Home / Hiburan

Minggu, 8 November 2026 19:27- WIB

Makassar Art Forum Bersama Dispar Makassar Menggelar Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026

Makassar Art Forum (MAF) saat jumpa media terkait kegiatan Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026 di Kafe Macca, Parangtambung, Minggu (08/11/2026).

Makassar Art Forum (MAF) saat jumpa media terkait kegiatan Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026 di Kafe Macca, Parangtambung, Minggu (08/11/2026).

MAKASSAR, Merata.Net— Makassar Art Forum (MAF) bersama Dinas Pariwisata Kota Makassar akan menggelar Sea of Becoming Maritime arts Festival 2026. Sebuah kegiatan festival seni kontemporer akan dilangsungkan di Pelataran Menara Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) pada 27-29 November 2026.

Festival yang mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi” nantinya akan mengajak masyarakat melihat kembali sejarah maritim Makassar melalui berbagai pendekatan seni.

Sea of Becoming Maritime arts Festival 2026 melibatkan tujuh seniman rupa, tiga cabang seni pertunjukan, yakni musik, tari, dan teater, serta sinematografi. Beragam karya yang ditampilkan diharapkan menghadirkan perspektif baru tentang hubungan Makassar dengan sejarah pelayaran dan kebudayaan dunia.

Direktur Makassar Art Forum, Andre Prakarsa, mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kerja-kerja kebudayaan dan kesenian yang pernah dilakukan melalui Makassar Arts Forum pada 1999. Kali ini, penyelenggaraannya diperkuat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar, khususnya Dinas Pariwisata.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan seni dan budaya sehingga memberikan dampak terhadap perkembangan Kota Makassar. Termasuk memperkuat posisi Makassar sebagai ikon penyelenggaraan event berskala lokal, nasional, hingga internasional.

Baca Juga  Awal Tahun 2024, ASTON Makassar Motivasi Karyawan Melalui Kick Off Meeting

Kurator Pertunjukan, Asia Ramli Prapanca, menjelaskan, laut menjadi titik awal dalam membaca kembali sejarah dan perjalanan kebudayaan Makassar. Jejak maritim kota ini memiliki jangkauan luas, mulai dari hubungan antarpulau di Nusantara hingga koneksi dengan wilayah lain seperti Cape Town dan Australia.

Pengalaman sejarah tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam karya-karya seni kontemporer. Seniman diberi ruang untuk menafsirkan perjalanan, perjumpaan, dan pertukaran budaya sesuai pendekatan artistik masing-masing.

Salah satu karya yang dihadirkan berupa ikon interaktif berjudul Arus yang Menghubungkan, dengan keterlibatan Faisal Syarif, Jenri Pasassang, dan Komet.

Ketua Dewan Kesenian Sulsel, Arifin Manggau, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Dia menilai, kegiatan seni semacam ini penting untuk memperkaya pilihan pertunjukan dalam agenda pariwisata Kota Makassar yang selama ini dinilai cenderung menghadirkan penampilan serupa.

“Setiap kegiatan seremonial, penarinya selalu sama. Sehingga ini bisa menimbulkan kejenuhan. Padahal, berdasarkan data BKK, Kota Makassar memiliki 442 sanggar kesenian,” ujarnya.

Dia berharap, kehadiran festival ini dapat membuka ruang lebih luas bagi seniman dan komunitas seni untuk menampilkan karya. Dukungan pemerintah, khususnya dari sisi pembiayaan dan penganggaran, juga diharapkan dapat ditingkatkan agar kegiatan serupa berlangsung secara berkelanjutan dan berkembang menjadi event internasional.

Baca Juga  EVOS Nadse Senang Kulineran di Makassar, Makanannya enak-enak

Sementara itu menambahkan Ketua Panitia, Ahmad Wildan Noimeiru mengatakan dari sisi konsep, Sea of Becoming dibangun melalui empat perspektif kuratorial, yakni Jejak Laut, Arus, Pertemuan, dan Menjadi.

Keempatnya menjadi landasan pengembangan program yang mencakup pameran, pertunjukan, serta forum dialog. Festival ini juga menjadi edisi perdana atau tahap percontohan dari peta jalan pengembangan Makassar Art Forum periode 2026–2030.

“Ke depan, MAF menargetkan Sea of Becoming berkembang menjadi platform kebudayaan maritim yang mempertemukan riset, penciptaan seni, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi lintas budaya,” ujar filmmaker tersebut.

Kata dia, berlandaskan nilai sipakatau, festival ini juga diharapkan menjadi ruang untuk merawat penghormatan terhadap martabat manusia, keberagaman, dan hubungan antarkebudayaan.

Makassar Art Forum pertama kali diselenggarakan pada tahun 1999 dengan membawa semangat mempromosikan multikulturalisme, membangun interaksi dan komunikasi antarseniman, serta memperkuat jaringan kehidupan kebudayaan dan kesenian sebagai bagian dari upaya desentralisasi.

Pada masa itu, MAF juga hadir dengan semangat mendukung pemulihan citra Indonesia di tengah krisis ekonomi dan politik yang memengaruhi kepercayaan terhadap bangsa. (*)

Share :

Baca Juga

Hiburan

Cantiknya Zee Asadel dengan Penampilan Barunya yang Berhijab dan Jadi Santriwati 
Rakeprov IMI Sulsel di Alexandria Ballroom, Kabupaten Pinrang, Sulsel, Sabtu (11/3/2023)/Ist

Ekonomi

Terbaru di Rakerprov Sulsel, Klub Otomotif Boleh Bentuk IMI Kabupaten-Kota

Bisnis

Hanya Perlihatkan Kartu BPJS, Free Treatment di Bening’s Clinic

Hiburan

Makassar Culinary Night (MCN) 2026 kembali Hadir di Benteng Rotterdam 16 Oktober

Hiburan

Pandora Nightmare Festival (PNF) 2025 Kembali Hadir di Kota Makassar, Kali ini Hadirkan Teror Zombie

Hiburan

Serunya Masa Land di Nipah Park, Talk Show Bersama Ridwan Kamil Hingga Penampilan Hindia

Hiburan

Puncak HUT ke-416 Kota Makassar Berlangsung Meriah dengan Karnaval Budaya di CPI

Hiburan

Hari Pertama Tayang, Film Danyang “Mahar Tukar Nyawa” Hadir Lebih Dari 800 Show Bioskop dengan Promo Spesial