Home / Pemerintahan

Rabu, 9 April 2025 12:22- WIB

FOTO: Mattompang Arajang 10 Ribu Badik dan Keris di Kabupaten Bone

WATAMPONE, Merata.Net – Pemkab Bone, Sulawesi Selatan menggelar acara Mattompang Akbar 10 ribu Bilah badik dan Keris.

Kegiatan Mattompang atau pembersihan ini dilaksanakan di Lapangan Merdeka, Watampone, Rabu (9/4/2025) pagi.

Mattompang Akbar ini merupakan rangkaian kegiatan yang digelar Pemkab  dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bone ke-695 tahun.

Acara Mattompang ini merupakan salah satu cara masyarakat khususnya pecinta benda pusaka untuk melestarikan budaya yang ada di Bone.

Forkopimda Kabupaten Bone pada kegiatan Mattompang Arajang. FOTO-FOTO/Yusri Ucci

Mattompang adalah salah satu cara untuk membersihkan dan merawat benda pusaka.

Baca Juga  Kalahkan Persiraja Banda Aceh 1-0, PSM Makassar Lolos dari Jerat Degradasi

Pada masa kerajaan, Mattompang merupakan ritual adat yang penuh kesakralan untuk menyucikan benda-benda pusaka Kerajaan.

Ritual Mattompang Arajang, sampai saat ini terus dilestarikan oleh Pemerintah Kabupaten Bone.

Mattompang Arajang digelar setiap tahunnya bertepatan dengan Hari Jadi Bone (HJB).

Prosesi Mattompang Arajang dilaksanakan oleh para Bissu atau restu Raja dengan menggunakan mata air tujuh atau Mellekke Toja.

Mellekke Toja ini terdiri dari Bubung Bissu, Bubung Barani, Bubung Tello, Bubung Laccokkong sebagai bahan pembersihan pusaka.

Tahap selanjutnya adalah Mappaota (Memmatorilangi) dan akhirnya Massosoro Mattompang Arajang.

Baca Juga  Hadiri Pemusnahan 940 Buah Sajam, Danny : Pembusuran di Makassar Berkurang
Pembersihan badik pada kegiatan Mattompang Arajang memperingati Hari Jadi Bone ke-695 tahun. FOTO-FOTO/Yusri Ucci

Benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Bone yang dibersihkan diantaranya Teddung Pulaweng (Payung Emas).

Selain itu, ada juga Salempang Pulaweng (Selempang Emas), Keris La Mattawa, Kalewang Lateya Riduni dan Kalweang Alameng.

Ada juga Pusaka Raja Bone Arung Palakka, Tombak Lasalaga, Alameng Tatarapeng senjata Ade Pitu.

Mattompang Arajang tidak hanya penting secara budaya, tetapi juga sebagai cara untuk merawat dan melestarikan sejarah serta identitas lokal Kabupaten Bone. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Hari Kedua Silaturahmi Kecamatan, Pjs Wali Kota Makassar Kunjungi Tiga Kantor Kecamatan

Pemerintahan

Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXIII, Gubernur Sulsel: Lao Sappa Deceng, Lisu Mappideceng

Pemerintahan

Diskominfo Gelar Forum OPD se-Sulsel

Pemerintahan

Masyakarat Tallo Sudah Bisa Nikmati Air Bersih PDAM Sebelum Ramadan

Pemerintahan

Pemerintah Pusat Setujui Konsep ‘Sombere’ Masuk di RPJPD Kota Makassar 2025-2045

Pemerintahan

Respon Wali Kota Appi Polemik Seleksi Paskibraka Nasional

Pemerintahan

Pasar Mulai Tertata, Pedagang Diberi Tempat Layak oleh Perumda Pasar

Pemerintahan

Bertolak dari Los Angeles, Wali Kota Danny Hadiri World City Summit 2022 di Singapura