Home / Indonesiaku / Pemerintahan

Jumat, 17 Juli 2026 14:21- WIB

KM Nurul Salsa Tenggelam, Gubernur Sulsel: Mohon Doanya, Penumpang Hilang Segera Ditemukan

MAKASSAR, Merata.Net –  Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkoordinasi dengan Basarnas Makassar dalam upaya pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sejak menerima laporan kejadian, Gubernur Andi Sudirman mengaku telah mengerahkan dukungan tim bersama Basarnas untuk mempercepat proses pencarian terhadap para penumpang yang masih dinyatakan hilang.

“Kami berkoordinasi dan telah kerahkan kapal bersama Basarnas Makassar. Mohon doanya agar penumpang dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Andi Sudirman, Jumat (17/7/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar menyampaikan pihaknya telah melaporkan perkembangan operasi SAR kepada Gubernur Sulsel yang memberikan perhatian penuh terhadap proses pencarian.

Baca Juga  Warganya Disandera Milisi Al Houthi, Wali Kota Danny : Mari Kita Doakan

“Kami berharap sinergi seluruh unsur yang terlibat dapat mempercepat proses pencarian. Tim di lapangan akan terus bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” ujar Arif.

Berdasarkan data terbaru Basarnas, hingga Kamis (16/7/2026), tercatat 74 orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Sebanyak 49 orang berhasil ditemukan selamat, 1 orang meninggal dunia, sementara 24 orang masih dalam pencarian (DP).

Untuk kronologis kejadian, KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, pada Rabu (15/7/2026) pukul 05.00 WITA.

Baca Juga  Kadiskominfo M Roem Kenalkan Lontara+ di Ajang DTI-CX 2025

Di tengah perjalanan, kapal mengalami mati mesin di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng. Kondisi gelombang mencapai sekitar 2,5 meter membuat proses evakuasi dan pencarian menjadi lebih sulit.

Dalam operasi SAR, sejumlah unsur telah dikerahkan, antara lain Tim Rescue Pos SAR Selayar, KN SAR Kamajaya 104, KRI Marlin, KM Harapan Kita GT 104, serta Pesawat Boeing B737-200 TNI AU untuk melakukan pencarian melalui jalur laut dan udara.

Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus berlangsung sesuai Search and Rescue Action Plan (SARMAP) dengan fokus menemukan 24 korban yang masih belum ditemukan. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Pemerintah Umumkan 1 Zulhijah Jatuh pada 28 Mei 2025

Pemerintahan

Wali Kota Makassar Bersama Pangdam XIV/Hasanuddin Buka Pameran Alutsista TNI

Pemerintahan

Dinkes Kota Makassar laksanakan Orientasi K3 Fasyankes

Pemerintahan

Pemkot dan DPRD Makassar Setujui 15 Usulan Pembentukan Perda Tahun 2025

Indonesiaku

Penjelasan Kakorlantas Polri Terkait Larangan Memakai Sendal Jepit Saat Berkendara Roda Dua

Hiburan

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar, Lia Firman Buka Luxury Wedding Expo 2024

Pemerintahan

Wali Kota Danny Launching Jappa Rong, Inovasi BKM Dukung Program Pemkot Makassar

Pemerintahan

Sekda Sulsel dan Walikota Bogor Teken MoU Asrama Mahasiswa