Home / Bisnis / Ekonomi

Rabu, 2 Maret 2022 12:04- WIB

Semen Indonesia (SIG) Bukukan Pendapatan Tahun 2021 Sebesar Rp34,96 Triliun

Edupark atau program perkebunan, pertanian, perikanan dan peternakan terpadu (P4T) di sekitar Pabrik PT Semen Gresik, Rembang. Foto/Semen Indonesia

Edupark atau program perkebunan, pertanian, perikanan dan peternakan terpadu (P4T) di sekitar Pabrik PT Semen Gresik, Rembang. Foto/Semen Indonesia

Jakarta, Merata.Net – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan Kinerja Keuangan Konsolidasian tahun 2021 dengan ringkasan sebagai berikut:

Kinerja Keuangan Konsolidasian tahun 2021:

  • Pendapatan tercatat sebesar Rp34,96 triliun.
  • Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp24,01 triliun, naik 2,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp23,35 triliun.
  • Laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp2,02 triliun. 

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, pada tahun 2021, SIG mencatatkan total pendapatan sebesar Rp34,96 triliun. Beban pokok pendapatan meningkat 2,8% YoY menjadi Rp24,01 triliun. Selain karena peningkatan volume penjualan, peningkatan beban pokok pendapatan juga disebabkan oleh kenaikan biaya bahan bakar, sejalan dengan kenaikan harga batubara yang signifikan sepanjang tahun 2021.

Di tengah tantangan persaingan industri bahan bangunan yang semakin ketat serta kenaikan harga batubara yang signifikan, SIG mampu melalui tahun 2021 dengan pencapaian kinerja penjualan yang baik. Total volume penjualan SIG pada tahun 2021 meningkat 1,6% menjadi 40,47 juta ton dari tahun 2020 sebesar 39,85 juta ton, terutama dikontribusikan oleh peningkatan penjualan regional yang tumbuh seiring dengan meningkatnya kegiatan ekonomi di berbagai negara tujuan ekspor.

Baca Juga  Pembebasan Lahan Akses Jalan Tol MNP Dibangun Akhir Tahun 2021

Pada tahun 2021, SIG telah melakukan beberapa program kerja yang salah satunya adalah Sustainability Initiatives yaitu untuk mendukung upaya penurunan emisi karbon. Program kerja tersebut diantaranya adalah penurunan clinker factor, peningkatan pemakaian alternative fuel dan efisiensi energy (listrik dan thermal).

SIG juga melakukan pengendalian emisi yang dihasilkan pada proses produksi melalui pemanfaatan teknologi sistem electrostatic precipirator, conditioning tower, dan bag filter di pabrik untuk mengelola emisi debu. Selain itu, SIG juga memanfaatkan panas gas buang dari proses pembakaran sebagai pembangkit listrik dengan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Tuban dan Indarung. 

Baca Juga  Jadikan Belajar Sebagai Gaya Hidup: Langkah Menuju Hidup Berkualitas

“SIG juga memanfaatkan sampah kota yang sebelumnya telah diolah menjadi Refused Derived Fuel (RDF) sebagai energi alternatif pengganti batu bara di Pabrik Narogong dan Cilacap. Pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini merupakan solusi untuk pengelolaan lingkungan masyarakat yang lebih baik”, ujar Vita Mahreyni.

SIG dalam pemimpin penyedia solusi bahan bangunan telah memperoleh sertifikat Green Label untuk produk semen PwrPro, selain itu juga membangun kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC) dalam mengembangkan solusi bahan bangunan dan kemampuan dalam pengelolaan limbah, serta meraih penghargaan PROPER Hijau (melebihi kepatuhan) dari KLHK yang menunjukkan komitmen kami dalam menerapkan Perlindungan Lingkungan. (*)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Berbagi Kasih, KPF Makassar Bagikan Bingkisan-Buka Bersama Anak Panti Asuhan

Bisnis

Kalla dan Apindo Sulsel Gelar CEO Business Forum 2022 Ulas Peluang Bisnis Multisektor di Sulsel

Bisnis

Telkomsel Perkuat Pengalaman Roaming Global di Era Konektivitas 5G

Bisnis

Kesempatan Terakhir, Buruan Dapat Diskon PPnBM 0% di Gebyar Toyota Kalla

Ekonomi

Inflasi Terkendali Jadi Pendukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Bisnis

Sebagai Konsultan Keuangan, Abdul Razak Baru 3 Bulan Kerja Sudah Bisa Beli Mobil

Bisnis

Hyundai Gandeng Institut Teknologi Bandung Tingkatkan Pengalaman Berkendara Sesuai Kebutuhan Indonesia

Bisnis

Indonesia Shopping Festival 2025: Dorong Konsumsi, Angkat UMKM, dan Perkuat Optimisme Ekonomi Nasional