LUWU UTARA, Merata.Net — Ada pemandangan menarik yang konsisten tersaji jika Anda berselancar di akun Instagram Resmi Bupati Luwu Utara, @andirahim_masamba. Di saat banyak kepala daerah terjebak dalam pola publikasi yang seragam dan kaku, Andi Rahim justru berhasil mendobrak tren tersebut melalui sebuah formula konten yang unik.
Halaman utama atau slide pertama unggahannya tetap menampilkan foto formal kedinasan yang berwibawa. Namun, kejutan besar justru menanti netizen saat mereka menggeser ke slide kedua dan ketiga.
Di balik tampilan awal yang formal, slide kedua menampilkan sisi humanis sang bupati berupa tangkapan layar (screenshot) percakapan WhatsApp yang penuh dengan gombalan dan rayuan romantis kepada istrinya, yang juga Ketua TP PKK Luwu Utara.
Tren visual ini sekilas mengadopsi format fiksi populer ala Alternate Universe (AU) yang belakangan ini sangat digandrungi di platform Threads dan X, di mana cerita dibangun lewat jalinan obrolan aplikasi pesan instan. Keunikan tidak berhenti di situ, di sela-sela obrolan intim tersebut, terselip pesan substansial mengenai program kerja, kebijakan, maupun prospek perkembangan daerah.
Fenomena ini memantik perhatian serius dari berbagai kalangan, termasuk para praktisi komunikasi publik. Arumspink, seorang trainer komunikasi, konten kreator, sekaligus motivator, memberikan pandangan mendalam mengenai strategi digital yang diterapkan oleh @andirahim_masamba ini.
Pria yang akrab disapa Kak Pipink ini melihat pola tersebut sebagai sebuah terobosan komunikasi politik yang cerdas, yang berhasil menjembatani protokoler formal dengan realitas media sosial masa kini.
“Menurut saya, ini adalah bentuk komunikasi media sosial yang keren dan sangat kekinian,” ujar Arumspink saat kami hubungi. “Polanya sangat menarik karena mirip format konten AU yang sedang tren di Threads. Begitu masyarakat melihat foto formal di slide pertama dan menggeser ke slide kedua, mereka disuguhkan percakapan pribadi beliau dengan istri. Di sinilah letak kecerdasannya, karena di dalam obrolan WhatsApp yang santai dan penuh gombalan itu, selalu ada pesan kuat tentang kegiatan atau prospek perkembangan daerah.”
Lebih lanjut, Arumspink memaparkan bahwa penggunaan tangkapan layar percakapan WhatsApp sebagai media penyampaian pesan memberikan efek kedekatan yang luar biasa bagi audiens. Ketika informasi penting seperti rencana pembangunan pabrik sawit baru di Luwu Utara atau agenda Ketua PKK yang akan memamerkan produk lokal di pameran Dekranas Makassar, disisipkan ke dalam obrolan personal, informasi tersebut menjadi jauh lebih mudah dicerna. Masyarakat merasa dilibatkan dalam ruang obrolan yang riil dan hangat, bukan sekadar membaca pengumuman sepihak.
Sebagai seorang pakar konten dan trainer komunikasi, Arumspink menilai ada nilai tambah yang luar biasa dari balik layar pengelolaan akun media sosial ini. Baginya, siapa pun sosok di balik kemudi akun @andirahim_masamba, hal tersebut tetap mencerminkan kualitas kepemimpinan sang bupati yang visioner di era keterbukaan informasi.
“Jika akun ini dikelola langsung oleh bupati sendiri, itu merupakan pencapaian yang sangat keren dan patut diacungi jempol karena beliau sangat melek digital,” ungkap Arumspink. “Begitupun apabila konten-konten kreatif ini dikelola oleh tim admin, maka kita bisa menyimpulkan bahwa Andi Rahim benar-benar pemimpin yang tahu cara memilih kebutuhan yang tepat di tengah arus digitalisasi ini. Beliau mampu menempatkan orang-orang kreatif yang paham cara merebut perhatian publik.”
Dari sudut pandang analisis kebijakan publik dan media, ulasan kritis dari Arumspink ini menegaskan bahwa diseminasi informasi daerah harus terus bergerak dinamis. Apa yang dilakukan oleh Bupati Luwu Utara memberikan pelajaran penting bahwa sebuah kebijakan publik yang berat sekalipun bisa dikemas secara kreatif agar mendapat perhatian luas. Mengaitkan agenda strategis daerah dengan dinamika kehidupan sehari-hari terbukti menjadi metode edukasi yang sangat efektif bagi masyarakat modern.
Ulasan dari Arumspink ini membuka mata kita bahwa komunikasi politik tidak selamanya harus bersandar pada rilis berita yang panjang dan monoton. Keberhasilan Luwu Utara dalam memanfaatkan algoritma media sosial lewat kombinasi visual formal dan ruang privat yang romantis patut menjadi contoh.
Pada akhirnya, inovasi ini membuktikan bahwa di tangan pemimpin yang memahami komunikasi digital, pesan pembangunan dapat tersampaikan dengan cara yang sangat humanis dan berdampak luas. (**)










