Home / Pemerintahan

Jumat, 7 April 2023 07:14- WIB

Lorong Wisata Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi dan Tekan Inflasi di Makassar

Jakarta, Merata.Net – Gagasan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto membentuk Lorong Wisata (Longwis) di 15 kecamatan se – kota Makassar terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi di Kota Makassar.

Dengan program longwis ini mensupport pertumbuhan ekonomi di Makassar mencapai 5,40 persen dari sebelumnya 4,47 persen. Selain itu inflasi di Makassar juga turun, berdasarkan data BPS Kota Makassar bahwa sejak November tahun lalu mencapai 5,99 persen lalu turun mencapai 5,72 persen pada Februari 2023. 

Moh Ramdhan Pomanto mengatakan pandemi memberi kesempatan Pemkot Makassar untuk me-reset kembali ekonomi sehingga memulainya dengan ekonomi mikro berbasis lorong atau UMKM. 

“Program kami namakan lorong wisata, ada 5.000 lorong. Tahun lalu 1.096 dan tahun ini targetnya 1.000 lorong. Itu tidak lain untuk membangkitkan ekonomi mikro. Jika dimulai dari mikro maka kita akan sekaligus kerjanya karena termasuk menekan gini ratio atau kesenjangan ekonomi,” kata Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto di sela-sela acara Speak After Lunch Inews, di Jakarta, Kamis, (6/4/2023).

Baca Juga  Sebanyak 35 Karya Fotografer Ramaikan Lomba Foto Dispar Makassar 2022

Klaster-klaster ekonomi dengan lorong wisata itu memperkuat ekonomi, apalagi di dalamnya juga ada budidaya lobster, tanaman, UMKM dan banyak hal lain.

“Di longwis inilah saya ajak masyarakat menanam sejumlah komoditi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini sejalan dengan kebijakan pusat untuk memerangi inflasi, juga food security. Termasuk menguatkan hubungan sosial masyarakat karena adanya kerja sama di lorong,” ujar Danny.

Padahal, biasanya itu dilakukan di wilayah luas, tetapi di Makassar dilakukan di lorong-lorong. Makanya, Longwis kini menjadi ruang produktif dan etalase kota, beda dengan sebelumnya. 

Dari situ ekosistem pun terbentuk, termasuk digitalisasi dibuat dimasukkan ke big data Metaverse, seperti ada QR Code untuk penduduk, data pribadi, digital address, medical record, financial record, semuanya. Rumah-rumah dibuat tiga dimensi. Pun, mengukur tingkat sosial sehingga ada mitigasi sosial; social caring, social sharing.

Baca Juga  Pemkot Makassar Buka Pendaftaran Lelang 24 Jabatan Eselon II

Efek positif terhadap program ini pun membuat Presiden RI Joko Widodo senang. Lantaran harga komoditi pokok di Makassar terbilang stabil.

“Pak Presiden pekan lalu ke Makassar dan menanyakan harga-harga, termasuk harga cabai. Pak Presiden sampaikan harga cabai di Makassar Rp40 ribu per kg itu bagus sekali dibandingkan dengan Jakarta sampai Rp90 ribu. Jadi Pak Presiden katakan tidak perlu khawatir,” jelas Danny.

Meski begitu, ia mengaku agar tidak cepat berpuas diri pasalnya kinerja-kinerja terus dilakukan agar menekan inflasi hingga turun menjadi 4 persen. 

“Dinamika dari kota besar ialah inflasi makanya kita fight terus tercatat data terakhir inflasi Makassar 5,9 persen kita targetkan menjadi 4 persen,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Wali Kota Munafri Arifuddin Tunjuk Nielma Palamba Jadi Plh Sekda

Pemerintahan

Disupport Sofha Marwah Bahtiar, Anak Down Syndrome Asal Sulsel Ukir Prestasi Tingkat Nasional

Pemerintahan

Pemprov Sulsel Raih Penghargaan IGA 2023, Kategori Skor Tertinggi di Regional III

Pemerintahan

Revitalisasi Posyandu Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan.

Pemerintahan

Prosesi Annyorong Lopi Tandai Peresmian Dua Kapal Pinisi Pemkot Makassar

Pemerintahan

Andi Rachmatika Dewi Gelar Konsultasi Publik Ranperda TPPO

Pemerintahan

Aplikasi Onde-Onde dan TirtaVerse Jadi Unggulan PDAM Makassar

Pemerintahan

Pemilu di Sulsel Diprediksi Aman dan Lancar, Nyaris Tak Ada Kendala