Merata.Net – Kejadian penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat, kali ini sebuah sekolah dasar di Texas menjadi lokasi tragis.
Remaja 18 tahun yang diidentifikasi bernama Salvador Ramos melontarkan tembakan membabi-buta ke arah anak-anak di Sekolah Dasar Robb, Uvalde, Texas Utara.
Aksinya tersebut menewaskan 19 pelajar dan 2 orang dewasa. Salvador Ramos diketahui adalah seorang pelajar SMA dan berkewarganegaraan Amerika Serikat.
Aparat berwenang menuturkan pelaku beraksi sendirian. Hingga kini, motif penembakan belum terungkap.
Salvador Ramos sendiri tewas di tempat kejadian setelah tertembak polisi karena melakukan perlawanan.
Insiden di SD Robb ini merupakan penembakan massal ke-30 yang terjadi di sekolah dasar hingga menengah atas AS sejak awal 2022.
SD Robb mengajar kelas dua hingga empat (siswa 7-10 tahun) dan memiliki 535 siswa pada tahun ajaran 2020-21, menurut data negara. Sekitar 90% siswa adalah orang Hispanik dan sekitar 81% siswa berasal dari keluarga dengan ekonomi kurang beruntung.
Dalam pidato emosionalnya di Gedung Putih pada Selasa (24/5) malam, Presiden Joe Biden menegaskan ini waktunya warga AS, terutama legislator Negeri Paman Sam, benar-benar mendukung pengetatan aturan kepemilikan senjata yang selama ini menjadi perdebatan sengit.
“Atas nama Tuhan, kapan kita akan mendukung reformasi hukum kepemilikan senjata (gun lobby)? Ini waktunya mengubah rasa sakit dan kehilangan dalam aksi nyata bagi seluruh orang tua dan warga di negara ini. Kita harus memperjelas kepada para pejabat terpilih: Ini waktunya beraksi,” ucap Biden dalam pernyataan persnya seperti dikutip AFP.
“Kehilangan seorang anak seperti separuh jiwa Anda direnggut,” kata Biden lagi yang sedikit bercerita soal pengalaman pribadi kehilangan anak dan istri yang tewas karena kecelakaan. (*)










