Home / Bisnis

Senin, 16 Januari 2023 10:00- WIB

App MyPertamina Terus Dikembangkan untuk Kenyamanan Konsumen

Jakarta, Merata.Net – Pertamina telah mengembangkan aplikasi MyPertamina bagi masyarakat yang setia menggunakan produk mereka.

Banyak sekali keuntungan yang akan didapatkan saat menggunakan aplikasi mobile itu, mulai dari poin untuk ditukarkan souvenir menarik hingga voucher belanja.

Juru Bicara Pertamina, Irto Ginting mengatakan, MyPertamina hadir sebagai aplikasi yang diterapkan untuk menjaga loyalitas konsumen. Sehingga yang akan mendapatkan keuntungan dari MyPertamina adalah pelanggan setia produk Pertamina

“Yang paling utama adalah keuntungan bagi pelanggan Pertamina. Mereka dapat menikmati berbagai penawaran menarik dengan menggunakan MyPertamina,” katanya di Jakarta akhir pekan lalu.

Irto mencontohkan, saat ini MyPertamina sudah bekerjasama dengan akun LinkAja. Rencananya, MyPertamina juga akan bisa dihubungkan dengan OVO dan Gopay. Sehingga transaksi pembayaran masyarakat di SPBU dapat dilakukan secara nontunai atau cashless.

“Saat ini terus dikembangkan agar aplikasi ini semakin sesuai dengan tren transaksi masyarakat. Misalkan, saat ini sudah bisa cashless payment MyPertamina terhubung dengan OVO dan Gopay,” ujarnya.

Baca Juga  Hadirkan Kesan Luas dan Suasana Nyaman, Begini Rahasia Optimalkan Hunian A la in-Lite

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang, Dr Lasmiatun, juga mendukung pengembangan MyPertamina. Dia mengungkapkan, langkah pemerintah untuk membatasi distribusi BBM bersubsidi dengan penataan yang baik sangat penting.

Upaya awal yang dapat dilakukan adalah dengan mendata kendaraan yang berhak mendapatkan subsidi energi. Salah satu pilihannya adalah menerapkan aplikasi MyPertamina. Sebab, platfrom MyPertamina dapat disinkronkan dengan data dinas sosial. 

Pemerintah, kata Lasmiatun, perlu bertindak cepat dalam membatasi distribusi BBM bersubsidi. Sebab sebagian besar penikmat bantuan energi pemerintah adalah kalangan mampu. Sementara orang miskin justru sedikit yang memanfaatkan. “Penyesuaian harga BBM adalah langkah terakhir yang bisa diambil pemerintah. Sebab, harga minyak dunia masih meningkat, sementara harga jual BBM di Indonesia masih jauh dari angka keekonomian,” ujarnya. 

Pemerintah telah menaikkan subsidi dan kompensasi energi menjadi Rp502,4 triliun dalam APBN-Perubahan 2022. Angka ini meningkat tiga kali lipat dari pagu awal, Rp152,5 triliun.

Baca Juga  Gelaran MotoGP Mandalika Sukses, Pertamina Diapresiasi Banyak Pihak

“Pemerintah perlu mendorong reformasi subsidi BBM dengan memperbaiki mekanisme pemberian subsidi BBM yang dalam kenyataanya selama ini tidak dinikmati masyarakat pra-sejahtera,” kata Lasmiatun.

Namun, distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran baru akan efektif jika pemerintah melindunginya dengan payung hukum. Tanpa aturan jelas, upaya mencegah kebocoran subsidi kandas dalam pelaksanaan. Karena itu, Pemerintah didesak agar segera menerbitkan revisi Peraturan Presiden 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, untuk mempertegas kriteria pengguna BBM bersubsidi dan jenis kendaraan.

Selain itu, Pemerintah Daerah juga harus turut aktif dalam mendukung program ini, agar amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang  Energi dapat dijalankan, yaitu memberikan subsidi bagi kelompok masyarakat tidak mampu. (*)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Novotel Makassar Hadirkan Promo dan Hadiah Menarik di Mal Ratu Indah

Bisnis

Program Undian dengan Kesempatan Menang Tinggi, Danamon Hadirkan Danamon Hadiah Beruntun

Bisnis

MaxOne Hotel & Resort Makassar Raih Penghargaan Hotel Terbaik Peringkat 1 Dari DLH Makassar

Bisnis

Sambut Tahun Baru Imlek 2022, Berbagai Program Menarik Hadir di TSM Makassar

Bisnis

Hore!! Limit Transaksi BCA Naik Mulai Januari 2024

Bisnis

Kalla Toyota Gelar Festival Merah Putih di Mal Ratu Indah

Bisnis

Pastikan Kelancaran Pasokan Gas, Pupuk Kaltim Teken PJBG dengan Pertamina

Bisnis

Momen Tahun Baru 2024, Indosat Ooredoo Hutchison Layani Puncak Lonjakan Trafik Data 8,9%