Home / Otomotif

Minggu, 6 September 2026 22:25- WIB

Kimi Antonelli Menang Dramatis F1 GP Italia 2026, Start P19 Berakhir Juara di Monza

Andrea Kimi Antonelli, Mercedes

Photo by: Steven Tee / LAT Images via Getty Images

Andrea Kimi Antonelli, Mercedes Photo by: Steven Tee / LAT Images via Getty Images

MONZA, Merata.Net – Kimi Antonelli menciptakan salah satu comeback paling spektakuler dalam Formula 1 2026. Pembalap Mercedes itu berhasil memenangkan Formula 1 GP Italia 2026 di Sirkuit Monza, Minggu (6/9/2026), setelah mengawali balapan dari posisi ke-19.

Antonelli tampil luar biasa di hadapan publik Italia. Start dari barisan belakang akibat penalti pergantian mesin, pembalap berusia 20 tahun tersebut mampu merangsek melewati para rival hingga akhirnya merebut kemenangan dari rekan setimnya, George Russell.

Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Antonelli di puncak klasemen sementara F1 2026. Setelah 13 seri, ia kini unggul 66 poin atas Russell.

Yang membuat kemenangan ini semakin istimewa, Antonelli menjadi pembalap Italia pertama yang memenangkan GP Italia di Monza sejak Ludovico Scarfiotti pada 1966.

Jalannya Balapan F1 GP Italia 2026

Pierre Gasly mengawali balapan dari pole position setelah secara mengejutkan menjadi yang tercepat dalam kualifikasi. George Russell start dari posisi kedua, sementara para pembalap papan atas lainnya menguntit dari belakang.

Antonelli sendiri harus memulai balapan dari posisi ke-19 setelah mendapatkan penalti terkait pergantian mesin. Namun, situasi tersebut tidak membuat pembalap Mercedes itu kehilangan kepercayaan diri.

Drama besar terjadi pada lap kedua. Charles Leclerc mengalami kecelakaan keras di tikungan terakhir atau Parabolica setelah kehilangan kendali atas Ferrari-nya dan menghantam pembatas ban.

Kecelakaan tersebut membuat balapan dihentikan dengan red flag. Leclerc dinyatakan baik-baik saja, tetapi harus mengakhiri balapan di kandang Ferrari.

Baca Juga  Menikmati Mode Listrik untuk Keseharian, Tetap Siap untuk Perjalanan Jauh dengan Teknologi PHEV

Saat restart, Russell berada di posisi terdepan, diikuti Gasly dan Franco Colapinto. Antonelli sudah melakukan comeback luar biasa dan naik hingga posisi keenam.

Tidak butuh waktu lama bagi Antonelli untuk kembali menyerang. Pada lap ke-12, Max Verstappen sempat mengambil alih posisi terdepan. Namun, Mercedes kemudian menunjukkan kecepatan yang sangat kuat.

Pada awal lap ke-18, Antonelli berhasil mengambil alih posisi pertama dari Russell. Dari titik tersebut, pertarungan kemenangan kembali mengerucut kepada dua pembalap Mercedes tersebut.

Strategi Pit Stop Jadi Penentu

Momen penting terjadi ketika Virtual Safety Car (VSC) diberlakukan setelah Lance Stroll mengalami masalah dan harus mengakhiri balapan.

Antonelli memanfaatkan kesempatan tersebut untuk masuk pit dan mengganti ban ke kompon medium. Russell memilih bertahan di lintasan dengan ban hard yang sudah digunakan.

Keputusan tersebut kemudian menjadi faktor penting pada fase akhir balapan. Ban Russell mulai kehilangan performa, sementara Antonelli memiliki keuntungan dengan ban yang lebih segar.

Antonelli terus mendekati Russell dan akhirnya melakukan manuver untuk merebut kembali posisi terdepan.

Meski sempat melebar dan menyentuh area gravel ketika menyerang Russell, Antonelli mampu menjaga mobilnya tetap terkendali hingga melewati garis finis sebagai pemenang.

Antonelli Menang, Russell Kedua, Verstappen Ketiga

Antonelli menyelesaikan 53 lap GP Italia dengan keunggulan 3,857 detik atas Russell.

Baca Juga  Launching Festival Rebus Makassar, Wali Kota Danny: Saatnya Hidup Sehat

Max Verstappen tampil solid dan membawa Red Bull finis di posisi ketiga, disusul duo McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri.

Lewis Hamilton menjadi pembalap Ferrari terbaik dengan finis keenam setelah Leclerc gagal finis. Pierre Gasly yang memulai balapan dari pole position harus puas berada di posisi ketujuh.

Kemenangan Bersejarah di Depan Tifosi Italia

Kemenangan di Monza memiliki makna khusus bagi Antonelli. Ia merupakan pembalap Italia yang sedang memimpin klasemen F1 dan kini mampu memberikan kemenangan di balapan kandangnya.

Terakhir kali pembalap Italia memenangkan GP Italia di Monza adalah Ludovico Scarfiotti bersama Ferrari pada 1966. Artinya, Antonelli mengakhiri penantian selama sekitar enam dekade untuk kemenangan pembalap Italia di Monza.

Lebih istimewa lagi, Antonelli melakukannya setelah harus start dari posisi ke-19.

Antonelli Semakin Kokoh di Puncak Klasemen

Hasil di Monza juga menjadi pukulan telak bagi George Russell. Sebelum balapan, Russell memiliki peluang besar memangkas jarak dengan Antonelli yang hanya unggul 59 poin.

Namun, kemenangan Antonelli dan posisi kedua Russell justru membuat jarak keduanya melebar menjadi 66 poin setelah 13 seri. Antonelli kini mengoleksi 242 poin.

Mercedes juga semakin kuat di klasemen konstruktor setelah kembali menempatkan dua pembalapnya di dua posisi teratas. (*)

Share :

Baca Juga

Otomotif

AHM Kenalkan Motor Petualang New NX500, Big Bike Berteknologi Honda E-Clutch

Otomotif

Ananda Zayn Neymar Debut Cemerlang, Tim HRI Tampil Kompetitif di MFoS 2026

Otomotif

HRI Team Management Perkuat Regenerasi Pembalap Muda, Ananda Zayn Neymar Siap Jalani Debut di MFoS 2026

Otomotif

Diklaim sebagai ‘The First AI Car for Everyone’, Mungkinkah OMODA O4 Hadir di KisaranRp400 Jutaan?

Otomotif

LEPAS Resmi Buka Dealer Pertama di Medan, Perkuat Ekspansi Jaringan di Sumatera

Otomotif

Honda Hadirkan Pengalaman “Culture. Evolved.”, Tampilkan Perdana Honda Super-ONE  di GIIAS Surabaya 2026

Otomotif

Ai Ogura Cetak Sejarah di Assen! Menang Perdana MotoGP, Martin Rebut Puncak Klasemen

Otomotif

Respons Positif Konsumen Dorong Pertumbuhan STARGAZER Cartenz