Total aset Bank meningkat 13% YoY mencapai Rp350,5 triliun yang didukung oleh penyaluran kredit OCBC yang tumbuh 16% YoY, mencapai Rp190,8 triliun. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, OCBC senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kualitas portofolio kredit. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah bruto (NPL-gross) yang terjaga di level 2,0%, serta perbaikan rasio Loan at Risk (LAR) menjadi 4,8% dari 5,4% pada periode yang sama tahun lalu dengan pencadangan NPL yang memadai sebesar 202,9%.
Pada sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) OCBC mencatat pertumbuhan sebesar 6% YoY menjadi Rp244,2 triliun. Pertumbuhan ini disokong oleh peningkatan total deposito berjangka sebesar 8% YoY menjadi Rp109,6 triliun, serta pertumbuhan dana giro dan tabungan (Current Account and Savings Account/CASA) sebesar 5% YoY menjadi Rp134,5 triliun. Rasio CASA terjaga pada level 55,1%.
Hingga September 2026, tingkat permodalan dan likuiditas OCBC juga tetap terjaga dengan baik dan jauh diatas ketentuan minimum regulator, sehingga memberikan ruang yang memadai bagi Bank untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan, yaitu dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 23,7% dan rasio kecukupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) sebesar 252,7% serta rasio Loan to Deposits (LDR) sebesar 77,5%.
Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC, menyampaikan, “Bagi kami, resiliensi bukan sekadar kemampuan untuk bertahan menghadapi dinamika pasar, tetapi juga kemampuan untuk terus tumbuh secara sehat dan prudent. OCBC secara konsisten menjalankan strategi pertumbuhan bisnis dengan dukungan permodalan dan likuiditas yang solid. Pertumbuhan bisnis senantiasa selaras dengan kualitas aset yang terjaga, fokus pada kebutuhan nasabah, serta orientasi pada pertumbuhan jangka panjang.”
Ke depan, OCBC akan terus memperkuat kapabilitas dan menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, termasuk melalui pengembangan layanan wealth management yang semakin personal, digital, dan inklusif. Melalui berbagai insiatif seperti Financial Fit Check Up, For Your Investment, Wealth Discovery, dan Wealth Report, OCBC berkomitmen untuk membantu nasabah memahami kondisi keuangan, meningkatkan kesejahteraan finansial, serta merencanakan dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Atas berbagai inovasi dan kinerja bisnis yang solid, OCBC berhasil meraih berbagai penghargaan nasional dan rekognisi global sepanjang Kuartal III/2026, di antaranya:
- Best Wealth Management Bank (Affluent Banking) in Indonesia dari The Asian Banker 2026
- Fortune Indonesia 100: 2025, Peringkat 60th dalam Fortune Top 100 Companies in Indonesia
- Best Investor/Kreditor ESG Award by KEHATI 2026
- Indonesia Sustainable Business & ESG Excellence Awards 2026 dari Majalah SWA untuk kategori Best Innovation in Circular Economy Implementation dengan predikat Very Good, dan Best Innovation in Sustainable Finance Implementation dengan predikat Very Good.
- Indonesia The Best Contact Center (IBCC) 2026 dengan penghargaan Platinum (Business Contribution, Digital Innovation, dan Customer Protection), Gold (Contact Center Operations), Silver (Employee Engagement), dan Bronze (Telesales) dari Indonesia Contact Center Association (ICCA)
Secara global, OCBC diakui karena kekuatan dan stabilitas keuangannya, serta menempati peringkat pertama dalam daftar World’s Top Performing Banks yang dirilis oleh Forbes dan Statista pada tahun 2026. Di tahun yang sama, OCBC juga dinobatkan sebagai bank terkuat di Singapura dan Asia Pasifik, serta bank terkuat ketiga di dunia, oleh The Asian Banker. (*)










