Home / Bisnis

Senin, 16 Februari 2026 12:09- WIB

Perketat Manajemen Risiko Trading Derivatif Crypto, Pintu Futures Sediakan Lima Fitur Unggulan

JAKARTA, Merata.Net – Pasar crypto khususnya Bitcoin (BTC) setelah sempat menyentuh harga tertinggi sepanjang masa di kisaran USD $126,210 pada Oktober 2025 lalu, kini tengah mengalami tekanan harga dengan mengalami penurunan hampir -50% di mana per 16 Februari 2026 ada di posisi harga kisaran $68,000.

Di tengah kondisi pasar ini, trading derivatif crypto dapat menjadi alternatif bagi trader crypto untuk bisa memaksimalkan potensi keuntungan.

Untuk mendukung strategi trading sambil tetap meminimalisir risiko pengguna, Pintu Futures, menyediakan lima fitur unggulan bagi pengguna Pintu Futures yaitu, Take Profit dan Stop Loss, Adjustable Leverage hingga 25x, Price Protection, Initial Margin Buffer, dan Stop Order.

Produk trading derivatif aset crypto milik PT Pintu Kemana Saja (PINTU) ini telah terdaftar dan diawasi resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengungkapkan, Trading derivatif crypto tidak hanya soal mengejar potensi keuntungan, tapi juga tentang bagaimana seorang trader perlu mengontrol dan mengantisipasi risiko.

Baca Juga  Kabar Gembira!!! ASTON Harga Murah untuk Menginap di Hari Minggu dan Senin

“Sepanjang 2025 kami terus menghadirkan fitur inovatif untuk mendukung manajemen risiko trading derivatif, yang sekarang semuanya sudah bisa dimaksimalkan oleh pengguna Pintu Futures,” ungkapnya.

Manajemen risiko di Pintu Futures kini lebih mudah dengan fitur Take Profit dan Stop Loss untuk pengaturan target profit dan batas rugi otomatis.

Trader juga bisa menggunakan Adjustable Leverage untuk menyesuaikan tingkat leverage, dari 1x hingga 25x, sesuai dengan strategi dan profil risiko setiap trader.

Ketiga, ada Price Protection yang dapat melindungi posisi dari slippage yang ekstrem saat market sedang volatil yang bisa diatur tingkat toleransinya seperti 0,2%, 1%, atau 2,5%.

Keempat ada IM Buffer berfungsi untuk menambahkan margin cadangan ke posisi yang telah dipasang agar tidak cepat terkena likuidasi.

Terakhir adalah Stop Order untuk melakukan order ketika harga mencapai level tertentu sesuai yang ditentukan berdasarkan analisis teknikal. Fitur ini membantu trader mengelola risiko maupun masuk ke pasar berdasarkan strategi tertentu tanpa harus memantau pergerakan harga secara terus-menerus.

Baca Juga  Pasar Tokenisasi Aset Sentuh US$25 Miliar, Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenized Assets Global

Mengutip data dari Coinglass, saat harga BTC jatuh ke level $60ribu pada tanggal 6 Februari 2026, pasar crypto dihantam gelombang likuidasi sebesar $4,85 miliar. Dampaknya, indeks fear & greed turun menjadi 6 yang menjadi terendah di awal tahun 2026.

Ia melanjutkan, Trading derivatif crypto memberikan fleksibilitas bagi trader di berbagai kondisi pasar, bisa mengambil posisi long jika yakin harga naik, atau posisi short jika menilai harga akan turun.

Namun perlu diingat bahwa ini masuk ke dalam kategori produk investasi high risk high return, maka dari itu, selain terdapat fitur untuk manajemen risiko, menganalisis kondisi pasar dan menambah informasi juga sangat penting.

“Semua informasi mengenai kondisi pasar dan tips trading derivatif crypto kami berikan lewat platform edukasi Pintu Academy dan Pintu News,” tutup Iskandar.(**)

Share :

Baca Juga

Bisnis

IOH Melalui Tri Kembali Hadirkan Sedekah Kuota Bulan Ramadan

Bisnis

OCBC One Connect 2025: Perkuat Ekosistem Manufaktur China–Indonesia

Bisnis

Archipelago International Gelar Travel Agent Gathering di Makassar

Bisnis

PHI Grup Kembali Gelar Ramadan Feast 2025, Banyak Promo Spesial

Bisnis

PLN Icon Plus Apresiasi Pelanggan Setia Makassar dengan Nonton Bareng CONI ICONNET

Bisnis

33 Tahun Berlayar, Kalla Lines Perkuat Layanan Angkutan Mining

Bisnis

Perluas Pembiayaan Digital, Amartha Berkolaborasi dengan Mastercard Center

Bisnis

Blibli XPO segera hadir di Bandung