MERATA.NET – Sebuah keputusan besar baru saja diketok oleh Grand Prix Commission (GPC). Badan yang digawangi oleh Paul Duparc (FIM), Mike Webb (IRTA), Biense Bierma (MSMA), dan Carmelo Ezpeleta (MotoGP SEG) ini secara resmi merilis beberapa perubahan regulasi teknis dari olahraga balap motor premium ini.
Fokus utamanya sangat jelas yaitu meningkatkan keselamatan (safety) menyusul beberapa insiden yang terjadi pada momen start di beberapa balapan terakhir.
ada tiga poin perubahan besar yang diumumkan, di mana dua di antaranya langsung berlaku di musim 2026 ini, dan satu regulasi jangka panjang untuk musim 2028. Mari kita bedah satu per satu detailnya.
1. Front Ride Height Device Dilarang Mulai GP Belanda 2026!
Ini dia poin yang paling radikal. Perangkat pengatur ketinggian suspensi depan atau yang biasa kita kenal sebagai front ride height device (atau front holeshot device) resmi dilarang dan dicopot dari seluruh motor MotoGP, efektif mulai Grand Prix Belanda di Sirkuit Assen akhir pekan ini!
Mulanya, pelarangan total perangkat ride height ini baru direncanakan matang pada regulasi baru 850cc di tahun 2027. Namun, GPC memilih mempercepat eksekusinya khusus untuk bagian depan demi alasan keselamatan pasca insiden di beberapa awal balapan seperti di Montmeló dan Hungaria.
Putusan kilat ini diambil setelah GPC melakukan konsultasi intensif dengan seluruh tim dan para pembalap. Bahkan, pada sesi latihan bebas di GP Republik Ceko hari Jumat yang lalu, para pembalap sudah diberikan sesi ekstra (extra Practice Start sessions) untuk mensimulasikan prosedur start tanpa mengaktifkan perangkat elektronik/hidrolik depan ini.
2. Jarak Grid Start Diperlebar Mulai GP Jerman 2026
Poin kedua menyasar pada area penataan posisi start (Grid Layout) yang berlaku untuk semua kelas (MotoGP, Moto2, dan Moto3). Mulai Grand Prix Jerman 2026 nanti, jarak baris di grid akan diperlebar untuk meminimalisir risiko CRASH karambol saat START.
-
Format Baris: Tetap mempertahankan konfigurasi 3 pembalap per baris.
-
Jarak Vertikal Antar Pembalap: Jarak vertikal antar baris pembalap yang awalnya 3 meter, ditingkatkan menjadi 4 meter.
-
Jarak Total Antar Baris: Dengan perubahan tersebut, jarak total dari satu baris berisi 3 pembalap ke baris di belakangnya melar dari yang semula 9 meter menjadi 12 meter.
Perubahan ini otomatis membuat bentangan grid start menjadi lebih panjang ke belakang, memberikan ruang traksi dan ruang menghindar yang lebih lega bagi para pembalap di awal jalannya balapan.
3. Batasan Maksimal 6 Motor Per Pabrikan di Musim 2028
Poin terakhir berorientasi pada peta kompetisi jangka panjang, tepatnya mulai musim 2028. GPC sepakat untuk membatasi jumlah motor di grid berdasarkan pabrikan. Mulai tahun 2028, satu pabrikan hanya diperbolehkan menyuplai maksimal 6 sepeda motor di kelas MotoGP.
Artinya, sebuah pabrikan hanya diizinkan memiliki 1 tim pabrikan utama (factory team) dan maksimal menyuplai 2 tim satelit saja. Namun, regulasi pembatasan ini memiliki satu syarat mutlak: harus ada minimal 5 pabrikan berbeda yang aktif berkompetisi di kejuaraan MotoGP pada musim tersebut.
Langkah ini diambil demi menjaga keseimbangan peta kekuatan antar pabrikan agar tidak ada satu jenama / Brand yang terlalu mendominasi jumlah kuantitas motor di grid.
Langkah taktis dari FIM, IRTA, MSMA, dan MotoGP SEG ini memperlihatkan bahwa aspek keselamatan pembalap langsung direspons dengan cepat tanpa harus menunggu pergantian siklus regulasi besar di 2027. (**)








