DOHA, Merata.Net – Jorge Martín menunjukkan optimisme tinggi menjelang MotoGP Qatar 2026 meski masih harus berjuang dengan cedera patah tulang pada pergelangan tangan kanannya. Pembalap Aprilia Racing tersebut bahkan menargetkan posisi start di dua baris terdepan setelah menjalani sesi latihan yang cukup menjanjikan di Sirkuit Lusail, Jumat (6/11/2026).
Martín mengalami cedera setelah kecelakaan pada MotoGP Australia sekitar dua pekan sebelumnya. Kondisi tersebut sempat membuatnya gagal menyelesaikan upaya balapan di MotoGP Malaysia akhir pekan lalu.
Namun, situasinya mulai membaik di Qatar. Martín mampu menyelesaikan rangkaian latihan hari pertama dan mengamankan tiket langsung menuju kualifikasi kedua (Q2).
Hasil tersebut menjadi sinyal positif bagi pembalap asal Spanyol itu. Meski belum pulih sepenuhnya, Martín merasa kondisinya jauh lebih baik dibandingkan ketika mencoba kembali mengendarai motor di Sepang.
“Jika saya bisa menyatukan semuanya, mungkin dua baris terdepan bisa diraih. Itu target yang bagus,” ujar Martín, dikutip dari Motorsport.com.
Ia juga mengakui masih membutuhkan bantuan untuk mengendalikan rasa sakit selama balapan.
“Saya pikir kami bisa menjalani balapan dengan bantuan obat pereda nyeri tambahan,” katanya.
Kondisi Martín Membaik setelah Cedera di Australia
Perkembangan kondisi fisik menjadi salah satu hal yang paling disyukuri Martín menjelang balapan di Lusail.
Ia mengaku merasakan peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Berbeda dengan pengalaman di Malaysia, kali ini ia mampu menjalani beberapa putaran secara beruntun dan mempertahankan kecepatan yang kompetitif.
Martín juga berhasil mencatatkan waktu terbaik pribadinya di Sirkuit Lusail, yakni 1 menit 51,041 detik saat sesi latihan.
Meski demikian, ia menyadari bahwa balapan utama pada Minggu akan menjadi ujian yang jauh lebih berat. MotoGP Qatar dijadwalkan berlangsung selama 22 putaran, sedangkan sprint race pada Sabtu menempuh 11 putaran.
“Sepertinya pergelangan tangan saya bisa bertahan. Balapan Minggu akan berlangsung dalam banyak putaran dan itu masih menjadi tanda tanya,” ujar Martín.
Ia menambahkan bahwa jika kondisi yang dirasakannya di Qatar muncul lebih awal, dirinya kemungkinan akan mencoba tampil di Malaysia. Namun, cedera saat itu masih terlalu baru sehingga kondisinya belum memungkinkan.
Pergantian Arah Masih Menjadi Kendala
Walaupun mengalami perkembangan positif, Martín belum sepenuhnya terbebas dari rasa sakit. Ia menjelaskan bahwa pengereman keras bukan lagi masalah terbesarnya saat mengendarai motor.
Kesulitan justru muncul ketika harus mengubah arah motor dengan cepat dan mempertahankan posisi miring di tikungan.
Situasi tersebut membuatnya harus menyesuaikan gaya berkendara agar tidak memberikan tekanan berlebihan pada pergelangan tangan yang cedera.
Martín juga mengungkapkan bahwa dirinya secara tidak sadar mengandalkan bagian tubuh lain untuk menggantikan kekuatan tangan kanan yang belum pulih. Akibatnya, punggungnya ikut merasakan dampak dari kompensasi tersebut.
“Secara fisik saya baik-baik saja, tetapi saya menyadari bahwa saya menggunakan bagian tubuh lainnya untuk menggantikan tenaga yang tidak bisa saya berikan melalui tangan. Hal itu membuat punggung saya cukup sakit,” jelasnya.
Martín berharap terapi yang dijalaninya bisa membantu memperbaiki kondisi pergelangan tangan sebelum sprint race dan balapan utama.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan rasa sakitnya bertambah parah setelah menjalani aktivitas di lintasan.
Kepercayaan Diri Perlahan Kembali
Selain masalah fisik, Martín juga menghadapi tantangan mental setelah mengalami kecelakaan di Australia.
Ia mengaku kehilangan sebagian kepercayaan dirinya ketika harus kembali memacu motor di tikungan. Pada sesi Jumat pagi, Martín merasa belum memiliki keberanian ekstra untuk mendorong motor hingga batas maksimal.
Namun, perasaannya mulai berubah seiring bertambahnya putaran yang dijalani.
Pada sesi sore, ia merasakan kemajuan dan mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya terhadap motor Aprilia.
Martín menilai karakter Sirkuit Lusail cukup sesuai dengan motornya. Kondisi tersebut membuatnya optimistis dapat meningkatkan performa pada sesi kualifikasi.
Target dua baris terdepan pun bukan sesuatu yang dianggap mustahil, selama ia mampu memaksimalkan kecepatan tanpa memperburuk kondisi cedera.
Martín Berusaha Tunda Gelar Juara Dunia Marc Márquez
MotoGP Qatar 2026 juga memiliki arti penting dalam persaingan gelar juara dunia. Martín masih berusaha menjaga peluangnya agar perebutan gelar tidak berakhir lebih awal.
Pemimpin klasemen, Marc Márquez, berpeluang memastikan gelar juara dunia di Qatar apabila mampu memperlebar keunggulan poin sesuai skenario perolehan angka akhir pekan tersebut.
Sebelum rangkaian balapan Qatar, Márquez memimpin klasemen dengan 399 poin, unggul 44 poin atas Martín yang mengoleksi 355 poin.
Dengan maksimal 37 poin tersedia dari sprint race dan balapan utama, Márquez harus unggul 30 poin atas Martín selama akhir pekan untuk memastikan gelar lebih awal, berdasarkan skenario klasemen tersebut.
Martín sendiri perlu mengumpulkan setidaknya tujuh poin di Qatar agar peluang matematisnya tetap terbuka hingga seri berikutnya di Portugal.
Situasi itu membuat setiap poin menjadi sangat berarti bagi pembalap Aprilia tersebut. Namun, kondisi fisik tetap menjadi faktor utama yang menentukan seberapa jauh ia mampu bersaing.
Martín kini berusaha menjaga keseimbangan antara ambisi meraih hasil maksimal dan kebutuhan untuk mengelola cedera.
Jadwal MotoGP Qatar 2026
Rangkaian MotoGP Qatar 2026 berlanjut pada Sabtu (7/11/2026) dengan sesi kualifikasi dan sprint race sepanjang 11 putaran.
Sementara itu, balapan utama dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/11/2026) dengan total 22 putaran.
Martín akan berusaha memanfaatkan hasil positif pada hari pertama untuk meraih posisi start yang menguntungkan. Namun, tantangan terbesarnya adalah mempertahankan kondisi pergelangan tangan sepanjang akhir pekan.
Apabila mampu tampil konsisten, pembalap Aprilia itu berpeluang meraih poin penting sekaligus menunda kepastian gelar juara dunia MotoGP 2026.
Perjuangan Martín di Qatar pun menjadi salah satu cerita menarik akhir pekan ini, ketika ambisi mempertahankan peluang juara harus berjalan beriringan dengan perjuangan menghadapi cedera. (*)










