Home / Internasional

Rabu, 18 September 2024 13:09- WIB

Hizbollah Sebut Ledakan Pager di Lebanon Ulah Israel

Ilustrasi pager Gold Apollo (Gold Apollo)

Ilustrasi pager Gold Apollo (Gold Apollo)

MERATA.NET – Sebanyak sembilan orang, termasuk seorang anak, tewas setelah pager genggam atau penyeranta yang digunakan oleh anggota kelompok bersenjata Hezbollah untuk berkomunikasi meledak di Lebanon, kata menteri kesehatan negara itu, Selasa (17/9/2024).

Ledakan dilaporkan terjadi di pinggiran Beirut selatan yang dikenal Dahiyeh, di kota Ali Al-Nahri dan Riyaq di lembah Beqaa Lebanon tengah, dan di Sidon dan Tirus di Lebanon selatan.

Baca Juga  Greenwood Ditahan Polisi dan Dikeluarkan dari Skuad MU

Pager bahkan meledak di lokasi tempat warga beraktivitas seperti pasar hingga sebuah toko.

Duta besar Iran untuk Lebanon termasuk di antara 2.800 orang yang terluka oleh ledakan serentak di Beirut dan beberapa wilayah lainnya.

Hezbollah, yang didukung oleh Iran, mengatakan penyeranta itu milik “pegawai berbagai unit dan lembaga Hezbollah”. Organisasi itu mengonfirmasi kematian delapan tentara.

Baca Juga  Pecco Bagnaia Kembali Sukses Raih Gelar Juara Dunia MotoGP 2023

Kelompok itu menyalahkan Israel atas peristiwa yang mereka sebut sebagai “agresi kriminal”. Hezbollah kemudian bersumpah akan melakukan “balasan yang adil”. Sejauh ini, militer Israel menolak berkomentar. (*)

Share :

Baca Juga

Internasional

Sebanyak 700 Alumni Australia Rayakan Acara Gig on the Green

Internasional

FOTO: Menang 3-1 di Emirates, Manchester City Kudeta Arsenal

Internasional

Halal bihalal Kedubes Australia bersama Alumni Australia

Internasional

Danny Pomanto Jadi Pembicara Dalam Side Events Workshop Internasional Forum Air Dunia ke-10 di Bali

Internasional

Erik Ten Hag Resmi Tukangi Manchester United

Internasional

Indonesia akan Berangkatkan 221 Ribu Jemaah pada Operasional Haji 2025

Internasional

Konflik Sudan, Dua Jenderal Tertinggi Bertanggung Jawab

Indonesiaku

AFF Suzuki Cup 2020 : Strategi Parkir Bus ala Shin Tae Yong, Vietnam Frustasi