Home / Olahraga

Senin, 18 November 2024 08:20- WIB

Hanya Menang Tiga Kali Selama Balapan MotoGP 2024, Jorge Martin Juara Dunia!

Jorge Martin Juara Dunia MotoGP 2024.

Jorge Martin Juara Dunia MotoGP 2024.

MERATA.NET – Jorge Martin sukses menjadi juara dunia MotoGP 2024. Ia berhasil mengalahkan juara bertahan Franscesco Bagnaia sesama pebalap Ducati.

Pecco Bagnaia bahkan berhasil memenangkan 11 balapan utama sementara Jorge Martin hanya 3 kali. Balapan terakhir yang berlangsung di Barcelona, Minggu (17/11/2024) Bagnaia finis pertama disusul oleh Marquez dan posisi ketiga diamankan oleh Martin.

Jorge Martin adalah bukti konsistensi dan strategi. Meskipun bukan pembalap dengan kemenangan terbanyak musim ini, ia berhasil mengamankan cukup banyak podium dan poin untuk mengklaim Kejuaraan.

Hal ini menjadikan Martin sebagai pembalap ke-empat dalam sejarah MotoGP yang memenangkan gelar tanpa kemenangan terbanyak dalam satu musim, setelah Nicky Hayden (2006), Jorge Lorenzo (2012), dan Marc Marquez (2013 dan 2017, seri dengan Andrea Dovizioso).

Musim 2024 Jorge Martin adalah musim yang akan tercatat dalam buku sejarah. Ia berhasil meraih 16 podium, termasuk tiga kemenangan balapan GP, ​​dan mencetak rekor baru untuk podium terbanyak dalam satu musim oleh pembalap Ducati, yang juga dipegang oleh Bagnaia (16). Ia juga meraih podium Tissot Sprint terbanyak pada tahun 2024: 16 kali.

Baca Juga  John Herdman Panggil 23 Pemain untuk Pemusatan Latihan Jelang ASEAN Championship 2026

Ducati Lenovo Team Manager Davide Tardozzi mengungkapkan Jorge Martin bisa jadi juara dunia MotoGP 2024 karena lebih konsisten selama melakoni balapan tahun ini. Martin lebih sedikit gagal finish dibanding Bagnaia. Podium non-juara 1 yang diraih Martin juga lebih banyak.

“Jorge pantas mendapatkan gelar ini karena ia cepat dan jelas meraih lebih banyak podium. Jadi pada akhirnya ia lebih baik mengelola balapan dan ia akhirnya menjadi juara,” kata Tardozzi dalam wawancara dengan MotoGP.com.

Baca Juga  Jelang Laga Lawan Kuala Lumpur City FC, Bernardo Tavares: Mereka Tim Kuat

Dilansir Crash, Tardozzi mengatakan, Pecco Bagnaia lebih banyak mengalami gagal finish. Beberapa kesalahan Bagnaia sepanjang musim ini membuat nomor keramat #1 direbut Jorge Martin.

“Sayangnya ia membuat beberapa kesalahan. Delapan kali tanpa poin (DNF/gagal finis), itulah alasan mengapa ia tidak memenangkan kejuaraan. Delapan tanpa poin versus tiga untuk Martin. Namun pada akhirnya, saya pikir ia menyandang nomor satu selama dua tahun karena ia pantas mendapatkannya, karena ia seorang juara. Dan saya yakin ia akan berjuang untuk kejuaraan tahun depan juga,” ujar Tardozzi.

Martin hanya empat kali gagal finis di Sprint Race maupun balapan utama. Sedangkan Bagnaia secara total delapan kali gagal menyentuh garis finis, lima kali di balapan utama dan Sprint Race tiga kali. (*

Share :

Baca Juga

Olahraga

ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024: Myanmar vs Indonesia 0-1

Olahraga

PSSI Terima Dukungan FIFA-GIZ untuk Pengembangan Sepak Bola Wanita di Indonesia

Olahraga

Perolehan Sementara Medali Porprov Sulsel XVII 2022, Kota Makassar di Urutan Pertama

Olahraga

Timnas Gaet 11 Pemain Liga 1, Siap Hadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026

Olahraga

Sesi Latihan MotoGP Jerman, Rider Pertamina Tercepat

Olahraga

Dua Atlet Asal Sulsel Tembus Pelatnas Bulutangkis Indonesia

Bisnis

Baruga Driving Range Golf Hadirkan Permainan Golf 9 Hole

Olahraga

Piala Presiden 2025 Diikuti Enam Tim, Dua dari Luar Negeri