Home / Pendidikan

Selasa, 11 Januari 2022 14:29- WIB

Tanggapi Video Kekerasan, Kadisdik Makassar : Itu Cuman Konten Lucu Bukan Video Kekerasan

MAKASSAR, MERATA.NET- Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin angkat bicara terkait viralnya video perkelahian yang melibatkan beberapa siswi di Kota Makassar

Dia mengatakan video yang beredar itu hanya sekedar konten lucu-lucuan. Hal ini ia katakan setelah melakukan pertemuan dengan dengan siswa tersebut dan pihak keluarga siswa.

“Kami anggap bahwa ini adalah konten karena setelah kami klarifikasi dengan orangtua (siswa), ini kan ada lucu-lucunya.
Lucunya seperti apa jadi pada saat anak ini berkelahi ada yang minum dulu ambil tenaga, ada juga bilang makan dulu supaya kuat, nah inikan konten,” ujar Muhyiddin kepada awak media di SMPN 21 Makassar Jalan Minasa Karya.

Dari keterangan pihak sekolah, kejadian tersebut terjadi di depan halaman sekolah SMPN 21 Makassar, Jalan Minasa Karya Kelurahan Karunrung Kecamatan Rappocini pada hari Jumat (7/1/2022) lalu.

Dia juga menyatakan, jika siswi yang ada dalam video itu, semuanya merupakan sisiwi SMPN 21 Makassar. Sehingga ia menampik adanya perkelahian antar sekolah, pasalnya dalam video itu juga nampak salah satu siswi ada yang mengenakan seragam SMPN 13 Makassar.

Baca Juga  SD Islam Athirah Kunjungi Benteng Rotterdam, Mengenal Keberagaman Budaya Indonesia

Olehnya itu, ia menghadirkan Kepala Sekolah SMPN 13 Makassar dan Sekolah SMPN 21 Makassar agar memastikan jika kedua sekolah jika berita yang beredar tersebut bukan perkelahian antar sekolah SMPN 13 Makassar dan Sekolah SMPN 21.

Muhyiddin tak menampik jika dalam video itu ada salah satu siswi dari SMPN 13 Makassar. Ia merupakan salah satu keluarga dari siswi SMPN 21 Makassar yang kebetulan sedang pulang bersama. Namun saat itu ia juga hadir saat kejadian.

“Saya tekankan bahwa memang kelihatan ada 2 sekolah padahal kalau dilihat dalam video terjadi perkelahian antar sekolah padahal itu tidak benar,” tandasnya.

Menepis isu kekerasan itu, ia pun menegaskan video yang beredar itu hanya sepotong yang cuman menampilkan adegan kekerasannya saja padahal video fullnya tidak seperti itu.

“Kenapa saya katakan konten karena pada saat melakukan (konten) seperti terlihat pada saat tenaga tidak ada dia (siswa) minta minum dulu terus lanjut lagi karena kebiasaan orang lain berkelahi lanjut terus sampai babak belur, kan yang terjadi tidak ada babak belur,” ungkapnya.

Baca Juga  Bantu Pendidikan Calon Guru, PUKAT KAMS dan STUVO Gelar Drama Musikal “A Star is Born”

Selain itu, dia mengungkapkan sebelum video itu viral sebenarnya sudah selesai persoalan karena memang kejadiannya tidak jauh dari area sekolah sehingga pihak kepala sekolah dan guru BP yang ada di sekolah itu menyelesaikan cepat karena ini tidak urgent tidak ada sampai saling lapor kepihak kepolisan.

Olehnya itu, kami pihak Dinas Pendidikan meminta kepada pihak sekolah bagaimana kita mengawasi, memantau dan mengingatkan siswa agar hal ini tidak terulang. Jangan sampai mereka anggap hanya sekedar main-main pada hal itu masuk konten kekerasan.

“Kami minta kepada seluruh masyarakat Kota Makassar apa yang dibayangkan dalam video setelah kami klarifikasi itu sudah tidak ada masalah,” tutupnya. (Dar)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Siswa Athirah Temukan Obat Insomnia dari Daun Tumbuhan Putri Malu

Pendidikan

Asosiasi Travel Agent Indonesia dan Poltekpar Makassar Gelar Pelatihan MICE untuk Tingkatkan Kompetensi Pariwisata

Pendidikan

Sekolah Islam Athirah Gelar MPLS Sambut 814 Peserta Didik Baru

Pendidikan

Menuju ANBK, SD Islam Athirah Racing Centre Matangkan Persiapan

Pemerintahan

Digelar UPT Museum Makassar, Museum Keliling Sapa Warga Pulau Barrang Lompo

Pendidikan

SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga Raih Juara 1 Robotik Nasional WIRC 2026

Pendidikan

Perkuat Soft Skill dan Pengembangan Diri, Kalla Institute Dorong Mahasiswa Jadi Talenta Unggul

Pendidikan

Telkomsel dan Quipper Umumkan Top Skorer Program Ilmupedia Tryout Akbar UTBK 2023