MAROS, Merata.Net– Keberhasilan membenahi fasilitas ibadah tempatan mengemuka dalam Seminar Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Tematik Infrastruktur PU yang digelar pada Kamis (13/8/2026). Dalam pemaparannya, tim mahasiswa mempresentasikan kesuksesan pelaksanaan program kerja unggulan bertajuk SENGKALANTANG di Masjid Raudhatul Muflihin, Lingkungan Sengkalantang, Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.
Inisiatif program ini pertama kali dicetuskan oleh Rahmat, salah satu anggota tim KKN Unhas. Bagi Rahmat, memilih tempat ibadah sebagai fokus utama pengabdian bukan sekadar penuntasan kewajiban akademis, melainkan panggilan nurani untuk merawat rumah kedamaian.
Uniknya, penamaan program kerja ini diselaraskan langsung dengan nama lokasi pengabdian. SENGKALANTANG merupakan akronim dari Sinergi Edukasi Nilai Gema, Kelola Akustik, Lokasi Audio, dan Nama Tata Arah Nuansa Gerbang. Kesamaan nama antara program kerja dan lokasi pelaksanaan tersebut menarik perhatian para hadirin hingga memicu standing applause saat pemaparan seminar hasil berlangsung.
Melalui program SENGKALANTANG, tim KKN Unhas Gel. 116 mengeksekusi tiga kegiatan utama untuk membenahi sarana dan prasarana ibadah warga:
- Pengadaan dan Penataan Audio: Menyerahkan 2 unit speaker masjid baru sekaligus menata ulang tata letak sistem audio untuk mengoptimalkan kualitas dan kejernihan suara azan maupun pengajian.
- Pengadaan Papan Nama: Merancang dan memasang papan nama Masjid Raudhatul Muflihin yang informatif dan estetis di area gerbang sebagai penanda lokasi.
- Edukasi Pemeliharaan: Memberikan panduan pengelolaan serta perawatan sarana akustik dan fasilitas masjid kepada pengurus masjid setempat.
Ketua RW 04 Lingkungan Sengkalantang, Pak Arfah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian dan aksi nyata para mahasiswa. Menurutnya, program ini menjawab kebutuhan mendesak warga setempat.
“Kami sangat mengapresiasi penanganan dari adik-adik KKN Unhas. Baru kali ini ada gelombang KKN yang berhasil mengeksekusi pembuatan papan nama masjid. Pengadaan speaker ini juga sangat tepat sasaran karena pengeras suara masjid kami kebetulan sedang rusak. Ini bentuk kepedulian yang sangat terasa manfaatnya bagi jamaah,” ujar Pak Arfah.
Melalui penataan akustik dan identitas fisik yang lebih baik, program SENGKALANTANG diharapkan membawa keberlanjutan manfaat serta meningkatkan kenyamanan ibadah masyarakat Lingkungan Sengkalantang secara jangka panjang. (**)










