Home / Pendidikan

Jumat, 30 Januari 2026 16:01- WIB

Kemitraan Bidang Pendidikan Australia-Indonesia Berlangsung di Probolinggo

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath (kiri).

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath (kiri).

JAKARTA, Merata.Net – Program kemitraan Australia–Indonesia, Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo, meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah terpencil di seluruh Indonesia dengan menggunakan pendekatan pembelajaran ‘multigrade learning’ (rangkap-kelas).

Model rangkap-kelas ini diujicobakan pada tahun 2018, menawarkan solusi praktis bagi sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit, fasilitas terbatas, atau kekurangan guru. Model ini memungkinkan satu guru untuk memfasilitasi pembelajaran bagi siswa dari berbagai tingkatan kelas dalam satu ruang kelas, dan memastikan akses berkelanjutan terhadap pembelajaran.

Setelah pendekatan ini diterapkan, skor literasi meningkat dari 63,8 menjadi 73,2, dan skor numerasi dari 54 menjadi 72,2. Model rangkap-kelas kemudian diimplementasikan secara lebih luas, menjangkau 168 sekolah dasar di Kabupaten Probolinggo, termasuk SDN Sariwani 2.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, dan Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pungkas Bahjuri Ali, mengunjungi SDN Sariwani 2 untuk melihat bagaimana pendekatan ini diterapkan.

Baca Juga  Australia dan Indonesia Perluas Kerja Sama dalam Manajemen Risiko Bencana

“Indonesia dan Australia adalah mitra dekat, dan kami memiliki komitmen yang sama untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak. Saya senang dapat mengunjungi SDN Sariwani 2 untuk melihat bagaimana kerja sama kita memberikan hasil yang luar biasa bagi anak-anak sekolah di Indonesia,” kata Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mencatat bahwa pendekatan pembelajaran ini sejalan dengan prioritas Kemendikdasmen. “Saya sangat menghargai kolaborasi ini yang telah menemukan cara-cara kreatif untuk memastikan anak-anak di daerah terpencil terus menerima pendidikan berkualitas baik. Ini adalah langkah konkret menuju terwujudnya pendidikan inklusif dan berkualitas bagi semua anak di seluruh Indonesia. Kemdikdasmen telah bekerja sama dengan program INOVASI untuk memperluas pendekatan ini ke wilayah lain di Indonesia melalui inisiatif pelatihan guru,” katanya.

Baca Juga  Kedutaan Australia Memperingati Kepahlawanan dan Pengorbanan di Pulau Bangka

Deputi Bappenas Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pungkas Bahjuri Ali, menyoroti bahwa pengajaran rangkap-kelas mendukung tujuan kebijakan nasional, termasuk mengurangi jumlah anak putus sekolah. “Pendekatan ini (pengajaran rangkap-kelas) adalah contoh yang baik, dengan bukti yang kuat, yang akan menjadi pendekatan strategis untuk mempercepat akses pendidikan sekaligus memastikan kualitas pengajaran dan pembelajaran. Selanjutnya, ini akan menjadi tantangan bagi kami, Bappenas dan Kemdikdasmen, untuk memperluas implementasinya ke wilayah lain di Indonesia,” pungkasnya. (**)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Kalla Institute Buka Jalur Sertifikat UTBK SNBT 2025 Tanpa Biaya Registrasi

Pendidikan

Seleksi Bersama Masuk Poltekpar Kementerian Pariwisata Resmi Dimulai, Tersedia 3.610 Kuota

Pendidikan

Kalla Institute Jalin Kerja Sama Strategis dengan Grab hingga Universitas Teknikal Malaysia

Pemerintahan

Sambut Temu Pendidik Nusantara 9, Kadis Pendidikan Kota Makassar Serukan Merdeka Belajar di Ruang Kelas

Pendidikan

Poltekpar Makassar Gelar Sosialisasi Anti Korupsi

Pendidikan

Temu Pendidik Nusantara ke-10 di Makassar Hadirkan Ratusan Guru Dari Berbagai Daerah

Pendidikan

Gelar Simaan Akbar, 71 Siswa SD Islam Athirah 2 Tampil Menghafal Al Quran

Pendidikan

Poltekpar Makassar Rayakan Dies Natalis ke-35, Teguhkan Kebanggaan dan Sinergi untuk Pariwisata Berkelanjutan