru. Saya pikir perubahan suasana akan bagus bagi saya,” ujarnya.

Quartararo Ingin “Menikmati” MotoGP Lagi

Pada akhirnya, alasan paling sederhana dari keputusan Quartararo mungkin justru bukan soal uang, statistik atau kontrak. Ia ingin kembali menikmati balapan.

Setelah bertahun-tahun menjadi salah satu pembalap terbaik di MotoGP, Quartararo tidak ingin menghabiskan masa terbaik kariernya hanya untuk bertahan di tengah persaingan.

Karena itu, Honda menjadi taruhan untuk membuka kembali peluang tersebut.

“Saya sangat ingin memulai proyek baru ini dan kembali menikmati balapan,” kata Quartararo.

Kepindahan ke Honda pun bukan jaminan Quartararo langsung kembali menjadi kandidat juara dunia. Namun bagi pembalap Prancis itu, keputusan tersebut memberikan sesuatu yang selama ini mulai hilang di Yamaha: keyakinan bahwa ada proyek baru yang bisa dibangun dan peluang untuk kembali bertarung di posisi depan.

Mulai 2027, Quartararo akan menghadapi tantangan baru bersama Honda. Setelah delapan tahun bersama Yamaha, “El Diablo” kini memilih mengambil risiko demi satu hal: kembali bersenang-senang di atas motor dan kembali mengejar kemenangan.`(**)

Share :

Baca Juga

Otomotif

HRI Team Management Perkuat Regenerasi Pembalap Muda, Ananda Zayn Neymar Siap Jalani Debut di MFoS 2026

Otomotif

Sprint Race MotoGP Belanda 2026, Trackhouse Ukir Sejarah Lewat Finis 1-2

Otomotif

Dapat Sentuhan Baru, Honda Monkey Makin Ikonik dan Bikin Gemes

Otomotif

Najmuddin Terpilih Aklamasi Pimpin IMI Sulsel Periode 2026-2030

Otomotif

Marc Márquez Sapu Bersih MotoGP Jerman 2026

Otomotif

Lebih Banyak Pilihan: GIIAS 2026 Jadi Babak Baru dengan Kehadiran BYD M6 EV & BYD M6 DM

Otomotif

Grand Prix Commission Rombak Regulasi MotoGP 2026, Jarak Grid Diperlebar Hingga Hapus Front holeshot Device

Otomotif

Bandung Jadi Kota Kelima BYD Tech Culture Fest 2026