Home / Komunitas / Pemerintahan

Senin, 19 September 2022 13:20- WIB

Wali Kota Sebut Ojol Day Pemantik Beralih ke Transportasi Publik

Makassar, Merata.Net – Ojek Online (Ojol) Day yang dicanangkan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya budaya memanfaatkan transportasi publik secara massal.

Penerapannya diharapkan tidak hanya di kalangan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, tetapi dapat meluas ke seluruh masyarakat.

Jika tak ada aral melintang, Ojol Day dimulai pada Selasa (20/9/2022). September. Langkah ini juga menjadi salah satu upaya mengendalikan inflasi yang dipicu sektor energi atau bahan bakar minyak (BBM).

“Jadi Ojol Day ini kita harapkan menjadi awal bagi lahirnya budaya baru di kalangan masyarakat kita. Membudayakan menggunakan transportasi publik. Ojol sebagai langkah awal dan akan diperluas ke transportasi publik lainnya,” jelas Danny, Minggu (18/9/2022).

Diketahui, ada sejumlah transportasi publik yang beroperasi di Makassar dan sekitarnya mulai dari becak, pete-pete atau angkot, bentor, Teman Bus, dan Bus Rapid Transit (BRT). Ke depannya, ASN Pemkot Makassar diharapkan menjadi kelompok masyarakat pertama yang membudayakan pemanfaatan transportasi publik minimal sehari dalam sepekan.

Baca Juga  Wali Kota Danny Imbau OPD dan Warga Makassar Siaga Banjir

Selain pengendalian inflasi, lanjut Danny, manfaat lain dari Ojol Day dapat terjadi pemerataan ekonomi. Sebab, para driver Ojol yang merupakan mitra dari perusahaan platform layanan transportasi menjadi salah satu kelompok masyarakat yang terdampak langsung terhadap kenaikan BBM.

“Manfaat lainnya dari Ojol Day ini ialah persoalan lingkungan, upaya kita mengurangi emisi karbon kendaraan bermotor. Dan juga pemerataan ekonomi, di mana sektor transportasi yang paling pertama terdampak kalau BBM naik,” jelas Danny.

Melalui kebijakan ini, Danny menegaskan akan menjadi titik tolak agar perlahan ASN di lingkup Pemkot Makassar beralih menggunakan moda transportasi yang tersedia.

Sebab, menurut Danny, membuat kebijakan diperlukan proses penerimaan. Kebiasaan yang berulang bisa menjadi perubahan perilaku dan menjadi budaya baru.

Baca Juga  Selama F8 2024, Bapenda Makassar Capai Target Pembayaaran PBB di Angka 3 Milyar

“Inilah titik tolaknya, pelan-pelan ASN maupun Laskar Pelangi di Makassar tidak pakai kendaraan pribadi. Paling tidak satu hari saja dulu dalam sepekan, kita pilih hari Selasa,” terang Danny.

“Kemudian perlahan meluas ke jasa moda transportasi publik lainnya, ada pete-pete, BRT, ada juga Teman Bus. Setelah ASN kita sasar warga juga nanti, ini adalah persoalan pembiasaan yang harus ada titik baliknya dan inilah saatnya,” sambungnya.

Tidak lupa Danny menyampaikan segala masukan dan kritikan yang telah ditujukan kepada kebijakan ini. Baginya, itu adalah bentuk kepedulian terhadap Makassar, khususnya persoalan transportasi.

“Tentunya masukan dan kritik kita apresiasi. Itu adalah bentuk kecintaan dan perhatian untuk Makassar dan dunia transportasi. Kita lihat dulu penerapannya lalu kita evaluasi dan sempurnakan,” tuturnya. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Di HUT Bantaeng, Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan RP 800 Juta untuk Masjid Raya Bantaeng

Pemerintahan

Wawali Aliyah Dukung Penuh Rangkaian HUT IBI ke-75 dan Penguatan Peran Bidan di Makassar

Pemerintahan

Ketua DPRD Makassar Minta Pemkot Ambil Langkah Tegas Lawan Mafia Tanah

Pemerintahan

Kota Makassar Raih PPD Kategori Kinerja Tinggi di Puncak Hari OTDA XXIX

Pemerintahan

Implementasi Germas, Tekan angka Stunting di Kota Makassar

Pemerintahan

Dana Kelurahan Kota Makassar Bertambah Rp350 Juta Tahun 2023

Pemerintahan

Gubernur Sulsel Salurkan 70 Truk Program Mandiri Benih Tahap 3

Pemerintahan

Pemprov Sulsel Beri Bantuan Hibah ke Sejumlah Sarana Ibadah