Home / Pemerintahan

Jumat, 15 Juli 2022 20:44- WIB

Data BPS: Penduduk Miskin Sulsel Turun 7,54 Ribu Jiwa

Makassar, Merata.Net – Jumlah penduduk miskin Sulawesi Selatan per Maret 2022 turun sebesar 0,15 persen atau 7,54 ribu jiwa dalam kurun waktu satu tahun. 

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan merilis, penduduk miskin Sulsel per Maret 2022 berjumlah 777,44 ribu jiwa atau 8,63%. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, per Maret 2021 penduduk miskin Sulsel berjumlah 784,98 ribu jiwa atau 8,78%. Artinya, angka kemiskinan Sulsel menurun 0,15%.

BPS juga merinci, pada waktu yang sama, maret 2021 ke maret 2022 disparitas kemiskinan wilayah perkotaan di Sulsel turun dari 12,05 persen menjadi 11,63 persen. 
 
Pelaksana Tugas Koordinator Fungsi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, Yan Hirmawan menyebutkan, angka kemiskinan penduduk Sulawesi Selatan bulan Maret tahun 2022 mengalami kenaikan 0,1% jika dibandingkan September 2021 lalu.
 
“Kemiskinan di bulan Maret tahun 2022 ini merupakan kemiskinan terendah dalam periode bulan Maret selama enam tahun terakhir,” ujarnya melalui pemaparan dari YouTube BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Jum’at (15/7/2022).
 
Yan juga mengatakan, data statistik menunjukkan jumlah penduduk miskin dari seluruh provinsi di Indonesia, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan masih lebih rendah dbandingkan kemiskinan secara nasional yang berada di angka 9,54 persen.
 
“Jika melihat penduduk miskin di seluruh provinsi Indonesia, kemiskinan di Sulsel masih lebih rendah dari kemiskinan nasional sebesar 9,54 persen,” sebut Ian.

Baca Juga  Aliyah Mustika Ilham: Damkar Garda Terdepan, Harus Tetap Siap, Profesional dan Responsif

Hal itu tidak lepas dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Di mana mulai terlihat upaya Pemprov Sulsel dalam pemulihan ekonomi serta menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
 
Yan melanjutkan, penurunan  angka kemiskinan Sulsel dipengaruhi beberapa faktor yang menunjukkan pertumbuhan positif. Di antaranya pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan I Tahun 2022 tumbuh sebesar 4,27 persen dari triwulan I Tahun 2021. Selanjutnya, Tingkat Pengangguran Terbukan (TPT) Februari tahun 2022 turun 0,04 persen dibandingkan Februari Tahun 2022.

Demikian juga dengan persentase pekerja setengah penganggur tahun ini turun sebesar 1,14 persen dibanding Februari tahun lalu. Selain itu, penurunan jumlah penduduk miskin Sulsel juga dipengaruhi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga pada triwulan I 2022 tumbuh sebesar 4,24 persen (y-on-y) dibanding triwulan I 2021.  
 
Lebih lanjut, Yan mengurai  angka kemiskinan penduduk di Sulsel diperoleh melalui survei sosial ekonomi nasional yang dilaksanakan dua kali dalam satu tahun, yakni di bulan Maret dan bulan September.
 
“Bahwa data kemiskinan Maret di 2022 ini didapatkan dari Susenas Maret 2022. Jadi survei yang dilaksanakan oleh BPS adalah survei ekonomi nasional yang dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun yaitu di bulan Maret dan September,” jelasnya.
 
Secara nasional, angka kemiskinan juga mengalami penurunan, dari 10,14 persen turun menjadi 9,54 persen. Sebanyak 13,10 juta penduduk miskin di perkotaan periode Maret 2021 turun menjadi 12,29 persen di Maret 2022. Lalu di perdesaan, dari 7,89 juta jiwa menjadi 7,50 juta jiwa di periode yang sama. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Tinjau Gudang KPU, Andi Arwin Azis: Logistik Pilkada Siap Didistribusikan

Pemerintahan

Giliran SMPN 24 Jadi Sasaran UPT Museum Makassar Gelar Museum Keliling

Pemerintahan

Pemerintah Perkuat Sinergi Nasional Hadapi Angkutan Lebaran 2026, Sulsel Jadi Simpul Strategis Transportasi Indonesia Timur

Hukum

Leonard Simanjuntak Pamit Pindah Tugas, Pj Gubernur Sulsel Berikan Penghargaan

Pemerintahan

Penanaman Jagung Serentak Program Mentan dan POLRI Berlangsung di Jeneponto

Pemerintahan

Indira Yusuf Ismail Sebut Soft Skill dan Hard Skill Kunci Kesuksesan Pemuda di Era Digital

Pemerintahan

Pemkot-DPRD Makassar Sepakati Dua Ranperda Jadi Perda

Kriminal

Kejati Bali OTT Oknum Bendesa Adat ‘Diduga Lakukan Pemerasan Investasi