MAKASSAR, Merata.Net — Politeknik Pariwisata Makassar memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pariwisata melalui penyelenggaraan The 3rd International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies 2026 (The 3rd ICONMTHS 2026) pada 10 Oktober 2026 di Politeknik Pariwisata Makassar.
Konferensi internasional tersebut mengangkat tema “Sustainable Marine Tourism and Hospitality: Innovation, Collaboration, and Resilience for the Future” yang menempatkan keberlanjutan, inovasi, kolaborasi, dan ketangguhan sebagai unsur penting dalam menghadapi dinamika pembangunan pariwisata bahari dan industri hospitalitas pada masa mendatang.
The 3rd ICONMTHS 2026 menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bertukar pengetahuan, hasil penelitian, inovasi, serta praktik terbaik dalam pengembangan pariwisata bahari dan hospitalitas.
Sebanyak 70 pemakalah berpartisipasi dalam konferensi melalui rangkaian presentasi ilmiah yang diselenggarakan secara hibrida. Makalah yang dipresentasikan mencakup beragam kajian mengenai pariwisata bahari, hospitalitas, pengelolaan destinasi, keberlanjutan, pemanfaatan teknologi, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pariwisata.
Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata Makassar, Prof. Ilham Junaid, M.Pd., Ph.D., dilanjutkan dengan sambutan Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, M.M.Par.
Konferensi turut menghadirkan Mr. Nico Barito, Special Envoy of the Republic of Seychelles for ASEAN, sebagai pembicara utama. Pembukaan konferensi disampaikan oleh Dr. Andar Danova L. Goeltom, S.Sos., M.Sc., selaku Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Kelembagaan dan Pendidikan Vokasi, Kementerian Pariwisata.
Pada sesi pertama, Nico Barito dan Justina Puspawati, General Manager Abercrombie & Kent, hadir secara luring sebagai pembicara. Diskusi dipandu oleh Levie Lantu, MBA., Managing Director Aussie Info Media, Australia.
Sesi kedua dipandu oleh Muhammad Arfin dan Muhammad Salim, M.Pd., Ph.D., dengan menghadirkan sejumlah pembicara secara daring, yaitu [nama pembicara daring].
Kehadiran pembicara dari kalangan akademisi, dunia usaha, pemerintah, dan mitra internasional memperkaya perspektif dalam membahas masa depan pariwisata bahari. Pertukaran gagasan lintas sektor dan lintas negara menjadi penting karena pengembangan pariwisata bahari tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga berkaitan dengan pengelolaan sumber daya, pelestarian lingkungan, kualitas sumber daya manusia, daya saing destinasi, inovasi layanan, serta kemampuan sektor pariwisata dalam beradaptasi terhadap perubahan.
Dalam perspektif keberlanjutan, pengembangan pariwisata bahari perlu menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kepentingan sosial masyarakat di destinasi. Pada saat yang sama, ketangguhan destinasi dan industri hospitalitas diperlukan agar mampu merespons risiko, beradaptasi terhadap perubahan, serta menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika lingkungan, teknologi, ekonomi, dan sosial.
Selain agenda konferensi ilmiah, The 3rd ICONMTHS 2026 juga menjadi momentum penguatan jejaring kerja sama melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Politeknik Pariwisata Makassar dan dua mitra, yaitu PT Hospitality Tourism Indonesia serta PT Lapang Berkah Berkarya qq. PT Garuda Wisata Nusantara.
Penandatanganan LoI tersebut diarahkan untuk membangun kemitraan strategis dalam bidang pelatihan, perekrutan, dan penyiapan tenaga kerja sektor pariwisata bahari untuk periode 2027–2029, dengan cakupan wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri, khususnya dalam penyediaan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pariwisata bahari.
Melalui penyelenggaraan konferensi dan penguatan kemitraan tersebut, Politeknik Pariwisata Makassar mendorong hubungan yang semakin erat antara pendidikan vokasi, penelitian, industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu menjembatani pengembangan pengetahuan di lingkungan akademik dengan kebutuhan nyata industri pariwisata dan hospitalitas.
The 3rd ICONMTHS 2026 sekaligus menjadi sarana untuk memperluas jejaring akademik dan profesional, mendiseminasikan hasil penelitian, serta mendorong lahirnya gagasan dan rekomendasi yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan kebijakan dan praktik pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Penyelenggaraan konferensi ini menegaskan komitmen Politeknik Pariwisata Makassar untuk terus berkontribusi dalam membangun ekosistem pariwisata bahari dan hospitalitas yang inovatif, kolaboratif, berkelanjutan, adaptif, dan tangguh, baik pada tingkat nasional maupun internasional. (*)










