Home / Pemerintahan

Minggu, 28 Januari 2024 17:25- WIB

Penerima Kalpataru Iwan Dento Apresiasi Pj Gubernur Sulsel Lestarikan Lingkungan di Rammang-rammang

Penerima Kalpataru 2023, Iwan Dento (kanan).

Penerima Kalpataru 2023, Iwan Dento (kanan).

MAROS, Merata.Net – Muhammad Ikhwan alias Iwan Dento, aktivis lingkungan asal Kabupaten Maros, sekaligus penerima penghargaan Kalpataru 2023, mengapresiasi upaya Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, dalam melestarikan lingkungan di Rammang-rammang.

Ia menilai, Bahtiar mengerti persoalan dan solusi terkait lingkungan hidup. Salah satunya melalui gerakan budidaya hortikultura seperti sukun.

Hal itu disampaikan pada kegiatan penanaman sukun di Kawasan Rammang-rammang Maros, tepatnya di Dermaga 2, Minggu, (28/1/2024). Selain itu juga diserahkan bibit bunga matahari.

Ia menilai, Bahtiar yang mengetahui jenis pohon yang bisa tumbuh dan bermanfaat untuk kawasan karst, merupakan hal yang menarik. Selain pohon buah, akarnya juga memiliki kemampuan untuk melakukan proses pencernaan air dan pemulihan air di kawasan tersebut.

“Saya sampaikan menarik sebenarnya karena Pak Gubernur tau jenis pohon yang bisa tumbuh dan bermanfaat untuk kawasan karst,” kata Iwan.

Upaya menjaga keberlangsungan wisata di kawasan karst sangat penting. Dengan menanam jenis pohon yang sesuai dengan kondisi lingkungan, seperti sukun, dapat membantu dalam pemulihan ekosistem dan menjaga kualitas air di sekitar area wisata. Hal ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian alam dan juga pengalaman wisatawan yang berkunjung ke sana.

Baca Juga  Disdukcapil Dan PKK Makassar Ingin Berkolaborasi Terkait Pendataan Warga

“Pertama selain pohon buah, akarnya akan melakukan proses pencernaan air proses pemulihan air, di mana sukun ini ditanam,” ungkapnya.

Dengan adanya kesadaran akan pentingnya menjaga keberlangsungan lingkungan, upaya seperti ini menjadi contoh positif dalam menjalankan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Langkah-langkah ini dapat terus dilakukan agar alam karst tetap terjaga dan pariwisata di kawasan tersebut semakin berkembang dengan baik.

“Sementara salah satu atraksi yang dijual di sini adalah atraksi air. Ia membutuhkan intervensi alam untuk melakukan pemulihan. Itu yang menarik bagi saya kalau kita bicara soal kegiatan hari ini. Soal jenis pohon yang ditanam,” paparnya.

Hal ini mendukung upaya menjaga keberlangsungan wisata. Membangun sistem ekonomi dan bahan pangan. Dan sukun ini punya nilai ekonomi tambahan yang sangat luar biasa. Karena itu, bisa jadi lokal food bagi turis lokal dan mancanegara.

Baca Juga  Dampingi KASAD TNI, Pj Gubernur Ikut Gerakan Perangi Sampah Plastik di Bantaeng

Sedangkan untuk bunga matahari, ia menilai selain untuk lingkungan, juga menambahkan atraksi visual keindahan Rammang-rammang.

“Ini untuk visual mata. Mungkin juga akan ada beberapa jenis pohon jenis bunga seperti tabebuya itu lebih ke atraksi visual untuk mendukung atraksi alami yang sudah ada,” ujarnya.

Ia berharap, semangat dari Penjabat Gubernur sebagai pejabat transisi akan dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya.

“Bapak Gubernur punya pikiran dan gagasan untuk terus menanam. Sangat disayangkan sekali, range waktunya terbatas sebagai penjabat transisi. Ketertarikan beliau terhadap tanaman luar biasa, dan pembacaannya terhadap lingkungan juga luar biasa. Kami harap akan ada orang-orang nanti yang bisa meneruskan gagasan seperti ini,” harap Iwan. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Hanya 21 dari 24 Pejabat Eselon II Pemkot Makassar Dilantik, Tiga Terkendala di Pusat

Pemerintahan

Dinkes Kota Makassar Edukasi Anak Usia Sekolah yang Terpapar Sebagai Perokok Aktif

Pemerintahan

Sapi Kurban Presiden Jokowi Dipotong di Selayar

Pemerintahan

Makassar Tuan Rumah Indonesia Youth Summit 2024

Pemerintahan

Danny Pomanto Serahkan Penghargaan dan Sembako pada Upacara Peringatan Hari Juang TNI AD

Pemerintahan

Sabet Gelar Doktor, Firman Pagarra Raih Predikat Cumlaude Usai Pertahankan Disertasi Soal Pendapatan

Pemerintahan

Pemkot Makassar Bakal Pasang Panel Surya di 500 Gedung

Pemerintahan

Sulsel Ekspor Jagung Senilai Rp30,43 Miliar ke Filipina