SEOUL, Merata.Net – Member Kpop Grup, New Jeans, Hanni bersaksi pada masalah perundungan di tempat kerja dalam audit Komite Lingkungan dan Tenaga Kerja Majelis Nasional Korea Selatan pada hari Selasa, (15/10/2024).
Ia menjadi salah satu yang diminta bersaksi oleh Majelis Nasional untuk menceritakan dugaan bullying di lingkungan kerja idol.
Penyanyi kelahiran Australia-Vietnam ini diundang sebagai saksi rujukan, setelah mengungkapkan pengalamannya yang tidak menyenangkan dengan sesama artis di bawah label yang sama.
“Saya berharap tidak seorang pun, baik senior, junior, artis sebaya, atau bahkan trainee mengalami apa yang saya alami,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya rasa hormat di lingkungan kerja, menambahkan bahwa jika setiap orang menghormati satu sama lain sebagai manusia, perundungan dan pengucilan tidak akan terjadi. Penyanyi yang bernaung di bawah label musik Ador ini pertama kali mengungkapkan insiden tersebut dalam siaran langsung YouTube grupnya pada 11 September.
Dalam siaran tersebut, ia menceritakan bahwa pada 28 Mei, seorang manajer dari grup K-pop lain, yang juga berada di bawah anak perusahaan Hybe, menginstruksikan anggotanya untuk “mengabaikan” Hanni ketika mereka bertemu di kantor pusat Hybe di Seoul.
“Saya angkat bicara hari ini karena saya tahu jika saya tidak melakukannya, masalah ini akan berlalu begitu saja, dan terkubur lagi,” tambahnya.
Menurutnya, ada semacam suasana di perusahaan, yang sangat sulit dijelaskan, jadi kami tidak bisa memberi tahu siapa pun.
“Itu adalah sesuatu yang hanya bisa Anda ketahui jika Anda adalah orangnya,” ucap Hanni.
“Saya pikir itu semua ada di kepala saya, tetapi semua yang terjadi membuat kami sadar bahwa perusahaan tidak menyukai kami,” tutur idol kelahiran 6 Oktober 2004 itu.
Selain Hanni, CEO baru ADOR Kim Ju-young juga hadir untuk dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai saksi sekaligus upaya perusahaan mencegah masalah perundungan di tempat kerja. (*)










