MAKASSAR, Merata.net – Pelatih anyar PSM Makassar, Darije Kalezic, mengaku sangat bahagia bisa kembali menukangi Juku Eja setelah tujuh tahun meninggalkan klub tersebut.
Dalam konferensi pers perkenalannya, Minggu (19/7/2026), Darije menegaskan keputusannya kembali bukan semata karena tawaran pekerjaan, melainkan karena merasa terpanggil membantu PSM bangkit dari keterpurukan.
Darije mengungkapkan, sebelum menerima tawaran manajemen, ia terlebih dahulu mengamati perkembangan PSM dalam beberapa bulan terakhir.
Dari hasil analisanya, ia menilai performa tim mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Saya melihat PSM tidak tampil seperti yang saya harapkan. Ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik sehingga tim harus mengakhiri musim di posisi ke-15,” ujarnya.
Situasi tersebut justru menjadi alasan utama dirinya menerima tantangan untuk kembali ke Makassar.
Ia ingin bekerja sama dengan seluruh elemen klub demi mengembalikan PSM ke posisi yang layak sebagai salah satu klub besar di Indonesia.
Menurut pelatih asal Belanda itu, kenangan indah saat membawa PSM meraih prestasi pada periode pertamanya menjadi motivasi kuat untuk kembali.
Ia juga mengaku memiliki hubungan emosional yang erat dengan masyarakat Makassar dan para suporter setia Juku Eja.
“Saya memiliki banyak kenangan indah bersama PSM, masyarakat Makassar, dan para suporter. Saya ingin menghadirkan kembali suasana positif seperti yang pernah kami rasakan tujuh tahun lalu,” katanya
Darije menegaskan proses membangun kembali kekuatan PSM tidak bisa dilakukan secara instan.
Karena itu, ia memilih menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun agar memiliki waktu yang cukup untuk membangun fondasi tim secara bertahap.
Ia mengaku telah melakukan banyak diskusi dengan jajaran pimpinan klub, termasuk Direktur Utama PSM Makassar Sadikin Aksa.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat untuk bekerja maksimal membawa PSM kembali bersaing di papan atas.
“Bersama manajemen kami memiliki komitmen yang sama, yaitu mengembalikan PSM ke tempat yang seharusnya,” tuturnya.
Darije bahkan mengungkapkan dirinya rela meninggalkan Eropa demi menerima tantangan melatih PSM Makassar.
Keputusan itu diambil karena kecintaannya terhadap klub dan masyarakat Makassar.
“Saya menyukai PSM, saya menyukai orang-orang Makassar, dan saya percaya jika kita bekerja bersama, target yang kita inginkan bisa tercapai,” ucapnya.
Dalam tiga tahun ke depan, Darije juga berharap PSM dapat kembali bermarkas di Kota Makassar.










