Home / Pemerintahan

Rabu, 6 November 2024 13:19- WIB

Pjs Wali Kota Makassar Terima Penghargaan Nasional ADINKES 2024 untuk Implementasi Kawasan Tanpa Rokok

YOGYAKARTA, Merata.Net – Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, menerima penghargaan Pentaloka Nasional ADINKES 2024 atas inisiatif implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Makassar.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, dalam acara yang digelar ADINKES di Hotel Sahid Raya Convention & Exhibition Center, Sleman, Selasa (5/11/2024).

Dalam sambutannya, Wamendagri Bima Arya menekankan bahwa Presiden dan Wakil Presiden telah menetapkan delapan tujuan utama yang harus dicapai, di antaranya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesehatan dan pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan menyongsong Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada SDM yang sehat.

Meski aturan atau Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok telah banyak diatur dalam berbagai peraturan daerah, namun dampaknya masih perlu ditingkatkan.

“Perda KTR menjadi komitmen pemerintah untuk pengendalian tembakau, terutama dalam mencegah perokok pemula. Untuk mencapai hal ini dibutuhkan political will dari pimpinan daerah. Jika bupati atau wali kota tidak peduli, maka upaya pengendalian tembakau akan semakin jauh dari harapan,” ujar Bima Arya.

Baca Juga  Danny Ungkap 2 OPD Pemkot Tak Paham Program Metaverse di Rakorsus

Ia juga mengingatkan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi stunting adalah kebiasaan merokok di dalam keluarga.

Pasalnya konsumsi rokok menjadi salah satu penyebab stunting oleh salah satu anggota keluarga.

Ketua Umum ADINKES, dr. M. Subuh, MPPM, menyampaikan bahwa acara ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta.

Menurut dr. Subuh, pengendalian konsumsi rokok menjadi salah satu kunci dalam upaya menurunkan angka stunting di Indonesia.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa angka stunting di Indonesia masih berada di angka 21,5 persen, mengalami penurunan 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Yang mana target pemerintah adalah menurunkan angka ini menjadi 14 persen pada akhir 2024, sehingga diperlukan upaya kolektif yang lebih kuat.

Baca Juga  Jelang MotoGP Mandalika 2026, Pembalap Antusias Mengikuti Parade di Kota Mataram

Apalagi dia mengungkapkan dalam laporan Menteri Keuangan bahwa rokok menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar rumah tangga setelah beras, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri dalam upaya memprioritaskan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan yang lebih bergizi.

Makanya ADINKES mengapresiasi berbagai Pemda termasuk upaya Kota Makassar dalam implementasi KTR dan menyediakan layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) untuk masyarakat.

Sebanyak 29 kabupaten dan kota se-Indonesia, termasuk Kota Makassar, menerima penghargaan ini sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat implementasi KTR dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Acara dihadiri pula Kadinkes Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, serta kepala dinas kesehatan dan tim puskesmas dari seluruh Indonesia. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bandara Sorowako Kini Jadi Aset Pemprov Sulsel

Pemerintahan

Ketua MPR RI, Bamsoet Diangkat Sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir

Indonesiaku

Bersama Pangdam dan Kapolda, Plt Gubernur Sulsel Tinjau Pulau Bonerate Selayar yang Terdampak Gempa

Pemerintahan

Pemprov Sulsel Rampungkan Perbaikan Jalan di Selayar

Pemerintahan

Kepedulian Gubernur Sulsel, Anak Korban Kapal Tenggelam di Pangkep Dapat Beasiswa SD hingga SMA

Pemerintahan

Salurkan Bantuan Makanan ke Korban Banjir Katimbang, Bukti Kepedulian Dinas Pertanahan Makassar

Pemerintahan

Menhub Budi Bersama Gubernur Sulsel Tinjau Progres Kereta Api

Pemerintahan

Operasi Pasar Disdag Makassar Dinilai Mampu Tekan Inflasi