Home / Indonesiaku / Pemerintahan

Sabtu, 26 Maret 2022 18:05- WIB

Mobilitas Mudik Lebih Besar dari MotoGP Mandalika, Vaksinasi Booster Syarat yang Tepat

Jakarta, Merata.Net – Mobilitas mudik dinilai lebih masif karena melibatkan puluhan juta orang daripada mobilitas acara MotoGP Mandalika. Sehingga perlu vaksinasi booster untuk mengurangi risiko jika tertular COVID-19.

Pemerintah mewajibkan vaksinasi booster untuk meningkatkan kekebalan imunitas masyarakat mengingat mobilitasnya lebih masif daripada acara MotoGP Mandalika.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan diwajibkannya vaksinasi booster tidak semata-mata tanpa pertimbangan yang jelas.

”Mobilitas masyarakat yang masif memungkinkan penularan COVID-19 yang lebih tinggi. Maka dari itu vaksinasi booster penting dilakukan untuk membantu mengurangi dampak kesakitan jika tertular COVID-19,” katanya di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (25/3/2022).

Baca Juga  Indikator Penanganan Covid-19 Konsisten Menunjukkan Perbaikan Seminggu Terakhir

Hasil survey Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan tentang mudik lebaran 2022 diketahui potensi masyarakat yang akan melakukan mudik berjumlah sekitar 80 juta orang. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah penonton acara MotoGP Mandalika yang dibatasi maksimal sebanyak 60 ribu orang.

Selanjutnya, mudik merupakan momentum bersilaturahmi dan mengunjungi orang tua. Risiko penularan akan lebih berbahaya jika penularan terjadi pada orang tua atau Lansia di kampung halaman.

Dengan demikian, lanjut dr. Nadia, vaksinasi booster tetap harus dilaksanakan. Pemberian vaksinasi booster tetap mengacu pada interval pemberian vaksinasi, mulai dari vaksinasi pertama, vaksinasi kedua, hingga vaksinasi booster.

Baca Juga  Gubernur Andi Sudirman dan Bupati Soppeng Tanam Bibit Murbei

”Bagi masyarakat yang belum vaksinasi booster dan kebetulan akan melakukan mudik, diharapkan segera melakukan vaksinasi jika telah tiba waktunya. Vaksinasi booster bisa disuntikkan minimal setelah tiga bulan kepada orang yang sudah divaksinasi lengkap,” ucap dr. Nadia.

Dengan masifnya vaksinasi, merupakan upaya komunal, tidak hanya untuk melindungi diri, juga sekaligus melindungi masyarakat Indonesia terutama para orang tua dari risiko kematian dan kesakitan akibat COVID-19.
”Mari hentikan perdebatan. Tujuan vaksinasi utk melindungi masyarakat dari kematian akibat Covid 19. Bukan untuk mempersulit mobilitas,” tutup dr. Nadia.

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Respon Wali Kota Appi Polemik Seleksi Paskibraka Nasional

Pemerintahan

Perumda Pasar Karya Renovasi Pasar Terong, Sebagai Alternatif Pedagang di Jalan Sawi

Indonesiaku

Indosat Ooredoo Hutchison Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Makassar

Indonesiaku

Dikejar Target Net Zero Emission, Indonesia Butuh Terobosan Cepat untuk Optimalkan Potensi Bioenergi

Indonesiaku

Berbagi Berkah Ramadan, KPF Makassar Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Panti

Pemerintahan

Wali Kota Appi Tinjau Lahan Alternatif Pekuburan di Maros

Indonesiaku

FOTO: Ditlantas Bersama Propam Polda Sulsel
Gelar Penertiban Internal Personel

Indonesiaku

Anaknya Bebas, Ibu Kru Kapal yang Disandera Milisi Al Houthi Berharap Anaknya Bisa Pulang ke Indonesia