Home / Uncategorized

Minggu, 7 Agustus 2022 05:44- WIB

Enam Fakta Warga Makassar Tidak Tahu Mitigasi Perubahan Iklim

Makassar, Merata.Net – Sesuai hasil kegiatan laporan survey tahunan yang dilakukan oleh Forum Komunitas Hijau (FKH) Makassar pada awal pertengahan Januari 2020 dengan sampling 14 Kecamatan di Kota Makassar.

Ditemukan sebanyak 48 % persen, mengetahui apa itu perubahan iklim tetapi 81.45 % warga kota Makassar tidak mengetahui dampak perubahan iklim yang terjadi di sekitar lingkungan mereka. Dan 78.65 % tidak mengetahui apa yang harus dilakukan sebagai warga kota dalam memitigasi dampak perubahan iklim tersebut.

Menariknya dari hasil survei FKH Makassar yang dikomandoi Ahmad Yusran dan kawan-kawan adalah, kecamatan yang dihuni dengan oleh warga dengan pendapatan rendah.

Terungkap bahwa kondisi kesehatan lingkungan terutama Malaria dan ISPA meningkat. Selain itu, berubahnya pola cuaca berpengaruh pada pendapatan mereka.

“Hasil temuan itu kemudian kami tindaklanjuti dengan memvalidasi melalui diskusi dan kajian sejumlah aspek bahwa di beberapa pemangku kepentingan seperti pemerintah kota Makassar dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan 4 representasi pemangku kepentingan lainnya menemukan beberapa poin yang berkorelasi dengan temuan survey komunitas,” kata Yusran dalam keterangan Pers di Baruga Angin Mammiri rumah jabatan Walikota Makassar, Sabtu 6 Agustus 2022.

Ke-enam poin tersebut
1) Pengetahuan dan Pemahaman dampak dan risiko perubahan iklim warga kota yang masih minim

2) Kualitas dan Kuantitas Ruang terbuka hijau (RTH) yang minim. 3) Partisipasi dan kolaborasi para pihak yang masih kurang dalam mendukung eksistensi fungsi RTH dalam mitigasi perubahan iklim

4) Tidak adanya pusat Data (data Base) RTH yang komprehensif

Baca Juga  Hasil Pertandingan BRI Liga 1 : PSM Makassar Kalahkan Madura United 1-0

5) Program pengembangan RTH tidak berbasis komunitas dan kolaboratif

6) Kurangnya Aturan pendukung kebijakan pengembangan dan pengelolaan RTH dan terintergrasi dengan usaha mitigasi perubahan iklim.

“Olehnya berdasarkan dari latar belakang tersebut, inisiasi program strategis kami lakukan bersama para pihak, menyusun sebuah program strategis yang berbasis kolaborasi untuk menjawab konteks masalah utama. Dimana diketahui bahwa perubahan iklim merupakan sebuah fenomena global karena penyebabnya bersifat global, yang disebabkan oleh aktivitas manusia di seluruh dunia. Dampak perubahan iklim dirasakan seluruh makhluk hidup di bumi,” ungkap Yusran.

Meskipun prosesnya perlahan, lanjut Ketua FKH Makassar ini membeberkan bahwa dampak perubahan iklim tidak dapat dihindari.

Upaya mitigasi dalam menghadapi perubahan iklim adalah menambah dan mempertahankan ruang terbuka hijau. Penanaman pohon memang sangat diperlukan karena kemampuannya menyerap CO2 sebagai salah satu GRK (gas rumah kaca) pemicu pemanasan global yang menyebabkan iklim berubah.

Solusi bersifat global dalam bentuk aksi lokal dari semua sektor.
Beberapa hal yang menjadi solusi dari hal tersebut secara umum adalah; solusi berbasis alam seperti menanam pohon, pengelolaan daerah aliran sungai, dan solusi drainase perkotaan yang berkelanjutan adalah salah satu tindakan yang paling menarik karena dampaknya dalam mengurangi risiko dan kelayakannya.

Selain itu FKH Makassar mengungkapkan bahwa solusi berbasis alam juga sering memberikan manfaat di luar adaptasi di bidang-bidang seperti dekarbonisasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesehatan.
Sebuah kolaborasi pentahelix (komunitas, pemerintah, swasta, akademisi dan media) yang terintegrasi (terstruktur dan terukur) diperlukan dalam peningkatan kualitas (daya dukung ekologis 30% lahan RTH) dan kuantitas (Potensi Biomassa Dan Karbon) Ruang Terbuka Hijau/RTH di kota Makassar yang secara efektif berdampak peningkatan upaya mitigasi perubahan iklim dan berdampak pada komunitas kota Makassar (pemberdayaan berbasis sirkular ekonomi pada komunitas kelompok rentan).

Baca Juga  Di MGN 2021, Wali Kota Makassar Semangati Anak Muda dengan Restorasi

“Oleh sebab itu, kami bersama Yayasan Hadji Kalla melalui program Lingkungannya bekerjasama dengan Forum Komunitas Hijau (FKH) Makassar, sebuah forum komunitas yang sangat konsen dengan aksi aksi hijau untuk pelestarian lingkungan hidup serta Pemerintah Kota Makassar melalui DInas Lingkungan Hidup menggalang semua pihak berkolaborasi bergotong royong dengan tema AKSI HIJAU TANGGUH IKLIM, yang sejalan dengan program proritas Pemerintah kota Makassar untuk peningkatan kualitas dan kuantitas RTH dikota Makassar sebagai solusi dalam mitigasi perubahan iklim,” jelasnya.

Kegiatan ini berbentuk penanaman pohon di jalur RTH dengan zona Tanjung Bunga ini selain itu juga digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 77 dengan melibatkan berbagai unsur antara lain; Kalla Group yang juga menyambut Ulang Tahun ke 70, Institut Teknologi dan Bisnis Kalla, Komunitas Relawan penanam dari berbagai wilayah di kota makassar, Forum Komunitas Hijau, Mahasiswa Pecinta Alam, Komunitas Ecobrick Makassar, CV, Resky Abadi, Etika Studio, dan dukungan dari Dunia usaha usaha.

“Semoga aksi ini akan selalu berkelanjutan dan semangat kolaborasi bergotong royong untuk menjaga bumi menjadi lebih berkembang dan berkelanjutan,” Yusran
memungkasi. (*)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Politisi Demokrat Sulsel, Fatmawati Wahyudin Gelar Temu Akbar Relawan, Hadirkan Fatmawati Rusdi di Tallo

Uncategorized

11 Jam Live TikTok Tanpa Putus Bareng Indosat, Dave Hendrik – Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI

Uncategorized

Semarakkan Festival Rebus, Wali Kota Makassar Gowes Menuju Pasar Terong

Uncategorized

Yayasan Sahabat Peduli Anak Makassar Gandeng Aston Makassar Gelar Buka Puasa

Uncategorized

KALLA dan PMI Distribusikan 2.500 Ton Bantuan ke Sumatera Melalui Kapal Kemanusiaan

Uncategorized

Ops Ketupat 2026, Personel Polrestabes Makassar Amankan Sejumlah Destinasi Wisata

Uncategorized

Bukit Baruga Teken MoU Bersama Bank Mandiri

Uncategorized

Bertahap, Pelajar SMA di Sulsel akan Ikuti Program Smart School