Home / Pemerintahan

Selasa, 25 Oktober 2022 16:34- WIB

Cegah stunting di Kota Makassar, Dinkes gelar kegiatan diseminasi.

Merata.Net, Makassar.-Dinas kesehatan Kota Makassar melaksanakan kegiatan diseminasi dan Publikasi hasil pengukuran dan Perkembangan anak balita, hari Selasa (25/10/2022) di Novotel Makassar.

Kepala dinas kesehatan  Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin dalam sambutannya mengatakan bahwa pengukuran dan publikasi stunting adalah upaya pemerintah kota dalam memperoleh data update stunting, dimana berdasarkan ePPGBM Tahun 2021 prevalensi stunting Kota Makassar sebesar 5, 23% dan Tahun 2022 sebesar 4, 08%.

“Pengukuran dan publikasi stunting adalah upaya pemerintah kota untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini  pada skala layanan puskesmas, kecamatan, dan kelurahan. Hasil pengukuran tinggi  badan anak di bawah lima tahun serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat  komitmen  pemerintah dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting.”ungkapnya.

Baca Juga  Lomba Make Up Pasangan Pemkab Gowa, Bupati Adnan Kalah

Lanjut ibu kadis sapaannya, ia mengingatkan kepada seluruh peserta bahwa pentingnya hal tersebut adalah sebagai upaya pencegahan dan penanganan  stunting di kota Makassar.

” saya mengingatkan  kembali bahwa  pentingnya hasil pengukuran pertumbuhan balita sebagai dasar upaya pencegahan dan penanganan stunting.  Oleh karena itu saya mengajak kepada kita semua  untuk terus menerus memantau pertumbuhan dan perkembangan balita sehingga kita dapat mengetahui  status gizi setiap anak dan  jika terdapat gangguan pertumbuhan dan perkembangan maka dapat ditangani lebih dini,  sehingga diharapkan dari tahun ketahun terjadi penurunan prevalensi  stunting serta mencegah munculnya kejadian stunting yang baru di Kota Makassar” Jelas, kadis  yang bergelar Dokter ini.

Baca Juga  Jelang APEKSI, Wawali Fatma Kunjungi Sejumlah Longwis

Ibu kadis  menambahkan, kejadian stunting di Kota Makassar berdasarkan e-PPGBM dapat dipengaruhi  oleh beberapa  determinan  diantaranya terdapat anggota keluarga yang merokok  ( 60,97%), tidak memiliki JKN ( 35,31%), riwayat ibu hamil KEK (23,34%), Infeksi kecacingan  (11,8%), penyakit penyerta (5, 82%), tidak tersedia  air bersih (0,96%), Tidak tersedia jamban sehat (2,40%)

Diketahui Berdasarkan Pepres No 72 Tahun 2021 bahwa Strategi Nasional Percepatan penurunan Stunting  berupa langkah-langkah dengan  Lima  Pilardalam rangka pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pencapaian target prevalensi stunting yang diukur pada usia balita. (Sri)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Andi Arwin Azis Akhiri Masa Jabatan sebagai Pjs Wali Kota Makassar

Pemerintahan

Lewat Program Pak Camat Menyapa, Andi Irdan: Kami Banyak Menerima Aspirasi dan Masukan Masyarakat

Pemerintahan

Hanya 21 dari 24 Pejabat Eselon II Pemkot Makassar Dilantik, Tiga Terkendala di Pusat

Pemerintahan

Gubernur Andi Sudirman Beri Bantuan Sejumlah Kapal Perikanan Senilai Rp 3,5 Miliar di Selayar

Pemerintahan

Bappeda Makassar Ikuti Rakor dan Monitoring Program RISE di Untia

Pemerintahan

Persiapan Penilaian Adipura 2023, Pj Sekda Makassar Imbau OPD Terkait Fokus Pembenahan

Bisnis

Gandeng Pemkot Makassar, Bank Sulselbar Sosialisasi Penggunaan QRIS untuk Penghuni Rusunawa

Pemerintahan

Aliyah Mustika Ilham Bersama BKKBN Sulsel, Bahas Strategi Cegah Stunting