MAKASSAR, Merata.Net – The Foreign Social Cafe Makassar kembali melakukan perayaan spesial memasuki usia ketiga tahun beroperasi melayani pelanggan.
Manager The Foreign Social Cafe, Angga Saputra mengatakan, selama tiga tahun, The Foreign telah berkontribusi melalui apa yang kami hadirkan, bagaimana kami melayani, dan hubungan yang kami bangun.
“Bagi The Foreign, perjalanan ini tidak hanya tentang makanan, tetapi juga tentang cerita, budaya, dan manusia yang hadir di dalamnya. Culinary adalah wujud dari apa yang kami hadirkan,” ujarnya Jumat, (16/10/2026).
Angga melanjutkan, culture menentukan bagaimana kami melayani. Dan Connection memberi makna
pada alasan mengapa kami melayani. “Ketiga nilai inilah yang menjadi bagian dari perjalanan The Foreign selama tiga tahun terakhir,” ucapnya.
Dalam rangka merayakan anniversary ke-3, The Foreign menghadirkan “A Taste of Peranakan Heritage & An Intimate Evening with Sisca Soewitomo”, sebuah kolaborasi kuliner bersama Chef Sisca Soewitomo, salah satu figur yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan kuliner Indonesia.
Mengangkat kekayaan warisan kuliner Peranakan, kolaborasi ini menghadirkan tiga hidangan pilihan, yaitu Nasi Ulam Nyonya, Nyonya Laksa, dan Nasi Ayam Kari Kapitan. Melalui hidangan-hidangan tersebut, The Foreign ingin menghadirkan kekayaan rasa sekaligus cerita di balik budaya Peranakan—sebuah warisan kuliner yang lahir dari pertemuan berbagai budaya dan generasi.
Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, momen ini merupakan bentuk apresiasi The Foreign kepada para tamu, tim, komunitas, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan selama tiga tahun.
Kehadiran Chef Sisca Soewitomo memberikan kesempatan bagi para tamu untuk menikmati hidangan hasil kolaborasi sekaligus berbagi cerita dan pengalaman secara lebih dekat dalam suasana yang hangat. Melalui Culinary, Culture & Connection.
The Foreign merayakan tiga tahun perjalanan dengan keyakinan bahwa makanan bukan hanya tentang apa yang tersaji di meja, tetapi juga tentang budaya yang diwariskan, pengalaman yang diciptakan,
dan hubungan yang terbangun di sekitarnya.
Profil Sisca Soewitomo
Sisca Soewitomo bukanlah sosok baru di dunia kuliner Tanah Air. Ia dikenal luas sebagai figur yang aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami dan melestarikan resep tradisional Indonesia.
Di tengah berkembangnya berbagai jenis makanan modern, ia tetap menekankan bahwa kuliner tradisional memiliki nilai budaya yang tidak tergantikan. Bagi Sisca, setiap hidangan memiliki cerita, sejarah, dan identitas yang patut dijaga.
Pemilik nama lengkap Raden Roro Sisca Soewitomo ini mulai dikenal luas oleh masyarakat Indonesia terutama generasi milenial sebagai pembawa acara program memasak Aroma yang tayang di Indosiar (1997–2008), serta program Selamat Pagi Indonesia.
Ia juga telah menulis hampir 150 buku resep masakan dan menerima penghargaan dari MURI sebagai penulis buku resep terbanyak.
wanita kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 8 April 1949 ini punya kalimat penutup yang sangat ikonik di setiap akhir acara memasaknya: “Bagaimana pemirsa, mudah bukan membuatnya?”. (*)










