MERATA.NET – Timnas Putri Indonesia menegaskan kesiapannya menghadapi AFF Women’s Cup 2026. Sehari jelang laga perdana, pelatih kepala Satoru Mochizuki menyatakan Garuda Pertiwi datang dengan tekad mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi 2024, sekaligus menjadikan turnamen ini sebagai bagian dari proses membangun tim yang semakin matang.
Turnamen AFF Women’s Cup 2026 akan berlangsung di Kuala Lumpur Football Stadium, Cheras, Malaysia, pada 10-22 Juli 2026. Indonesia yang berstatus sebagai juara bertahan tergabung di Grup B bersama Timor Leste dan Kamboja.
Dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan, Mochizuki mengaku merasa bangga dapat kembali memimpin Garuda Pertiwi di ajang sepak bola putri paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.
“Saya merasa sangat terhormat bisa mengikuti turnamen ini,” ujar Mochizuki pada konferensi pers jelang pertandingan, Kamis 9 Juli 2026 siang.
Meski mengakui persiapan tim belum sepenuhnya ideal, pelatih asal Jepang tersebut menilai situasi serupa juga dialami peserta lainnya. Menurutnya, proses membangun kekompakan menjadi tantangan utama karena para pemain berasal dari berbagai klub dan daerah.
“Persiapan kami memang belum bisa dikatakan sempurna. Namun, saya rasa kondisi itu juga dialami oleh semua tim peserta. Karena para pemain berasal dari berbagai klub dan daerah yang berbeda, kami membutuhkan waktu untuk membangun kombinasi permainan. Menurut saya, sejauh ini kekompakan dan kerja sama antarpemain sudah mulai terbentuk,” katanya.
Sebagai juara bertahan AFF Women’s Cup 2024, Mochizuki menegaskan target utama Garuda Pertiwi adalah mempertahankan trofi. Namun, ia juga ingin melihat perkembangan kualitas permainan tim sebagai bekal menghadapi agenda-agenda penting berikutnya.
“Hal yang paling kami utamakan adalah mempertahankan gelar juara. Pada edisi sebelumnya kami berhasil menjadi juara, sehingga target kami kali ini adalah meraih gelar kedua secara beruntun,” jelasnya.
“Pada turnamen sebelumnya, fokus kami sepenuhnya adalah memenangkan pertandingan. Namun kali ini, selain ingin meraih kemenangan, kami juga ingin melihat perkembangan tim sebagai bekal untuk menghadapi tantangan berikutnya,” ungkap Mochizuki.
Menghadapi Timor-Leste pada laga pembuka pada 10 Juli di Kuala Lumpur Football Stadium, pada 19.45 WIB besok, Mochizuki menaruh respek kepada calon lawannya.
“Mengenai Timor-Leste, saya mendengar mereka adalah tim yang bagus. Tetapi, seperti yang selalu saya yakini, siapa pun lawan yang dihadapi, yang terpenting adalah tim kami mampu beradaptasi dengan situasi di lapangan,” ujarnya.
“Karena itu, dalam setiap sesi latihan saya selalu mendorong para pemain untuk berpikir. Saya ingin mereka terus berpikir selama berlatih. Saya tidak banyak memberikan instruksi seperti ‘lakukan ini’ atau ‘lakukan itu’. Saya ingin para pemain sendiri yang mengamati situasi, saling berkomunikasi, dan menemukan solusi di lapangan.”
“Harapan saya, mulai pertandingan besok, tim ini dapat bermain dengan cara seperti itu,” tegasnya. (**)










