Home / Bisnis

Jumat, 14 November 2025 17:53- WIB

Pupuk Kaltim & Pertamina Petrochemical Trading Teken MoU Jual-Beli Soda Ash

SAMARINDA, Merata.Net – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dan PT Pertamina Petrochemical Trading resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) perjanjian jual-beli soda ash. Penandatanganan ini menjadi langkah awal kerja sama strategis antara kedua perusahaan dalam rencana jual-beli soda ash dari pabrik yang saat ini tengah dibangun Pupuk Kaltim.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal mengatakan penandatanganan MoU ini menjadi langkah nyata kolaborasi strategis lintas sektor dalam mendukung hilirisasi. Perjanjian ini juga menjadi komitmen bersama dalam memperkuat kemandirian industri nasional dengan mengurangi ketergantungan impor soda ash sebagai bahan baku yang penting bagi industri keramik, detergen, kaca, panel surya dan industri lainnya.

“Dimulainya kerja sama ini menjadi bukti nyata sinergi dalam memperkuat hilirisasi dan kemandirian industri nasional yang sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah. Kami mengapresiasi dukungan dari Pertamina Petrochemical dan meyakini pabrik soda ash akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem industri nasional,” kata Gusrizal saat acara penandatanganan MoU di Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa, (11/11/2025).

Baca Juga  44 Tahun Pupuk Kaltim Perkuat Roadmap 40 Tahun ke Depan Soal Energi Terbarukan

Lebih lanjut kerja sama ini sekaligus memperkuat kepastian pasar domestik bagi pabrik soda ash Pupuk Kaltim ketika kelak sudah beroperasi. Didukung jaringan distribusi Pertamina Petrochemical Trading yang luas, produk soda ash akan dipasarkan secara optimal di dalam negeri guna mendukung program hilirisasi pemerintah, serta mendorong terwujudnya kemandirian industri nasional.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan penting bagi terbentuknya ekosistem industri kimia nasional yang berdaya saing global, efisien dan berkelanjutan, sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 melalui pemanfaatan teknologi hijau dan prinsip ekonomi sirkular,” kata Gusrizal.

Direktur Utama Pertamina Petrochemical Trading, Oos Kosasih turut menyambut baik dimulainya kerja sama ini. Dia mengatakan kerja sama ini menjadi bentuk nyata sinergi dalam mendukung kemandirian industri berbasis bahan baku yang diproduksi di dalam negeri.

“Kolaborasi dan sinergi ini selaras dengan misi Bapak Presiden, untuk bagaimana caranya agar kita dapat menurunkan angka importasi,” ujar dia.

Pupuk Kaltim sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group sebelumnya telah resmi memulai pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia di kawasan industri Kaltim Industrial Estate (KIE) di Kota Bontang, Kalimantan Timur pada 31 Oktober 2025. Dengan kapasitas 300.000 ton per tahun, pabrik yang ditargetkan selesai dibangun pada Maret 2028 ini diperkirakan mampu memenuhi 30% kebutuhan soda ash nasional yang selama ini bergantung pada impor.

Baca Juga  Pastikan Kelancaran Pasokan Gas, Pupuk Kaltim Teken PJBG dengan Pertamina

Selain memperkuat hilirisasi, pembangunan pabrik soda ash menjadi strategi diversifikasi usaha Pupuk kaltim yang berbasis produk ramah lingkungan. Pabrik soda ash menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan memanfaatkan emisi karbon dioksida (C02) dari fasilitas produksi eksisting. Ketika beroperasi, pabrik ini diproyeksikan mampu menyerap 174.000 CO2 per tahun sebagai salah satu bahan baku pembuatan soda ash.

Selain itu, pabrik soda ash Pupuk Kaltim juga akan menghasilkan produk samping berupa amonium klorida sebanyak 300.000 ton per tahun. Amonium klorida merupakan salah satu bahan baku pembuatan pupuk yang penting untuk mendukung swasembada pangan. (**)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Iduladha 1446 H, Telkomsel Bagikan Hewan Kurban ke Lebih dari 600 Titik Prioritas di Seluruh Penjuru Indonesia

Bisnis

Hasil Kinerja Sepanjang 2022, BCA Optimis Momentum Bisnis Berkelanjutan

Bisnis

Indosat Ooredoo Hutchison Gandeng Huawei Kembangkan Inovasi Berbasis AI dan Pemberdayaan Talenta

Bisnis

IM3 Platinum dan Erajaya Digital Hadirkan Program Super Brand Day di Makassar

Bisnis

XLSMART Berangkatkan 700 Pemudik Lebaran 2026

Bisnis

Amartha dan Hana Bank menjalin kolaborasi kemitraan strategis penyaluran pendanaan ke sektor UMKM produktif

Bisnis

Perluas Jangkauan Pasar, Vape Store Cloudsheaven Indonesia Buka Store Kedua

Bisnis

Pelanggan Bisa Tetap Terhubung Meski Kuota Habis, Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI