Home / Pemerintahan

Senin, 3 Februari 2025 08:16- WIB

Hadiri Festival Cap Go Meh, Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry Dukung Pelestarian Budaya Tionghoa

MAKASSAR, Merata.Net – Penjabat Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan arak-arakan 18 Dewa di Makassar, sebagai bagian dari pelestarian budaya Tionghoa di Sulsel.

Acara Festival Cap Go Meh kembali digelar di Kawasan Pecinaan, Jalan Sulawesi, Kota Makassar, Minggu (2/2/2025), setelah terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2011.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sulsel ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Kapolda Sulsel, Kasdam Hasanuddin, Danlantamal Makassar, perwakilan Kejati Sulsel, Sekda Sulsel, perwakilan Wali Kota Makassar, serta berbagai unsur perbankan dan organisasi lainnya.

Prof Fadjry Djufry mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap acara ini. Berdasarkan laporan Ketua Walubi, acara ini diperkirakan dihadiri sekitar 5.000 peserta.

“Arak-arakan dewa ini terakhir kali dilakukan 11 tahun lalu, dan kini kembali diadakan. Ini menunjukkan bahwa budaya Sulawesi Selatan menjunjung tinggi kebersamaan dalam keberagaman, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Baca Juga  Ruang Terbuka Hijau Kota Makassar Bertambah, Ini Penjelasan Kepala DLH

Pemprov Sulsel, lanjut Prof Fadjry Djufry, mendukung penuh acara ini sebagai bagian dari budaya yang telah mengakar di Sulsel.

“Kita memiliki beragam budaya dan etnis yang telah hidup berdampingan dalam harmoni di bawah semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Saya menyambut baik acara ini dan berharap dapat menjadi agenda tahunan sebagai bagian dari identitas kita semua,” tambahnya.

Bahkan, Prof Fadjry Djufry menyebut bahwa dukungan terhadap acara ini lebih besar dibandingkan kegiatan serupa yang pernah ia hadiri di Singkawang.

Ketua Walubi Sulsel, Henry Sumitomo, menjelaskan bahwa rangkaian acara berbagi kebahagiaan di tahun ini terdiri dari dua agenda utama. Arak-arakan dewa, yang berlangsung hari ini, Minggu, 2 Februari 2025. Dan pesta rakyat yang akan digelar pada Rabu, 12 Februari 2025

Baca Juga  Padati Anjungan Losari, Warga Makassar Antusias Sambut Tahun Baru 2024

Mengusung tema Kebersamaan dalam Keberagaman Menuju Generasi Emas 2045, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai keberagaman di Kota Makassar.

“Kami ingin mengingatkan bahwa keberagaman adalah bagian dari kehidupan masyarakat Makassar. Walubi berkomitmen untuk terus melestarikan budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara,” jelas Henry.

Ia menambahkan bahwa peserta arak-arakan ini tidak hanya berasal dari Makassar, tetapi juga dari Galesong (Takalar) dan Kota Parepare. Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan acara ini dapat terus berlangsung sebagai bagian dari warisan budaya Sulsel yang kaya dan harmonis. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Di Musrembang, Kemendagri dan Bappenas Puji Capaian Pemprov Sulsel di Tahun 2022

Pemerintahan

Agar Vaksin Tidak Terbuang Percuma, Dinkes Makassar Terapkan Sistem Multidose

Pemerintahan

Sampaikan Realisasi APBD 2023, Firman Pagarra Imbau OPD Pacu Kinerja dan Bekerja Optimal

Pemerintahan

Wali Kota Danny Hadiri Penyampaian LHP LKPP dan IHPS II TA 2023 BPK RI ke Presiden Jokowi

Pemerintahan

Wali Kota Munafri Hadir di APCAT Summit

Pemerintahan

Hadiri Pesta Budaya Batak, Danny: Masyarakat Batak Miliki Semangat Budaya yang Begitu Besar

Pemerintahan

Wali Kota Appi Bersama Forkopimda Sulsel Pantau Pos Pengamanan Mudik dan Aktivitas Malam Takbiran

Pemerintahan

Sebanyak 49.209 KK Warga Makassar Telah Nikmati Iuran Sampah Gratis