Home / Pemerintahan

Selasa, 1 Agustus 2023 21:50- WIB

Pemprov Sulsel-USAID ERAT Rancang Strategi Turunkan Angka Stunting

Makassar, Merata.Net – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berkomitmen untuk mencegah dan menurunkan angka stunting. Salah satu upaya yang dilakukan dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan,  prevalensi balita stunting di Provinsi Sulsel mencapai 27,2% pada 2022. Angka ini menduduki peringkat ke-10 prevalensi balita stunting tertinggi di Indonesia.

Sulsel memangkas tipis angka balita stunting sebesar 0,2 poin dari tahun sebelumnya. Pada 2021 tercatat prevalensi balita stunting di provinsi ini sebesar 27,4%. Pada 2022, terdapat  14 kabupaten dengan prevalensi balita stunting di atas rata-rata angka provinsi. Sisanya, 10 kabupaten/kota di bawah angka rata-rata prevalensi balita stunting.

Kondisi tersebut menuntut perlunya upaya strategis agar dapat tercapai upaya penurunan angka stunting di Sulsel. Upaya strategis dimaksud adalah dengan meningkatkan kolaborasi antar pelaku serta sinergitas antar lembaga yang ada baik pemerintah maupun unsur non pemerintah dan swasta.

Baca Juga  Ketertelusuran untuk Keberlanjutan dan Inklusivitas Petani di Sektor Kakao

Guna menemukan upaya strategis dimaksud, maka diperlukan adanya kajian penilaian cepat secara kualitatif di tingkat Provinsi Sulsel, dan akan dianalisis dengan menggunakan metodologi PEA (Political Economy Analysis) stunting.

“Sampai saat ini masih menjadi perdebatan data e-PPGBM dan hasil Survei Status Gizi Indonesia karena perbedaannya cukup signifikan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulsel, Andi Mirna, saat membuka Lokakarya Penilaian Cepat Kualitatif Program Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sulsel, yang dilaksanakan USAID ERAT, di Hotel Best Western Makassar, Selasa (01/08/2023).

Baca Juga  Wali Kota Danny Serahkan Akta Kematian dan KK Baru Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal Dunia

Menurut Andi Mirna, untuk menurunkan angka stunting perlu adanya inovasi. Ia berharap, seluruh perangkat daerah yang bergabung dalam TPPS beserta mitra seperti TP PKK, FKM Unhas, USAID ERAT,  penurunan paling tidak mencapai angka 16%.

“Prevalensi stunting di sulsel masih sangat tinggi sekal,” ucapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh OPD lingkup Pemprov Sulsel, akademisi, NGO, Forum CSR, serta organisasi mitra kerja terkait. USAID ERAT sebagai penyelenggara kegiatan berharap ada kepakatan rencana aksi yang akan menjadi bahan USAID ERAT.


USAID ERAT membantu memetakan langkah-langkah apa saja yang mempunyai daya ungkit yang tinggi untuk dilaksanakan dalam upaya percepatan penurunan stunting. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Sebaran Titik Rawan Banjir Meluas, BPBD Makassar Ingin Tambah Unit Armada

Pemerintahan

Narasumber Di Hadapan Seluruh Wali Kota Dunia, Danny Bahas Sombere and Smart City

Pemerintahan

Pj Gubernur Sulsel Ikuti Ritual Adat Mappacekke Wanua Sebelum Perayaan HUT Palopo Ke-22

Pemerintahan

Wali Kota Danny Kunjungi Dua Rumah Duka Petugas KPPS dan Beri Dukungan kepada Keluarga

Pemerintahan

Basarnas Gelar Pelatihan Water Rescue di Pare-pare

Pemerintahan

Benahi Pasar hingga Retribusi, Perumda Pasar Makassar Raya Kembali Jadi Andalan PAD

Ekonomi

Priska Adnan Berharap Pemberdayaan Nasabah BTPN Syariah Bisa Pacu PAD Gowa

Pemerintahan

Tingkatkan Kompetensi SDM, KPU SulSel Gelar TOT Fasilitator Pendidikan Pemilih Seri II.