MAKASSAR, Merata.Net – Hari kedua penayangan film Penerbangan Terakhir di Makassar berlangsung penuh kejutan di Studio XXI Panakukang, Jumat (16/1/2026). Pasalnya, dua cast film tersebut yakni Jerome Kurnia dan Nadya Arina hadir langsung menyapa para penonton.
Kedua pemeran tersebut langsung masuk di Studio 2 sesaat setelah film berakhir tayang yang disambut teriakan dan sorakan dari penonton yang terkejut kehadirannya
“Halo semua gimana filmnya?. Semoga terhibur ya, Jangan lupa kabarkan ke keluarga film ini. Tapi gak boleh spoiler adegan filmnya ya,” ujar Nadya Arina.
Sementara itu Jerome mengaku puas dengan animo penonton yang hadir dalam pemutaran film Penerbangan Terakhir. “Seru banget kita baru sampai siang tadi. Ramai banget antusiasnya. Puas banget,” ujarnya menambahkan.
Dalam momen interaksi bersama penonton, seorang ibu-ibu bahkan gemes dengan Jerome Kurnia yang sempat berusaha mencubitnya yang disambut gelak tawa penonton.
Film Penerbangan Terakhir telah tayang serentak di seluruh Bioskop di Indonesia pada Kamis, (15/1/2026). Film ini menampilkan kegilaan dan skandal panas dari dunia penerbangan yang melibatkan pilot dan pramugari.
Diperankan oleh Jerome Kurnia sebagai Kapten Deva, pilot playboy yang doyan love bombing kesejumlah pramugari dan tengah mendekati seorang pramugari bernama Tiara (Nadya Arina).
Awalnya, mulut manis dan kharisma Kapten Deva seperti sebuah kesempurnaan yang nyata. Tapi, semakin dalam Tiara dekat dengan Kapten Deva, ada banyak tipu daya dan manipulasi yang sulit dibedakan mana yang tulus dan tak sungguh-sungguh.
Belum lagi, kemunculan Nadia (Aghniny Haque) pramugari senior yang ternyata memiliki hubungan yang lebih dulu dengan Kapten Deva. Kemunculannya pun membuat cerita cinta manis Kapten Deva dan Tiara buyar.
Saat jumpa media, Jerome mengungkapkan ia lebih dulu mengikuti workshop dengan pilot aktif. Selain dikenalkan dengan beberapa fitur yang ada di kokpit pesawat, Jerome juga mempelajari sikap dan cara pilot dalam berperilaku baik di dalam pesawat maupun di bandara.
Bagi Jerome, salah satu yang menarik adalah di film ini tidak ada karakter yang benar-benar antagonis. Menurutnya, setiap karakter memiliki sudut pandang masing-masing yang akan membuat penonton pun merasa lebih dekat dengan dinamika permasalahan romansanya.
“Antara Kapten Deva, Tiara, dan Nadia, itu berada dalam sebuah situasi yang rumit. Ketiganya tidak benar-benar diposisikan sebagai siapa yang paling baik atau yang paling jahat. Mereka bertiga punya sudut pandang masing-masing yang akan membuat penonton berefleksi, masing-masing punya sisi negatif dan positifnya. Sangat human dramanya,” pungkasnya.
Bagi Jerome dan Nadya, yang juga menjadi pasangan di kehidupan nyata, dan dipasangkan di film ini, keduanya memiliki tantangannya tersendiri. Sebab, di film ini Kapten Deva dan Tiara adalah pasangan yang baru memulai perjalanan cinta mereka.
“Aku memerankan Tiara, yang sebenarnya adalah pramugari baru. Jadi dunia penerbangan itu baru baginya. Begitu pula dengan kisah percintaan, Tiara cukup baru. Ketika bertemu dengan Kapten Deva, Tiara akan menemukan masalah-masalah yang nantinya akan menjadi besar dan mengubah kehidupannya,” tukas Nadia. (**)










