BANDUNG, Merata.net – PSM Makassar harus mengakui keunggulan Persib Bandung setelah takluk 1-3 pada laga pembuka Liga Super, Minggu 6 September 2026 malam.
Sempat unggul lebih dulu di babak pertama, Juku Eja gagal mempertahankan keunggulan setelah kehilangan konsentrasi pada awal babak kedua.
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mengatakan timnya tampil dominan pada 45 menit pertama.
PSM mampu mengontrol permainan, mencetak gol lebih dulu, sekaligus membatasi peluang yang didapat Persib.
“Kami mengontrol pertandingan 100% di babak pertama. Kami mencetak gol yang sangat bagus dan mampu menjaga gawang tidak kebobolan. Persib tidak menciptakan banyak peluang, bahkan kiper kami, Hilmansyah, hanya melakukan satu penyelamatan,” ujar Kalezic dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Namun, permainan PSM berubah setelah turun minum. Persib meningkatkan intensitas serangan dengan memasukkan sejumlah pemain yang mampu memberikan perbedaan.
Di sisi lain, PSM kehilangan fokus ketika memasuki babak kedua. Kondisi tersebut dimanfaatkan Persib untuk mencetak dua gol dalam rentang waktu hanya lima menit.
“Kami tidak keluar dari ruang ganti dengan fokus yang sama seperti di babak pertama. Kami dihukum dalam kurun waktu lima menit dengan dua gol. Sangat menyakitkan karena gol pertama lahir dari situasi corner, padahal kami sangat memperhatikan skema set piece lawan,” kata pelatih asal Bosnia tersebut.
PSM kemudian berusaha bangkit dan mengejar ketertinggalan. Upaya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sempat dilakukan, termasuk melalui momen ketika PSM mengklaim mendapat penalti.
Namun, Persib mampu menjaga keunggulan dan kembali mencetak gol hingga memastikan kemenangan 3-1.
Kalezic pun menyampaikan ucapan selamat kepada Persib dan pelatihnya atas kemenangan tersebut.
Soroti Kondisi Lapangan
Selain membahas jalannya pertandingan, Kalezic turut menyoroti kondisi lapangan stadion yang menurutnya kurang mendukung permainan PSM.
PSM yang mengandalkan permainan umpan pendek dan penguasaan bola disebut kesulitan mengembangkan permainan secara optimal karena kondisi rumput.
Kalezic juga menyinggung regulasi official training yang membuat timnya tidak dapat merasakan atmosfer lapangan pertandingan sebelum laga.
Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan tersendiri bagi PSM yang pada musim ini harus bermarkas di Parepare, sekitar 150 kilometer dari Makassar.
“Sebagai klub besar di Indonesia dengan reputasi tinggi, Persib Bandung seharusnya memiliki fasilitas lapangan yang jauh lebih baik. Sangat sulit dipahami bagaimana pertandingan tingkat tinggi bisa digelar di lapangan dengan kondisi seperti ini,” tegas Kalezic.
Kapten PSM Makassar, Rezky Eka, menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, kondisi lapangan yang kurang baik turut memengaruhi permainan PSM yang terbiasa mengandalkan penguasaan bola.
“Sangat disayangkan karena di latihan kami terbiasa memperagakan ball possession. Ketika datang ke sini dan melihat kondisi lapangan yang kurang bagus, tentu itu menjadi kerugian tersendiri bagi tim kami,” ujar Rezky Eka.
Kekalahan dari Persib menjadi evaluasi awal bagi PSM Makassar. Juku Eja perlu segera memperbaiki konsentrasi, terutama pada awal babak kedua, serta membenahi pertahanan agar dapat meraih hasil lebih baik pada pertandingan berikutnya. (*)










