MAKASSAR, Merata.Net – Sebanyak 134 pemain dari PSM U-16, U-18 dan U-20 diberikan materi law of the game (LOTG) dan character building.
Kegiatan dilaksanakan di Lantai 4 Kantor Tribun Timur, Jl Opu Dg Risadju No 430, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Kamis (1/10/2026),
Penggawa Ramang Muda hadir mengenakan baju kaos merah. Di bagian dada terdapat tulisan PSM Academy, Ewako, Ramang Muda. Materi LOTG dibawakan oleh wasit Asprov PSSI Sulsel Abdul Rahman. Ada pun character building disampaikan oleh konten kreator Rijal Djamal.
Direktur Akademi PSM Makassar Akbar Rasyid mengatakan, sosialisasi LOTG ini sangat penting bagi pemain, termasuk staf pelatih. Mereka mengetahui regulasi yang berlaku saat ini, sehingga tak merugikan tim nantinya.
“Ini sangat membantu, karena kadang tak tahu regulasi, sehingga merugikan tim,” katanya saat ditemui Media, Kamis.
Di materi character building, sambung dia, pemain diberikan penanaman karakter dan jiwa Ewako yang menjadi ciri khas PSM Makassar.
Akbar Rasyid ingin, Ramang Muda mempunyai kecintaan terhadap klub. Termasuk, membentuk karakter dan kepribadian mereka di luar lapangan.
“Secara psikologis merasa memiliki klub dan bersedia berjuang mengharumkan nama PSM Makassar, itu dari aspek sepak bola. Di luar sepak bola, sangat baik untuk pembentukan karakter mereka ke depan,” tuturnya.
Di EPA ONE musim ini, tiga kelompok usia PSM Makassar tergabung di Grup C. Mereka segrup dengan Bali United, Persebaya Surabaya, Madura United, PSS Sleman, Persik Kediri dan Deltras Sidoarjo.
Perjuangan mereka di EPA ONE di mulai pada Sabtu-Minggu (3-4/10/2026). PSM U-16, PSM U-18 dan PSM U-20 akan menantang tiga kelompok umur Persik Kediri.Venuenya di Stadion Kediri Soccer Field, Kediri, Jawa Timur (Jatim).
“Kita akan berangkat besok ke Kediri. Match pertama lawan Persik pada 3 Oktober,” sebut Akbar Rasyid.
Mantan pemain PSM Makassar ini menyampaikan, persiapan timnya menghadapi EPA ONE sudah sangat matang. Waktu sebulan lebih dinilainya sangat cukup menyempurnakan permainan. Apalagi, skuad PSM U-16, PSM U-18 dan PSM U-20 sebagian besar diisi pemain musim lalu.
“Kita terbantu 60 persen pemain (sekarang) dar pemain tahun lalu,” paparnya.
Untuk target di EPA ONE , Akbar Rasyid menegaskan pembinaan pemain paling utama. Akademi PSM Makassar harus melahirkan pemain untuk tim senior. Kalau pun juara dianggapnya sebagai bonus.
“Kalau juara pasti tim pelatih mau, terlepas dari itu hal paling penting mereka (pemain) bisa berproses dan berkembang sampai tujuan ke profesional,” ucapnya. (*)










