Home / Bisnis

Selasa, 24 Desember 2024 18:17- WIB

Siap-Siap Beli Pembalut Lebih Mahal di 2025! Bakal kena PPN 12%

Ilustrasi pembalut. foto/Alodokter.com

Ilustrasi pembalut. foto/Alodokter.com

JAKARTA, Merata.Net – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menegaskan pembalut atau menstrual pads, tampon serta menstrual cup bukan jenis objek pajak baru. Hingga saat ini, barang-barang kebutuhan perempuan ini dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Berdasarkan Undang-Undang PPN Nomor 8 Tahun 1983 sttd UU HPP, pads menstruasi dan tampon tidak termasuk dalam negative list atau objek pajak yang dikecualikan dari pengenaan PPN. Artinya, selama ini pads menstruasi telah dikenai PPN 11%,” ungkap Dwi Astuti, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, DJP, Selasa (24/12/2024).

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi Tenaga Konstruksi, SIG dan Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Gelar Pelatihan di 3 Kota

Besar kemungkinan, kenaikan PPN 12% akan dikenakan kepada pembalut, tampon dan menstrual cup. Padahal, harga keperluan wanita tersebut tidak lah murah. Namun, memang beberapa di antaranya masih ada yang diimpor dari luar negeri.

“Kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% berlaku untuk seluruh barang dan jasa yang selama ini dikenai tarif 11%, kecuali beberapa jenis barang yang merupakan kebutuhan masyarakat banyak, yaitu minyak goreng curah “Kita”, tepung terigu dan gula industri,” papar Dwi.

Baca Juga  26 Tahun XL Axiata Tebar Beragam Promo Seluruh Produk

Adapun, sejumlah negara di dunia sudah menerapkan pembebasan pajak atau penerapan pajak lebih rendah atas barang sanitasi menstruasi ini. Beberapa negara yang membebaskan pajak atas pembalut, tampon dan menstrual cup adalah Australia, Korea Selatan, Malaysia dan India.

Sementara itu, Jerman dan Vietnam memberlakukan pajak lebih rendah untuk barang sanitasi menstruasi ini, yakni sekitar 5%.  (*)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Indosat Ooredoo Hutchison Makmurkan Masjid dan Lingkungannya

Bisnis

55 Tahun Mitsubishi Fuso, Perkuat Kemitraan Bisnis di Makassar

Bisnis

Telkomsel Lanjutkan Upgrade Layanan 3G ke 4G/LTE di 300 Kota/ Kabupaten secara Bertahap Mulai Februari 2023

Bisnis

Tren Visitor Bugis Waterpark Adventure Meningkat Hingga 150 Persen

Bisnis

Kalla Beton Kenalkan Mortar Instan dalam Constructor’s Lab Citraland Celebes

Bisnis

Tumbuh 4 Persen, Pendapatan PLN Naik Jadi Rp 212,8 Triliun

Bisnis

KPF Makassar Gelar Buka Puasa Bersama Sekaligus Beri Santunan Anak Panti

Bisnis

Singapura, Negeri yang Paling Diminati para Pekerja Formal Indonesia