SAMARINDA, Merata.Net – PSM Makassar harus puas berbagi satu poin dengan Borneo FC Samarinda setelah melewati pertandingan penuh drama dan ketegangan. Skor berkesudahan 1-1 untuk kedua tim di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (07/11/2026).
Meski gagal meraih kemenangan, pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mengaku bangga dengan perjuangan dan mentalitas anak asuhnya.
Kebanggaan tersebut bukan tanpa alasan. PSM harus menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain setelah dua penggawanya diganjar kartu merah.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Kalezic menilai PSM sebenarnya mampu mengendalikan jalannya laga. Bahkan, ia menganggap tampil lebih dominan dan berhasil menghentikan permainan Borneo FC.
“Kami menetralisir cara bermain Borneo 100 persen dan kami berada di posisi favorit untuk bermain sepak bola sesuai yang kami inginkan. Kami mengontrol pertandingan dan menjadi tim yang jauh lebih berbahaya dengan menciptakan banyak peluang, sementara Borneo tidak menciptakan satu pun peluang sepanjang laga,” ujar Kalezic usai laga.
Meski begitu, pelatih tersebut menyayangkan PSM harus kebobolan lebih dulu. Gol Borneo FC dinilainya sebagai kejadian yang tidak terduga, apalagi ketika PSM berada dalam posisi untuk mencetak gol.
Bangkit di Babak Kedua, PSM Kehilangan Dua Pemain
PSM kemudian menunjukkan respons positif pada babak kedua. Pasukan Ramang mampu meningkatkan intensitas serangan hingga akhirnya mencetak gol penyeimbang untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Namun, perjuangan PSM semakin berat setelah dua pemainnya Mufly Hidayat dan Stevan Jevtoski menerima kartu merah. Situasi tersebut memaksa Juku Eja melanjutkan pertandingan dengan hanya sembilan pemain.
Di tengah tekanan dan keterbatasan jumlah pemain, PSM tetap berusaha mempertahankan hasil hingga peluit panjang yang dibunyikan.
Kalezic mengaku sangat mengapresiasi semangat juang yang ditunjukkan para pemainnya.Ia melihat seluruh skuad memiliki keinginan kuat untuk tidak menyerah, meski harus menghadapi situasi sulit di lapangan.
Menurutnya, para pemain telah menunjukkan mentalitas luar biasa dengan terus berjuang demi klub dan suporter hingga menit terakhir.
Kodai Tanaka Kecewa Gagal Cetak Gol
Sementara itu, penyerang PSM Makassar, Kodai Tanaka, juga mengakui pertandingan melawan Borneo FC bukanlah laga yang mudah. Sebagai seorang striker, pemain tersebut mengaku kecewa karena tidak mampu menyumbangkan gol untuk timnya.
“Tentu saja ini adalah pertandingan yang sangat berat. Sebagai seorang striker, saya kecewa tidak bisa mencetak gol,” ungkap Kodai Tanaka.
Kendati demikian, Kodai menegaskan kepentingan tim tetap menjadi prioritas utama. Ia justru merasa bangga terhadap perjuangan rekan-rekannya serta kerja keras seluruh jajaran pelatih sepanjang pertandingan.
Hasil imbang ini memang belum sepenuhnya memenuhi harapan PSM Makassar. Namun, perjuangan sembilan pemain Juku Eja hingga akhir laga menjadi gambaran semangat pantang menyerah yang ingin ditunjukkan tim berjuluk Pasukan Ramang tersebut. (*)










