Makassar, Merata.Net – UPT Museum Kota Makassar Dinas Kebudayaan dengan bangga memperkenalkan Virtual Tour Museum sebagai bagian dari upaya inklusivitas dan inovasi proyek perubahan PKP Angkatan XXI, Nur Rahmiani. Hal ini tentu mempermudah akses ke kekayaan budaya dan sejarah.
Acara Museum Keliling yang digelar di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Makassar, Selasa (17/9/2024) menjadi momen penting untuk merayakan langkah maju dalam memperluas jangkauan layanan museum kepada semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Museum Kota Makassar Syaifuddin,menekankan bahwa Virtual Tour Museum adalah terobosan signifikan yang memungkinkan masyarakat.
Terutama bagi mereka yang menghadapi keterbatasan mobilitas, untuk menjelajahi koleksi museum tanpa harus berkunjung langsung.
“Virtual Tour ini dirancang untuk memberikan akses yang lebih inklusif dan luas. Kini, teman-teman di YPAC dan masyarakat luas dapat menikmati kekayaan budaya dan sejarah kami dengan lebih mudah dan nyaman,” ujarnya.
Keterlibatan langsung Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfida Attas yang juga merupakan salah satu pengurus YPAC Makassar, memberikan dorongan besar bagi terlaksananya proyek ini.
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap inklusivitas, tetapi juga mendorong terwujudnya akses yang lebih luas ke dunia sejarah dan budaya bagi komunitas difabel yang selama ini sering kali menghadapi keterbatasan akses fisik.
Melalui Virtual Tour, para siswa di YPAC Makassar dapat menjelajahi peninggalan bersejarah dan situs budaya yang sulit dijangkau secara fisik, tanpa perlu meninggalkan ruang kelas mereka. Teknologi ini menghadirkan gambar dengan resolusi tinggi dan informasi audio visual yang memungkinkan setiap pengunjung untuk memahami setiap detail sejarah secara menyeluruh.
“Dengan kehadiran Virtual Tour ini, kami berharap sejarah dan budaya bisa diakses oleh siapa saja, tanpa terkecuali. Ini adalah langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berbudaya,” ujar Ir. Hj. Andi Herfida Attas yang sangat aktif dalam inovasi ini.
Museum Kota Makassar, bersama YPAC, berkomitmen untuk terus mendorong aksesibilitas dan pelestarian sejarah melalui teknologi. Kolaborasi ini adalah bagian dari upaya untuk menjadikan sejarah hidup dan mudah dijangkau oleh seluruh elemen masyarakat, menjadikan Makassar sebagai kota yang inklusif dan penuh dengan nilai-nilai budaya yang lestari. (*)










