Home / Pendidikan

Selasa, 20 Mei 2025 06:21- WIB

Poltekpar Makassar Dorong Inovasi di 48 Desa Wisata, Wamen Ni Luh: Ini Pilar Pembangunan Bangsa

MAKASSAR, Merata.Net – Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengabdian akademik dan penguatan komunitas lokal, Politeknik Pariwisata Makassar (Poltekpar Makassar) resmi menggelar kick off Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2025 di kawasan Pantai Biru, Makassar belum lama ini.

Peluncuran ini dirangkaikan dengan penyelenggaraan Festival Permainan Tradisional Makassar, yang memadukan unsur edukasi, budaya, dan pemberdayaan komunitas secara kolaboratif.

Program lintas-disiplin ini akan menyasar 48 desa wisata yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan fokus pada transformasi berbasis inovasi.

PKM tahun ini merupakan kelanjutan dari tahapan pemetaan kebutuhan (needs assessment) dan identifikasi kesenjangan (gap analysis) yang telah dilakukan para dosen Poltekpar sepanjang tahun 2024.

Acara dimulai dengan tarian selamat datang sebagai penghormatan terhadap kearifan lokal, disusul pembukaan oleh MC dari mahasiswa Poltekpar, ananda Erin, serta doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan mahasiswa sebagai simbol harapan dan keberkahan bagi program.

Dalam sambutannya, Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, MM.Par., CHE., menekankan bahwa PKM bukan sekadar agenda seremonial, melainkan realisasi dari semangat Tridharma Perguruan Tinggi.

Baca Juga  Dukung Industri Perkapalan Indonesia, ExxonMobil Marine MoU dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

“Kita tidak sekadar hadir di masyarakat, tapi benar-benar menghadirkan solusi berbasis keilmuan. Tahun ini kami fokus pada penerapan produk inovatif seperti buku panduan, teknologi tepat guna, dan berbagai tools yang menjawab langsung persoalan yang dihadapi masyarakat desa wisata,” ujarnya.

Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, hadir membuka kegiatan secara resmi. Dalam pidatonya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi Poltekpar Makassar dalam membangun ekosistem pariwisata berbasis komunitas.

“Kegiatan ini sangat strategis. Ia mampu menjembatani antara pengetahuan, inovasi, dan masyarakat. Ini adalah model pembangunan partisipatif yang kami dorong. Inovasi bukan hanya alat, tetapi fondasi dari pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” tegas Wamenpar.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wamen, diikuti peninjauan langsung pada zona permainan tradisional yang menyuguhkan kekayaan warisan budaya Bugis-Makassar. Festival ini tak sekadar meriah, tetapi juga sarat pesan tentang pentingnya melestarikan nilai-nilai lokal dalam geliat pariwisata kontemporer.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, sebanyak 25 dosen Poltekpar Makassar memberikan sesi coaching dan pendampingan teknis kepada anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Pantai Biru.

Baca Juga  Open House KB-TKI AL-Azhar 34 Makassar, Gelar Jalan Santai

Materi pelatihan disesuaikan dengan core competency masing-masing dosen serta kebutuhan riil lapangan, mulai dari pengelolaan destinasi, digital branding, hingga pelayanan prima. Sesi terbagi dalam dua waktu, pagi (10.00–12.00 WITA) dan siang (13.30–15.30 WITA), dengan partisipasi aktif dari 30 anggota Pokdarwis.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula sejumlah pemangku kepentingan daerah yang memberikan dukungan penuh terhadap program ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Arafah, menyebut kolaborasi semacam ini sangat krusial dalam membangun daya saing destinasi pariwisata lokal. Plh. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel, Andi Zulkarnaen, turut menekankan pentingnya menjaga kesinambungan antara inovasi dan pelestarian budaya.

Dari tingkat kota, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Muhammad Roem, hadir bersama para kepala bidang, menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam mendukung program berbasis pengabdian ini.

Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis solusi, Poltekpar Makassar menegaskan posisinya bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan masyarakat berbasis inovasi. (*)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Antusias Anak Didik TK Islam Athirah 1 Makassar Saat Ikut Manasik Haji

Indonesiaku

Ketua PKK Sulsel Hadiri Festival Anak Disabilitas di SLB Negeri Makassar

Pendidikan

Meningkatkan Kemampuan Mengajar, Guru SD Islam Athirah Racing Centre Ikuti ‘Mari Mengajar Kreatif’ di Ganara Art

Pendidikan

Kalyca, Siswi SD Islam Athirah 2 Raih Tiket OSN Nasional 2025 di Jakarta

Pemerintahan

UPT Museum Makassar Lanjutkan Museum Keliling di SMP Katolik Rajawali

Ekonomi

FEBI IAIN Parepare Gelar Workshop Market Review bersama Kontak Perkasa Futures (KPF) Makassar

Pendidikan

UIM Kembali Wisuda 682 Sarjana, Majdah: Jadilah Agen Perubahan

Pendidikan

Capping Day 2025, SMK Darussalam Ukir Semangat Siswa Dalam Setiap Langkah Pengabdian